Mardani PKS: Negara Mesti Jadi Ayah Bagi Rakyatnya

Rendy Adrikni Sadikin

Rabu, 07 Oktober 2020 | 16:45 WIB
Mardani PKS: Negara Mesti Jadi Ayah Bagi Rakyatnya
Mardani Ali Sera. [Suara.com/Novian Ardiansyah]

Suara.com - Politikus PKS Mardani Ali Sera menegaskan bahwa negara mesti menjadi ayah bagi rakyat. Pun demikian dengan undang-undang yang dinilai kudu menjadi payung bagi masyarakatnya.

Pernyataan Mardani Ali Sera sebagai protes terhadap pengesahan UU Cipta Kerja alias Omnibus Law dalam sidang rapat paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Senin 5 Oktober 2020 kemarin.

"Negara mestinya jadi ayah bagi rakyatnya, undang-undang mestinya menjadi payung bagi masyarakatnya. Kalau ada undang-undang yang meresahkan, tugas negara mengoreksinya," ujar Mardani lewat video di akun Twitter miliknya, @MardaniAliSera, Rabu (7/10/2020).

Mardani juga meminta Jokowi untuk melihat fakta dan kenyataan di lapangan. Dia menilai UU Cipta Kerja meresahkan masyarakat, termasuk masyarakat yang terimbas pandemi Covid-19.

"Monggo pak Jokowi, lihat fakta dan kenyataan di lapangan. Omnibus Law membuat keresahan. Kasihan masyarakat yang telah menderita musibah pandemi Covid-19," kata dia.

Pun Mardani meminta Jokowi menerbitkan Peraturan Presiden Pengganti UU (Perppu). Menurut dia, langkah Perppu bukanlah langkah yang buruk.

"Kami berharap dengan segala kebijaksanaan langkah Perppu bukan langkah yang buruk. Kita hadir untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa," tutur Mardani.

Dengan tegas, Mardani juga mendukung segala aksi untuk melindungi. Dia pun kembali menegaskan sikap PKS yang menolak UU Cipta Kerja.

"Ayo segera ambil aksi. Kami mendukung seluruh aksi yang melindungi bangsa yang mensejahterakan bangsa. PKS tegas menolak UU Omnibus Law," ujar Mardani.

baca juga

Untuk diketahui, RUU Cipta kerja telah disahkan oleh DPR bersama Pemerintah. Dari 9 Fraksi yang ada di DPR, dua faksi menolak RUU tersebut.

Adapun dua fraksi yang menolak pembahasan Omnibus Law dilanjutkan adalah Partai Demokrat dan PKS. Sementara tujuh lainnya yakni PDIP, Golkar, Gerindra, NasDem, PKB, PBB, dan PAN ikut berpartisipasi hingga selesai.

Usai mencuat kabar bahwa Partai Demokrat dan PKS menolak Omnibus Law, keduanya lantas banjir apresiasi lantaran dianggap ikut mewakili suara rakyat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hendak Demo ke DPR, Polisi Tangkap 39 Pelajar STM Jakarta

Hendak Demo ke DPR, Polisi Tangkap 39 Pelajar STM Jakarta

News | Rabu, 07 Oktober 2020 | 16:36 WIB

Demo Tolak UU Cipta Kerja, 12 Buruh di Tangerang Reaktif Covid-19

Demo Tolak UU Cipta Kerja, 12 Buruh di Tangerang Reaktif Covid-19

Jakarta | Rabu, 07 Oktober 2020 | 16:27 WIB

Langkah Ini Diprediksi Dilakukan Jokowi Usai Didemo Terus

Langkah Ini Diprediksi Dilakukan Jokowi Usai Didemo Terus

News | Rabu, 07 Oktober 2020 | 16:19 WIB

Pilkada Solo: PKS Masih Bingung Dukung Gibran-Teguh atau Bajo

Pilkada Solo: PKS Masih Bingung Dukung Gibran-Teguh atau Bajo

Jawa Tengah | Rabu, 07 Oktober 2020 | 16:14 WIB

Demo, Buruh Bawa Poster "DPR Nonton Porno Saja daripada Sidang Paripurna"

Demo, Buruh Bawa Poster "DPR Nonton Porno Saja daripada Sidang Paripurna"

Jakarta | Rabu, 07 Oktober 2020 | 16:07 WIB

Kaum Rebahan Sampai Bangkit, Ini 7 Meme Kocak yang Menohok DPR RI

Kaum Rebahan Sampai Bangkit, Ini 7 Meme Kocak yang Menohok DPR RI

News | Rabu, 07 Oktober 2020 | 16:02 WIB

Terkini

Komnas HAM Pantau Dampak Karhutla di Kalimantan, Soroti Hak Kesehatan hingga Pendidikan

Komnas HAM Pantau Dampak Karhutla di Kalimantan, Soroti Hak Kesehatan hingga Pendidikan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:56 WIB

Harga Gas Industri Sempat Tembus US$23, PGN Amankan 20 Kargo LNG

Harga Gas Industri Sempat Tembus US$23, PGN Amankan 20 Kargo LNG

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Yadea GT80 Tembus 182 Kilometer Bromo Hingga Madura Sekali Charge

Yadea GT80 Tembus 182 Kilometer Bromo Hingga Madura Sekali Charge

Otomotif | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Lebih dari 100 Titik Api Kepung Gunung Arjuno, Jalur Pendakian Ditutup

Lebih dari 100 Titik Api Kepung Gunung Arjuno, Jalur Pendakian Ditutup

Foto | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:50 WIB

PDIP Tolak Mentah-mentah Usul Luhut Hapus Kerugian Negara dari Korupsi: Cedera Keadilan Rakyat

PDIP Tolak Mentah-mentah Usul Luhut Hapus Kerugian Negara dari Korupsi: Cedera Keadilan Rakyat

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Bangga Capaian 2 Tahun Memimpin, Prabowo Sindir Kebiasaan Puji Bangsa Lain

Bangga Capaian 2 Tahun Memimpin, Prabowo Sindir Kebiasaan Puji Bangsa Lain

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:46 WIB

Sportwear untuk Olahraga Santai, Nyaman Bergerak Tanpa Ribet

Sportwear untuk Olahraga Santai, Nyaman Bergerak Tanpa Ribet

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Kabut Asap Karhutla Lintas Negara, Aktivis Desak ASEAN Bertindak

Kabut Asap Karhutla Lintas Negara, Aktivis Desak ASEAN Bertindak

Foto | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:42 WIB

Moisturizer Wardah Mana yang Bagus untuk Anti Penuaan? Cek Kandungan dan Ulasannya

Moisturizer Wardah Mana yang Bagus untuk Anti Penuaan? Cek Kandungan dan Ulasannya

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:41 WIB

Prabowo Sebut Kebangkitan Indonesia Kerap Diganggu Asing: Kita Harus Selamatkan Kekayaan Negara

Prabowo Sebut Kebangkitan Indonesia Kerap Diganggu Asing: Kita Harus Selamatkan Kekayaan Negara

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:39 WIB

×