Peneliti TII Sebut Kampanye Daring di Pilkada 2020 Sulit Diterapkan

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 28 September 2020 | 20:49 WIB
Peneliti TII Sebut Kampanye Daring di Pilkada 2020 Sulit Diterapkan
Ilustrasi Pilkada Serentak di Jawa Timur (Ilustrasi Foto: Antara)

Suara.com - Pemerintah dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendorong kampanye di Pilkada Serentak 2020 dilakukan secara daring. Namun imbauan tersebut dianggap tidak efektif dilakukan.

Manajer Riset dan Program, The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), Arfianto Purbolaksono, mengatakan salah satu alasan mengapa kampanye Pilkada secara daring tidak efektif karena cara penggunaan sosial media.

Menurut Anto, para calon kepala daerah tidak bisa berkampanye di media sosial seperti di media konvensional.

Pasalnya, media sosial hanya menggunakan komunikasi satu arah.

"Jika diperhatikan penggunaan sosial media dalam kepentingan kampanye di sosial media baru sebatas satu arah. Misalnya, hanya mengandalkan tim media sosialnya untuk posting foto atau video, namun minim interaksi dengan menutup kolom komentar," kata Anto dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/9/2020).

Menurutnya para calon daerah bisa memaksimalkan manfaat media sosial dengan membuatnya menjadi interaktif. Anto berharap para kandidat bisa lebih berani dengan membuka kolom komentar dan membuat sesi tanya jawab.

"Penting untuk diingat, pengguna media sosial adalah pihak yang aktif dalam proses komunikasi. Mereka bukan pihak pasif yang hanya menerima informasi yang disampaikan, tapi pengguna media sosial adalah pihak yang juga aktif dan selektif, serta kritis terhadap semua informasi yang disampaikan," ujarnya.

Anto juga mengingatkan kepada kandidat pentingnya mengemas konten dengan baik agar pesan kampanyenya dapat disampaikan secara efektif dan diterima oleh para pengguna media sosial. Semisal dengan tidak menggunakan berita bohong dalam postingan kampanyenya dan memberikan pesan-pesan menarik yang informatif mengenai kampanyenya berdasarkan data yang valid.

Kemudian alasan yang kedua ialah kesenjangan akses internet. Indonesia masih menduduki tingkat 57 dari 100 negara terkait akses internet menurut data The Inclusive Internet Index 2020.

baca juga

Dapat diartikan, akses internet masih belum merata dan terjangkau di Indonesia.

"Dengan demikian, kesenjangan internet patut menjadi catatan bagi partai politik dan kandidat, karena pemanfaatan media sosial untuk media kampanye dalam pilkada serentak tidak dapat dilakukan di semua daerah," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bawaslu Balikpapan Memroses Laporan Kuasa Hukum Rahmad - Thohari

Bawaslu Balikpapan Memroses Laporan Kuasa Hukum Rahmad - Thohari

Kaltim | Senin, 28 September 2020 | 16:02 WIB

Pilkada 2020, Ganjar: Tidak Ada Kampanye Terbuka

Pilkada 2020, Ganjar: Tidak Ada Kampanye Terbuka

Jawa Tengah | Senin, 28 September 2020 | 14:40 WIB

Kuasa hukum Calon Tunggal Pilkada Balikpapan, Laporkan Dugaan Pidana Pemilu

Kuasa hukum Calon Tunggal Pilkada Balikpapan, Laporkan Dugaan Pidana Pemilu

Kaltim | Senin, 28 September 2020 | 14:40 WIB

Soal Konser Pilkada 2020 di Tengah Pandemi Corona, 3 Musisi Buka Suara

Soal Konser Pilkada 2020 di Tengah Pandemi Corona, 3 Musisi Buka Suara

News | Senin, 28 September 2020 | 13:18 WIB

Bawaslu: Paslon Pilwalkot Medan Langgar Protokol Kesehatan saat Kampanye

Bawaslu: Paslon Pilwalkot Medan Langgar Protokol Kesehatan saat Kampanye

Sumut | Senin, 28 September 2020 | 09:07 WIB

Komisi II Desak Pemerintah Keluarkan Perppu Pilkada 2020

Komisi II Desak Pemerintah Keluarkan Perppu Pilkada 2020

DPR | Senin, 28 September 2020 | 14:15 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×