Berlindung di Kampung Warga, Massa Aksi Dekat Istana Ditembaki Gas Air Mata

Reza Gunadha, Muhammad Yasir

Kamis, 08 Oktober 2020 | 16:26 WIB
Berlindung di Kampung Warga, Massa Aksi Dekat Istana Ditembaki Gas Air Mata
Aksi massa damai menolak Undang-Undang Cipta Kerja di Jalanb Medan Merdeka Selatan, jakarta, dipukul mundur aparat kepolisian, Kamis (8/10/2020). [Suara.com/Muhammad Yasir]

Suara.com - Aksi massa damai menolak Undang-Undang Cipta Kerja di Jalanb Medan Merdeka Selatan, jakarta, dipukul mundur aparat kepolisian, Kamis (8/10/2020).

Massa yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan buruh, berlari berpencaran ke sejumlah arah untuk menghindari represifitas polisi.

"Ada yang menyelamatkan diri ke arah depan kantor Bank Indonesia, ada yang ke arah permukiman warga Budi Kemulyaan," kata Yasir, reporter Suara.com di lokasi.

Meski sudah mundur dan lari menyelamatkan diri, massa masih tetap ditembaki polisi memakai gas air mata.

Tak hanya itu, satuan polisi anti huru-hara yang memakai sepeda motor terus merangsek maju memburu demonstran.

Aksi massa damai menolak Undang-Undang Cipta Kerja di Jalanb Medan Merdeka Selatan, jakarta, dipukul mundur aparat kepolisian, Kamis (8/10/2020). [Suara.com/Muhammad Yasir]
Aksi massa damai menolak Undang-Undang Cipta Kerja di Jalanb Medan Merdeka Selatan, jakarta, dipukul mundur aparat kepolisian, Kamis (8/10/2020). [Suara.com/Muhammad Yasir]

Sebelumnya diberitakan Massa unjuk rasa yang tengah berkumpul di Jalan Medan Merdeka Selatan diminta mundur dari lokasi demonstrasi. Anak Sekolah Teknik Mesin (STM) diminta melanjutkan perjuangan massa hari ini.

Pantauan Suara.com, massa yang kebanyakan mahasiswa dari berbagai kampus terpukul mundur oleh kepolisian saat kerusuhan di kawasan patung kuda.

Mereka lantas berkumpul di Jalan Medan Merdeka Selatan depan Balai Kota DKI. Kebanyakan dari massa mahasiswa ini langsung beristirahat sambil tiduran atau sekadar duduk-duduk.

Namun salah satu orator dari mobil komando meminta agar para mahasiswa segera menarik diri. Ia meminta agar massa membiarkan anak STM yang melanjutkan unjuk rasa ini.

baca juga

"Ayo kita mundur hari ini kawan-kawan. Biar anak-anak STM yang melanjutkan perjuangan kita hari ini," kata orator itu, Selasa (8/10/2020).

Memang terlihat para remaja yang diduga siswa STM berpakaian bebas tanpa almamater masih terus maju ke arah kerusuhan di patung kuda. Mereka terus berlarian sambil berteriak untuk melawan pasukan kepolisian.

Kendati demikian, tidak semua mahasiswa memutuskan untuk pulang. Mereka tampa masih maju sambil membuat barisan ke arah patung kuda.

Sementara itu suara tembakan gas air mata terus terdengar dari depan balai kota. Kepolisian dan massa aksi masih terlibat bentrokan.

Massa aksi terlihat mengoleskan pasta gigi di bawah mata untuk menahan efek dari gas air mata. Beberapa yang merasa tak kuat karena gas itu memilih mundur.

Namun setelah beristirahat sebentar, massa mahasiswa khususnya yang diduga siswa STM masih kembali menuju lokasi kerusuhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ikut Aksi Unjuk Rasa, Mahasiswa ini Tidak Lupa Kerjakan Tugas

Ikut Aksi Unjuk Rasa, Mahasiswa ini Tidak Lupa Kerjakan Tugas

Kaltim | Kamis, 08 Oktober 2020 | 16:22 WIB

Dua Unit Damkar Dikerahkan untuk Padamkan Bangunan Terbakar di Malioboro

Dua Unit Damkar Dikerahkan untuk Padamkan Bangunan Terbakar di Malioboro

Jogja | Kamis, 08 Oktober 2020 | 16:22 WIB

Temui Demonstran,Ridwan Kamil Kirim Surat ke Jokowi Minta UU Ciptaker Batal

Temui Demonstran,Ridwan Kamil Kirim Surat ke Jokowi Minta UU Ciptaker Batal

Video | Kamis, 08 Oktober 2020 | 16:15 WIB

Polisi Mulai Tangkapi Massa Aksi Tolak UU Cipta Kerja di Surabaya

Polisi Mulai Tangkapi Massa Aksi Tolak UU Cipta Kerja di Surabaya

Jatim | Kamis, 08 Oktober 2020 | 16:12 WIB

Kocar-kacir Ditembaki Gas Air Mata, Orator: Mundur Dulu, Rapatkan Barisan

Kocar-kacir Ditembaki Gas Air Mata, Orator: Mundur Dulu, Rapatkan Barisan

Jakarta | Kamis, 08 Oktober 2020 | 16:11 WIB

Kisah Cewek Ketemu 'Malaikat' saat Ikut Aksi Tolak UU Cipta Kerja

Kisah Cewek Ketemu 'Malaikat' saat Ikut Aksi Tolak UU Cipta Kerja

News | Kamis, 08 Oktober 2020 | 16:14 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×