Ribut Kubu Jokowi dan Prabowo, Fahri Hamzah: Kami Tidak Ikut

Rifan Aditya , Hernawan

Minggu, 20 September 2020 | 17:56 WIB
Ribut Kubu Jokowi dan Prabowo, Fahri Hamzah: Kami Tidak Ikut
Salah satu insiator Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah. (Suara.com/Ria Rizki).

Suara.com - Politisi Partai Gelora, Fahri Hamzah buka suara terkait pihaknya yang tidak mau ikut campur soal adanya kubu Prabowo dan Kubu Jokowi.

Ia menuturkan bahwa pihaknya adalah penganjur jalan tengah yang tidak ingin melembagakan permusuhan yang disebut tidak jelas ini.

"Di depan @prabowo kami tegaskan bukan nomor 2. Di depan @jokowi juga kami tegaskan bukan nomor 1. Kami adalah penganjur jalan tengah. Kami tidak mau lembagakan permusuhan tidak jelas ini," tulisnya lewat akun Twitter @Fahrihamzah, Minggu (20/9/2020).

"Kader partai tertentu tidak suka ya gapapa yang penting utang jangan dilupakan," sambungnya.

Lebih lanjut lagi, Eks anggota DPR RI ini juga mengatakan telah pensiun untuk melihat masalah ini. Ia menyebut orang-orang terlalu ekstrim. Padahal alasan perbedaan mereka tidak jelas.

Tangkapan Layar Cuitan Fahri Hamzah (Twitter/@fahrihamzah).
Tangkapan Layar Cuitan Fahri Hamzah (Twitter/@fahrihamzah).

"Saya dan teman-teman memutuskan pensiun untuk melihat masalah ini dari jauh. Kami melihat orang-orang ada pada ekstrem yang jauh, tapi dasar perbedaan mereka tidak jelas. Ada yang saling benci keterlaluan, tapi ada yang saling tipu dan bersatu," tutur Fahri.

Fahri menilai hal semacam itu bersifat kekanak-kanakan sehingga pihaknya tidak mau ikut terlibat.

"Semuanya kekanak-kanakan. Kami gak ikut," lanjutnya.

Tidak hanya itu, Politisi Gelora ini sekali lagi menekankan bahwa pihaknya ingin berada di tengah dan menjadi titik lerai dari kebencian yang tidak kunjung hilang.

baca juga

Menurut Fahri, negara tidak akan memiliki masa depan apabila dikelola dengan mengedepankan perasaan sebagai kubu oposisi maupun kubu pemerintah. Sebab, akal nalar yang sehat harus menjadi arah baru guna mengelola masa depan.

"Kita tidak akan punya masa depan kalau negara dikelola dengan perasaan di kubu oposisi atau pemerintah. Akal nalar yang sehat harus menjadi arah baru mengelola masa depan," ungkapnya.

Lebih dalam lagi Fahri mengatakan bahwa generasi sekarang jangan mau menjadi generasi yang tidak sanggup menari dalam irama yang kompleks, yang suka menyederhanakan berbagai permasalahan.

Pasalnya, menurut Fahri Indonesia tidak mungkin akan sederhana. Sebab Indonesia adalah soal kerumita yang dibuat indah.

"Kita jangan jadi kelompok yang punya penyakit hitam-putih yang suka menyederhanakan persoalan. Padahal Indonesia tak mungkin sederhana. Indonesia adalah tentang kerumitan yang kita bikin indah," pungkas Fahri.

Untuk diketahui, sebelum cuitan tersebut Fahri Hamzah telah lebih dahulu angkat suara soal partainya yang memberikan dukungan kepada putra dan menantu Presiden Joko Widodo dalam kontestasi Pilkada 2020.

Menurutnya, keterlibatan keluarga presiden, dalam hal ini Gibran Rakabuming Raka dalam Pilkada Kota Solo, dan Bobby Nasution dalam Pilkada Kota Medan adalah sebuah demokrasi lokal, bukan dinasti lokal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Daftar Kelemahan Jokowi Saat Ini, Lengkap dengan Alasannya

3 Daftar Kelemahan Jokowi Saat Ini, Lengkap dengan Alasannya

Batam | Minggu, 20 September 2020 | 13:32 WIB

Partainya Dukung Gibran dan Bobby, Fahri Hamzah: Bukan Dinasti

Partainya Dukung Gibran dan Bobby, Fahri Hamzah: Bukan Dinasti

News | Minggu, 20 September 2020 | 09:52 WIB

Pelajaran Sejarah Terancam Hilang, Sejarawan JJ Rizal: Kekuasaan Durhaka

Pelajaran Sejarah Terancam Hilang, Sejarawan JJ Rizal: Kekuasaan Durhaka

News | Sabtu, 19 September 2020 | 13:52 WIB

Terkini

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:02 WIB

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:01 WIB

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Jatim | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:18 WIB

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:16 WIB

×