Jansen PD: Uang dan Kekuasaan Sudah Diberi, Masak Atur Harga Swab Tak Bisa!

Reza Gunadha, Farah Nabilla

Selasa, 29 September 2020 | 13:26 WIB
Jansen PD: Uang dan Kekuasaan Sudah Diberi, Masak Atur Harga Swab Tak Bisa!
Politisi Partai Demokrat Jansen Sitindaon. (Suara.com/Ria Rizki).

Suara.com - Wakil Sekretars Jenderal Partai Demokrat Jansen Sitindaon kembali mengutarakan kritiknya soal harga uji swab yang dinilai masih memberatkan masyarakat.

Jansen menilai, sudah waktunya pemerintah memanfaatkan kekuasaan dana yang sudah mereka dapatkan untuk mengatur harga swab, mengingat Perppu Corona telah diterbitkan.

"Melalui Perppu Corona, extra power dan uang sudah kita beri. Sekarang semua yang dimau pemerintah. Tak ada lagi yang menghalangi dan bisa disalahkan. Mestinya ada lah sedikit tanda-tanda kemenangan kecil. Little success story. Yang terjadi jangankan nurunkan kurva covid, ngatur harga swab aja tak bisa!" kritik Jansen via Twitter, Selasa (29/9/2020).

Menurut Jansen, harga tes swab bisa menimbulkan ketakutan tersendiri sehingga bisa menghalangi inisiatif masyarakat yang ingin memeriksa kesehatan mereka dari infeksi virus corona.

"Tak ada orang waras ingin badannya jadi pembawa corona kepada keluarga, teman-teman, dan lingkungannya sendiri. Jalan memastikan ya tes. Termasuk pasien di rumah sakit sekarang juga dites, memastikan corona (atau) tidak. Mendesak ini segera diatur. Jangan sampai orang lebih takut harga daripada covid," tulis Jansen.

Ia menyebut pernyataan pemerintah yang mengatakan bahwa tes adalah kunci corona kontradiktif dengan kenyataan di lapangan, ketika harga tes swab justru sulit dijangkau masyarakat menengah ke bawah.

"Saya jamin sulit jumlah tes Indonesia akan meningkat, jika jenis tes yang sifatnya inisiatif pribadi begini harganya masih gila-gilaan tak diatur. Jangan sampai orang lebih takut harga daripada Covid," imbuh Jansen.

Politisi muda ini lantas mendesak agar Presiden Joko Widodo dan Kementerian Kesehatan RI segera mengatur harga swab layaknya dulu mengatur harga rapid test.

"Mau didengar atau tidak, saya akan terus bersuara soal swab ini. Kita bukan minta gratis tapi harganya diatur. Sehingga tak ada komersialisasi berlebihan di tengah bencana. Seperti dulu rapid kemudian diatur 150 ribu. Masa keluarkan aturan begini saja tak bisa Pak @jokowi @KemenkesRI?" desak Jansen.

baca juga

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat itu mengaku ia baru saja menjalani swab test mandiri di sebuah rumah sakit, Jansen diminta untuk membayar Rp 2,4 juta.

"Orang secara sadar sudah mau tes dirinya malah mahal sekali, kemarin saya swab kena Rp 2,4 juta," ujar Jansen.

Jansen membandingkan dengan harga rapid test yang sebelumnya juga sempat melambung. Saat awal pandemi Covid-19, rapid test dijadikan barang komersil dengan harga tinggi.

Rapid test dan swab test merupakan hal penting bagi orang-orang yang kerap kali melakukan aktivitas di luar rumah.

Pasalnya, tes tersebut merupakan bentuk tanggungjawab sosial orang-orang itu kepada lingkungan.

Oleh karenanya, seharusnya harga swab test dibuat terjangkau dan sama di setiap rumah sakit di Indonesia.

"Swab test adalah bagian dari 'tanggungjawab sosialnya' kepada lingkungan, keluarga bagkan negara agar tidak jadi pembawa virus. Harusnya harganya terjangkau," ungkap Jansen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gus Sahal: Menkes Terawan Maha Payah, Jokowi Juga Sangat Mengecewakan

Gus Sahal: Menkes Terawan Maha Payah, Jokowi Juga Sangat Mengecewakan

News | Selasa, 29 September 2020 | 11:16 WIB

Mantu Jokowi Serap Aspirasi Pedagang: Jangan Janji-janji Pas Kampanye Saja

Mantu Jokowi Serap Aspirasi Pedagang: Jangan Janji-janji Pas Kampanye Saja

Sumut | Selasa, 29 September 2020 | 09:26 WIB

ATR/BPN Sigap Tangani Program Prioritas Nawa Cita Jokowi Bidang Pertanahan

ATR/BPN Sigap Tangani Program Prioritas Nawa Cita Jokowi Bidang Pertanahan

Bisnis | Selasa, 29 September 2020 | 08:39 WIB

Terawan Dianggap Tak Becus Tangani Pandemi, Jokowi Turut Kena Semprot

Terawan Dianggap Tak Becus Tangani Pandemi, Jokowi Turut Kena Semprot

Jogja | Selasa, 29 September 2020 | 08:22 WIB

Yang Nyinyiri Jokowi Bisa Dower, Ruhut Dibilang Makin Malam Makin Korslet

Yang Nyinyiri Jokowi Bisa Dower, Ruhut Dibilang Makin Malam Makin Korslet

News | Senin, 28 September 2020 | 22:00 WIB

Jumlah Perokok Terus Naik, Kemenkes: Orang Indonesia Lauknya Rokok!

Jumlah Perokok Terus Naik, Kemenkes: Orang Indonesia Lauknya Rokok!

Health | Senin, 28 September 2020 | 21:05 WIB

Terkini

Bosan Makan Nasi? Intip 3 Cara Pengolahan Sorgum sebagai Alternatif Karbo

Bosan Makan Nasi? Intip 3 Cara Pengolahan Sorgum sebagai Alternatif Karbo

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:50 WIB

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Masih Berkantor dan Belum Ditahan? Ini Alasannya

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Masih Berkantor dan Belum Ditahan? Ini Alasannya

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:40 WIB

Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya

Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya

Kaltim | Minggu, 27 September 2026 | 09:40 WIB

BEI Hapus Kriteria Papan Pemantauan Khusus, Besok Harga Minimum Saham Jadi Rp1

BEI Hapus Kriteria Papan Pemantauan Khusus, Besok Harga Minimum Saham Jadi Rp1

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 09:35 WIB

Jalan Aroepala Dibuka Penuh, Gubernur Sulsel: Akses Gowa-Makassar Makin Lancar

Jalan Aroepala Dibuka Penuh, Gubernur Sulsel: Akses Gowa-Makassar Makin Lancar

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:26 WIB

Komunitas Otomotif Jajal Pengecekan Spooring Instan di Automechanika Jakarta 2026

Komunitas Otomotif Jajal Pengecekan Spooring Instan di Automechanika Jakarta 2026

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 09:20 WIB

Review The Love Hypothesis: Fake Dating yang Manis, Romantis, dan Humoris

Review The Love Hypothesis: Fake Dating yang Manis, Romantis, dan Humoris

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:20 WIB

Rekor Dunia Pecah! Begini Reaksi Presiden Prabowo ke Lifter Rahmat Erwin

Rekor Dunia Pecah! Begini Reaksi Presiden Prabowo ke Lifter Rahmat Erwin

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:15 WIB

Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas

Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:00 WIB

Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog

Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:50 WIB

×