Inggris Resmi Larang Penggunaan Sedotan Plastik Hingga Cotton Bud

Iwan Supriyatna, Fitri Asta Pramesti

Sabtu, 03 Oktober 2020 | 06:43 WIB
Inggris Resmi Larang Penggunaan Sedotan Plastik Hingga Cotton Bud
Ilustrasi sedotan plastik. (Pixabay/Alexas_Fotos)

Suara.com - Inggris resmi melarang penggunaan sedotan plastik mulai Kamis (1/10), setelah tertunda selama enam bulan akibat pandemi virus corona.

Menyadur ABC News, pemerintah Inggris juga melarang pemakaian cotton bud dan sendok minuman yang terbuat dari plastik.

Pengecer dilarang menjual atau memasok barang sekali pakai sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi limbah dari plastik sekali pakai.

Kendati demikian, aturan ini memberikan pengecualian bagi para penyandang disabilitas atau terhambat kondisi medisnya.

Larangan plastik sekali pakai ini harusnya mulai diterapkan pada April. Namun akibat wabah virus corona yang berujung tindakan penguncian, aturan ini pun tertunda.

Ilustrasi sampah plastik menumpuk (shutterstock)
Ilustrasi sampah plastik menumpuk (shutterstock)

Aktivis lingkungan menyambut baik penerapan larangan ini, namun menyebut langkah ini masih jauh dari kata cukup.

Aktivis lingkungan dari ClientEarth, Tatiana Lujan, mengatakan sedotan, sendok pengaduk, maupun cotton bud hanyalah sebagian kecil dari plastik sekali pakai.

"(Plastik) mengotori lingkungan kita dan melepaskan zat beracun dan emisi gas rumah kaca saat dibakar, atau bahkan saat dibuat," ujar Lujan.

Lebih jauh Lujan menyebut negara-negara seperti Irlandia dan Prancis telah menunjukkan ambisi yang jauh lebih besar dari pada Inggris, melalui kemasan yang dapat digunakan kembali dan skema pengembalian deposit.

baca juga

Warga Inggris diperkirakan menggunakan 4,7 miliar sedotan plastik, 316 sendok pengaduk plastik, dan 1,8 miliar cotton bud dalam satu tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berbahaya, Sampah Plastik Bisa Sebabkan Kanker

Berbahaya, Sampah Plastik Bisa Sebabkan Kanker

Health | Jum'at, 18 September 2020 | 08:29 WIB

Lima Kebiasaan ini Bisa Bikin Perut Kembung, Termasuk Minum Pakai Sedotan!

Lima Kebiasaan ini Bisa Bikin Perut Kembung, Termasuk Minum Pakai Sedotan!

Health | Selasa, 28 Juli 2020 | 18:40 WIB

Malaysia Ganti Sedotan Plastik dengan Serai Lho, Solusi Ramah Lingkungan

Malaysia Ganti Sedotan Plastik dengan Serai Lho, Solusi Ramah Lingkungan

Lifestyle | Kamis, 16 Januari 2020 | 13:30 WIB

Terkini

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

×