Dokter Gadungan Terungkap Identitasnya, Aslinya Tidak Lulus SD

Dany Garjito, Hikmawan Muhamad Firdaus

Selasa, 15 September 2020 | 19:12 WIB
Dokter Gadungan Terungkap Identitasnya, Aslinya Tidak Lulus SD
Ilustrasi dokter meninggal karena virus Corona. (Shuttterstock)

Saat bekerja di berbagai rumah sakit di Hyderabad, ia kembali ke Srinivasa Rao dan memperoleh gelar Sarjana Administrasi Bisnis (BBA) dan MBA dalam Manajemen Rumah Sakit dari Universitas Himalaya di Arunachal Pradesh untuk tahun-tahun akademik 2016-2017 & 2018-2019.

Seorang perwira senior dari kepolisian Rachakonda menyebut Teja sebagai seseorang dengan banyak potensi untuk merugikan masyarakat.

"Dia sangat pintar. Saat dia bertemu seseorang, dia mengetahui apa yang disukai dan tidak disukai orang itu dan bertindak sesuai dengan keadaan. Bahkan ketika dia ditangkap di Bengaluru karena menipu dan menyamar sebagai petugas IPS, dia berhasil menjaga identitasnya sebagai dokter," katanya kepada indianexpress.com.

Menurut polisi, Teja melarikan diri dari rumah pada usia delapan tahun untuk menghindari penyiksaan yang dilakukan oleh ibu tirinya. Dia menjelajahi kota-kota seperti Vijayawada, Tirupati, Kolkata dan Lucknow menjual makanan ringan dan botol air di kereta sampai dia bertemu dengan seorang dokter YS Purushotham Reddy. Karena Teja mengaku yatim piatu, Reddy membawanya ke Tirupati dan menyediakan tempat berteduh.

"Apa yang mendorongnya mungkin adalah status sosial dalam masyarakat, selain uang. Gambaran yang lebih besar adalah jaringan sertifikat yang dioperasikan oleh konsultan pendidikan. Anehnya, dia bekerja di beberapa rumah sakit super khusus tanpa menimbulkan kecurigaan siapa pun," jelas perwira tersebut.

"Dulu Teja menyimpan nama-nama perwira senior IAS dan IPS di ponselnya dengan nomor acak. Dia biasa menyebut nama dan klaim pernah bekerja sebelumnya di AIIMS Delhi. Dia menceritakan cerita yang berbeda kepada orang yang berbeda. Ketika istri (kedua) mengajukan laporan, kami mengetahui bahwa dia sudah menikah sekali. Padahal, ayahnya menyamar sebagai paman dari pihak ibu pada pernikahan kedua pada Juli 2020," kata petugas tersebut.

Kecurigaan polisi semakin kuat saat Teja mengendarai sebuah mobil Toyota Fortuner dengan stiker "Government Vehicle" di atasnya. Tim Operasi Khusus dan Polisi Medipally menangkap Teja di kediamannya di Boduppal pada Kamis. Ketiga terdakwa telah ditahan di tahanan pengadilan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Ruwetnya Lalu Lintas Sepeda Motor, Netizen: Udah Kaya Kutu!

Viral Ruwetnya Lalu Lintas Sepeda Motor, Netizen: Udah Kaya Kutu!

Batam | Selasa, 15 September 2020 | 08:31 WIB

Pengiriman Aprilia SXR 160 di India Berlangsung Bulan Ini

Pengiriman Aprilia SXR 160 di India Berlangsung Bulan Ini

Otomotif | Senin, 14 September 2020 | 16:10 WIB

Dianggap Penyihir, Lansia Perempuan 75 Tahun Tewas Dihajar Tetangga

Dianggap Penyihir, Lansia Perempuan 75 Tahun Tewas Dihajar Tetangga

News | Senin, 14 September 2020 | 13:43 WIB

Terkini

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

News | Senin, 06 Juli 2026 | 22:15 WIB

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:40 WIB

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:35 WIB

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:27 WIB

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:55 WIB

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:48 WIB

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:42 WIB

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:58 WIB

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:42 WIB

×