Kasus Covid-19 Turun, Afrika Selatan Longgarkan Lockdown Mulai Akhir Pekan

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Kamis, 17 September 2020 | 13:38 WIB
Kasus Covid-19 Turun, Afrika Selatan Longgarkan Lockdown Mulai Akhir Pekan
Warga Afrika Selatan mengenakan masker ketika wabah virus corona.[Anadolu Agency]

Suara.com - Pemerintah Afrika Selatan memutuskan untuk melonggarkan penguncian mulai pekan depan, merespon turunnya sebaran kasus virus corona.

Menyadur BBC, negara ini akan keluar dari lockdown yang disebut-sebut sebagai salah satu pembatasan paling ketat di dunia per Minggu (20/9) tengah malam mendatang.

Pelonggaran pembatasan ini meliputi pengurangan jam malam, diizinkannya pertemuan dengan kapasitas 50% dari kapasitas maksimal, dan penjualan alkohol.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa dalam pidatonya mengatakan aturan jarak sosial dan pemakaian masker masih akan terus berlaku.

"Kami telah bertahan dari badai virus corona," ujar Ramaphosa.

Kasus Covid-19 Terus Meroket, Afrika Selatan Kembali Larang Penjualan Miras. (AFP)
Kasus Covid-19 Terus Meroket, Afrika Selatan Kembali Larang Penjualan Miras. (AFP)

"Sekaranglah waktunya untuk mengembalikan negara kita, rakyatnya, dan ekonomi kita ke situasi yang lebih normal yang lebih menyerupai kehidupan kita enam bula lalu," sambungnya.

Ramaphosa menambahkan ia telah berkonsultasi dengan para ahli untuk menurunkan status siaga saat ini ke level satu.

Ada lima pokok pelonggaran yang digarisbawahi oleh presiden. Pertama, pertermuan sosial, keagamaan, politik, dan lainnya akan diizinan selama jumlah peserta maksimal 250 di dalam ruangan, dan 500 orang di luar ruangan.

Kedua, jumlah maksimum orang yang dapat menghadiri pemakaman ditingkatkan dari 50 menjadi 100.

Kemudian, tempat olahraga, rekreasi dan hiburan seperti gym dan teater yang semula dibatasi hanya untuk 50 orang, nantinya diperbolehkan menampung 50% dari kapasitas maksimal tempat.

Sementara penjualan alkohol akan kembali diperbolehkan di mana pembeli bisa mengonsumsi miras di toko atau tempat yang memiliki izin.

Selain itu, Ramaphosa mengatakan perjalanan internasional akan diperbolehkan mulai 1 Oktober, dengan persyaratan mereka yang datang dari luar negeri harus menunjukkan hasil tes negatif dan diambil minimal dalam tiga hari sebelum perjalanan.

Guna membangkitkan ekonomi yang merosot akibat lockdown ketat, presiden menyebut tengah menyiapkan paket stimulus.

Negara yang telah memulai penguncian ketat sejak 27 Maret ini telah mencatatkan lebih dari 650 ribu infeksi dengan lebih dari 15 ribu kematian.

Belakangan, jumlah kasus baru dilaporkan telah turun dari 12 ribu per hari, menjadi kurang dari dua ribu pada Juli.

"Ini adalah waktu untuk beralih ke apa yang akan menjadi new normal selama virus corona bersama kita," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iklan Sampo Dinilai Rasis, Warga Afrika Selatan Gelar Protes

Iklan Sampo Dinilai Rasis, Warga Afrika Selatan Gelar Protes

News | Selasa, 08 September 2020 | 18:50 WIB

Hindari Seekor Ayam, Seorang Pengemudi di Afrika Selatan Tabrak Rumah

Hindari Seekor Ayam, Seorang Pengemudi di Afrika Selatan Tabrak Rumah

News | Minggu, 30 Agustus 2020 | 10:08 WIB

Masjid Bersejarah di Afrika Selatan Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

Masjid Bersejarah di Afrika Selatan Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

News | Selasa, 25 Agustus 2020 | 14:22 WIB

Terkini

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:46 WIB

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:38 WIB

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:33 WIB

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:26 WIB

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:32 WIB

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:33 WIB

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:13 WIB

Kejagung Seret Marcella Santoso ke Kasasi, Incar Pencabutan Izin Praktik Advokat

Kejagung Seret Marcella Santoso ke Kasasi, Incar Pencabutan Izin Praktik Advokat

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:58 WIB

Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik

Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:50 WIB

MAKI Desak Jaksa Tak Gentar Usut Dugaan Tambang Ilegal Kaltara yang Seret Nama Karuna Murdaya

MAKI Desak Jaksa Tak Gentar Usut Dugaan Tambang Ilegal Kaltara yang Seret Nama Karuna Murdaya

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:58 WIB