alexametrics

Jokowi Minta Menkes Perkecil Ketimpangan Tes Covid-19 Antar Daerah

Dwi Bowo Raharjo | Ummi Hadyah Saleh
Jokowi Minta Menkes Perkecil Ketimpangan Tes Covid-19 Antar Daerah
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Pasar Pelayanan Publik di Banyuwangi, Kamis (25/6/2020). (Foto dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

Di DKI Jakarta kapasitas tes Covid-19 sudah mencapai 324 ribu.

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali meminta Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memperkecil ketimpangan kapasitas tes Covid-19 antar daerah.

Hal ini sudah disinggung Jokowi dalam pertemuan sebelumnyua.

"Jangan sampai ada yang sudah terlalu tinggi dan provinsi-provinsi lain yang masih jauh di bawahnya," ujar Jokowi saat memberikan arahan dalam Rapat Terbatas mendengarkan Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual, Senin (14/9/2020).

Ia merinci untuk di DKI Jakarta kapasitas tes Covid-19 sudah mencapai 324 ribu, di Jawa Timur 184 ribu, Jawa Tengah 162 ribu, serta Jawa Barat masih 144 ribu jumlah kapasitas tes Covid-19.

Baca Juga: Angka Kasus Corona RI Kian Meroket, Hari Ini 118 Pasien Covid Meninggal

"Dan di provinsi-provinsi lain yang masih di bawah 100 ribu," ucap dia.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengingatkan Indonesia adalah negara kepulauan, sehingga pemahaman Covid-19 sangat penting untuk menangani pandemi Covid-19.

Jokowi menuturkan, penanganan Covid-19 di Indonesia tidak bisa dibandingkan negara lain yang bukan kepulauan.

"Pemahaman covid sangat penting untuk menangani pandemi covid di negara kita Indonesia, tidak bisa dibandingkan dengan negara lain yang bukan kepulauan," ucap dia.

Jokowi juga meminta Menteri Kesehatan untuk fokus dalam penanganan Covid-19.

Baca Juga: Update 14 September: Positif Corona di RI 221.523, Sembuh 158.405 Orang

Selain itu peningkatan dan penegakkan disiplin protokol kesehatan penting dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19. Diantaranya bisa memastikan masyarakat untuk memakai masker jika keluar rumah.

Komentar