Media Asing Soroti UU Cipta Kerja Indonesia, Sebut RUU Unggulan Pemerintah

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Selasa, 06 Oktober 2020 | 19:36 WIB
Media Asing Soroti UU Cipta Kerja Indonesia, Sebut RUU Unggulan Pemerintah
Media asing soroti RUU Cipta Kerja.[CNA]

Suara.com - Media asing ikut menyoroti RUU Cipta Kerja yang baru disahkan oleh DPR dan Pemerintah RI dan langsung mengundang aksi protes dari buruh.

Menyadur Channel News Asia, DPR mengesahkan RUU "Cipta Lapangan Kerja" unggulan Presiden Joko Widodo yang bertujuan untuk meningkatkan iklim investasi ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Tujuh dari sembilan partai menyetujui RUU tersebut, sementara dua menolaknya dalam rapat paripurna pada Senin (5/10/2020).

RUU yang disebut "omnibus", yang bertujuan untuk merevisi lebih dari 70 undang-undang yang ada dalam satu suara, bermaksud untuk mempercepat laju reformasi ekonomi dan memperbaiki iklim investasi negara.

Investor global mengamati dengan seksama kemajuan RUU tersebut, terutama mengenai perubahan kontroversial yang diusulkan pada undang-undang ketenagakerjaan tahun 2003, dengan alasan perlunya Indonesia bersaing lebih baik untuk manufaktur yang direlokasi dari China.

Suasana di Ruang Sidang Paripurna menjelang pengesahan RUU Cipta Kerja. (Suara.com/Novian)
Suasana di Ruang Sidang Paripurna menjelang pengesahan RUU Cipta Kerja. (Suara.com/Novian)

Sebuah koalisi yang terdiri dari 15 kelompok aktivis, termasuk serikat pekerja, mengutuk RUU tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu dan meminta pekerja untuk bergabung dengan mogok kerja nasional yang direncanakan dari Selasa hingga Kamis.

Yusri Yunus, juru bicara Polda Metro Jaya, mengatakan izin unjuk rasa belum disetujui. "Dengan situasi Covid-19 ... kami menyarankan mereka semua untuk tidak berdemonstrasi," kata Yusri dikutip dari CNA.

Para pekerja yang menentang RUU tersebut berpendapat bahwa undang-undang akan menjadi "karpet merah bagi investor, memperluas kekuatan oligarki" dengan tidak hanya merugikan perlindungan tenaga kerja, tetapi juga merampas tanah dari petani dan masyarakat adat, menurut pernyataan koalisi tersebut.

"Melihat (draf) final, saya kira DPR memiliki pertimbangan berdasarkan masukan dari banyak pihak," kata Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia Rosan P Roeslani kepada Reuters.

baca juga

"Itu adalah sesuatu yang mereka (investor asing) tunggu-tunggu." sambungnya.

Hutan dalam Bahaya

Investor global yang mengelola aset senilai 4,1 triliun dolar memperingatkan pemerintah Indonesia bahwa RUU tersebut dapat menimbulkan risiko baru bagi hutan.

Dalam sebuah surat yang dilihat oleh Reuters, 35 investor menyatakan keprihatinan mereka, termasuk Aviva Investors, Legal & General Investment Management, Church of England Pensions Board, manajer aset yang berbasis di Belanda Robeco dan manajer aset terbesar di Jepang Sumitomo Mitsui Trust Asset Management.

"Meskipun kami menyadari perlunya reformasi hukum bisnis di Indonesia, kami memiliki kekhawatiran tentang dampak negatif dari langkah-langkah perlindungan lingkungan tertentu yang dipengaruhi oleh RUU Omnibus tentang Cipta Kerja," kata Peter van der Werf, spesialis keterlibatan senior di Robeco, dalam sebuah pernyataan.

Investor mengatakan mereka khawatir RUU tersebut dapat menghambat upaya untuk melindungi hutan Indonesia, yang pada gilirannya akan merusak usaha global untuk mengatasi hilangnya keanekaragaman hayati dan memperlambat perubahan iklim.

"Sementara perubahan peraturan yang diusulkan bertujuan untuk meningkatkan investasi asing, mereka berisiko melanggar standar praktik terbaik internasional yang bertujuan untuk mencegah konsekuensi berbahaya yang tidak diinginkan dari kegiatan bisnis yang dapat menghalangi investor dari pasar Indonesia," jelas mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Insiden Mikrofon Mati Saat Rapat Omnibus Law, Sekjen DPR Bilang Begini

Insiden Mikrofon Mati Saat Rapat Omnibus Law, Sekjen DPR Bilang Begini

Riau | Selasa, 06 Oktober 2020 | 16:36 WIB

Ikut Sahkan UU Cipta Kerja, Fadli Zon: Belum Tentu Obat Ampuh Hadapi Resesi

Ikut Sahkan UU Cipta Kerja, Fadli Zon: Belum Tentu Obat Ampuh Hadapi Resesi

News | Selasa, 06 Oktober 2020 | 16:31 WIB

PDIP Dukung Omnibus Law, Arteria Dahlan Akui dapat Bisikan Puan Maharani

PDIP Dukung Omnibus Law, Arteria Dahlan Akui dapat Bisikan Puan Maharani

News | Selasa, 06 Oktober 2020 | 16:25 WIB

Terkini

Intelijen Ukraina: Rusia Rekrut WNI Jadi Tentara Bayaran untuk Propaganda Seolah-olah Didukung Dunia

Intelijen Ukraina: Rusia Rekrut WNI Jadi Tentara Bayaran untuk Propaganda Seolah-olah Didukung Dunia

News | Selasa, 01 September 2026 | 11:20 WIB

Akhiri Konflik Panjang, Mees Hilgers Akui Sulit Ucap Perpisahan dengan Skuad FC Twente

Akhiri Konflik Panjang, Mees Hilgers Akui Sulit Ucap Perpisahan dengan Skuad FC Twente

Bola | Selasa, 01 September 2026 | 11:19 WIB

Timnas Indonesia U-20 Gagal Hajar Malaysia, Nova Arianto Bongkar Masalah Garuda Muda

Timnas Indonesia U-20 Gagal Hajar Malaysia, Nova Arianto Bongkar Masalah Garuda Muda

Bola | Selasa, 01 September 2026 | 11:18 WIB

Jarak Rakyat dan Wakilnya Makin Pendek, Puan: Aspirasi Kini Bisa Sampai dalam Hitungan Detik

Jarak Rakyat dan Wakilnya Makin Pendek, Puan: Aspirasi Kini Bisa Sampai dalam Hitungan Detik

News | Selasa, 01 September 2026 | 11:18 WIB

KPK Ungkap Asal Uang Rp 1,5 Miliar yang Disita dari Kasus Korupsi Pemkab Bogor

KPK Ungkap Asal Uang Rp 1,5 Miliar yang Disita dari Kasus Korupsi Pemkab Bogor

News | Selasa, 01 September 2026 | 11:14 WIB

Kronologis Pendaki WNI Ditemukan Meninggal Dunia di Stasiun Ketujuh Gunung Fuji Jepang

Kronologis Pendaki WNI Ditemukan Meninggal Dunia di Stasiun Ketujuh Gunung Fuji Jepang

News | Selasa, 01 September 2026 | 11:05 WIB

Potensi Kerusuhan Terkendali, Pengamat Hukum Nilai Polri Berhasil Amankan Aksi 27 Agustus

Potensi Kerusuhan Terkendali, Pengamat Hukum Nilai Polri Berhasil Amankan Aksi 27 Agustus

Jabar | Selasa, 01 September 2026 | 11:04 WIB

Harga Asics Novablast Terbaru, Cek 3 Seri Sepatu Lari Paling Populer untuk Pemula dan Pro

Harga Asics Novablast Terbaru, Cek 3 Seri Sepatu Lari Paling Populer untuk Pemula dan Pro

Lifestyle | Selasa, 01 September 2026 | 11:03 WIB

Review Film Other: Sajian Thriller Psikologis dengan Atmosfer yang Sunyi

Review Film Other: Sajian Thriller Psikologis dengan Atmosfer yang Sunyi

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 11:00 WIB

Perjuangkan Hak Rakyat Palestina, Asia Pacific Coalition for Quds and Palestine Buka Markas di RI

Perjuangkan Hak Rakyat Palestina, Asia Pacific Coalition for Quds and Palestine Buka Markas di RI

News | Selasa, 01 September 2026 | 10:58 WIB

×