Kalahkan Susi dan Sri Mulyani, Najwa Shihab Jadi Wanita Paling Dikagumi

Dany Garjito, Chyntia Sami Bhayangkara

Minggu, 11 Oktober 2020 | 10:20 WIB
Kalahkan Susi dan Sri Mulyani, Najwa Shihab Jadi Wanita Paling Dikagumi
Najwa Shihab [Instagram]

Suara.com - Presenter Najwa Shihab jadi wanita paling dikagumi di Indonesia 2020. Ia berhasil mengalahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani hingga penyanyi dunia Taylor Swift.

Dari hasil survei YouGov dikutip dari laman YouGov.co, Minggu (11/10/2020), Najwa Shihab menduduki daftar teratas sebagai wanita paling dikagumi di Indonesia 2020. Ia mendapatkan perolehan suara sebanyak 18,52 persen.

Perolehan suara tersebut mengalahkan eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang sebelumnya menjadi wanita paling dikagumi di Indonesia 2019.

Pemilik Susi Air itu kini duduk di posisi kedua dengan mendapatkan perolehan suara sebesar 17.53 persen.

Di posisi ketiga ada Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan perolehan suara sebesar 9,56 persen. Selanjutnya, ada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dengan perolehan 8,01 persen.

Di posisi kelima ada Taylor Swift dengan suara 4,41 persen, disusul Oprah Winfrey dengan perolehan 3,71 persen dan Emma Watson sebesasr 3,55 persen.

Pada posisi ke sembilan ada Michelle Obama dengan perolehan suara 3,24 persen dan Ratu Elizabeth II sebesar 3,03 persen.

Adapun untuk daftar pria paling dikagumi di Indonesia 2020, Presiden Joko Widodo berhasil menduduki posisi teratas dengan perolehan 13,38 persen.

Pada posisi kedua disusul Ustaz Abdul Somad dengan perolehan 8,0 persen kemudian disusul Cristiano Ronaldo pada posisi 7,51 persen.

baca juga

Di posisi keempat ada Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) dengan perolehan 6,9 persen.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berada di urutan buncit yakni posisi sembilan dengan perolehan 4,0 persen.

Wawancarai Kursi Kosong Terawan

Nama Najwa Shihab kembali menjadi perbincangan hangat usai melakukan wawancara kursi kosong dalam tayangan Mata Najwa beberapa waktu lalu.

Dalam acara itu, Najwa terpaksa mewawancarai kursi kosong yang seharusnya diperuntukkan Terawan.

Terawan menolak untuk datang memenuhi undangan hadir sebagai pembicara di tayangan Mata Najwa yang dipandu oleh Najwa Shihab.

Karena sudah berulang kali Najwa Shihab mengundang Terawan dan tak kunjung datang, Najwa memberikan kursi dan panggungnya kepada tokoh yang selama ini diharapkan hadir memberikan penjelasan.

Dengan adegan seolah-olah Menteri Terawan ada di depannya, Najwa kemudian menghujani beragam pertanyaan kepada kursi kosong yang ada di depannya.

Dilaporkan ke Polisi

Kelompok Relawan Jokowi melaporkan Najwa Shihab yang dinilai telah merundung Menkes Terawan. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum Relawan Jokowi Bersatu, Silvia Devi Sombarto.

"Kejadian wawancara kursi kosong Najwa Shihab melukai hati kami sebagai pembela presiden, karena Menkes Terawan adalah representasi dari Presiden Joko Widodo dan saatnya kami relawan bersuara karena kami takutkan kejadian Najwa Shihab akan berulang," jelasnya.

Silvia juga mengaku bahwa apa yang dilakukan oleh pihaknya tersebut tidak diketahui oleh Menkes Terawan. Ia berdalih bahwa laporan itu dibuat atas dorongan mandiri selaku relawan Jokowi.

"Menteri ini adalah representasi dari Jokowi dan Presiden Jokowi adalah kami relawannya. Jadi apapun yang terjadi dengan presiden dan pembantunya ya kami harus bersuara," tutur Silvia.

Laporan Relawan Jokowi Bersatu tersebut telah diterima leh pihak Polda Metro Jaya. Namun, Polda Metro Jaya menolak laporan Relawan Jokowi Bersatu tersebut.

Polisi mengarahkan relawan Jokowi melaporkan perkara itu ke Dewan Pers, karena bukan ranah penyelidikan kepolisian.

Makna Wawancara Kursi Kosong

Najwa Shihab menjelaskan alasan ia menayangkan sesi wawancara kursi kosong yang seharusnya diisi oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

"Tayangan kursi kosong diniatkan mengundang pejabat publik menjelaskan kebijakan-kebijakannya terkait penanganan pandemi," tuturnya.

Penjelasan tersebut tak harus disampaikan di Mata Najwa, melainkan bisa dimanapun. Meski demikian, saat kasus Covid-19 kian meningkat, Terawan justru menghilang dari peredaran.

Terlebih, dari waktu ke waktu, makin banyak pihak yang bertanya ihwal kehadiran dan proporsi Menteri Kesehatan dalam penanganan pandemi.

"Faktor-faktor itulah yang mendorong saya membuat tayangan yang muncul di kanal Youtube dan media sosial Narasi," ungkap Nana.

Menurut Nana, media massa yang bertugas sebagai 'anjing penjaga' wajib memberikan ruang untuk mendiskusikan dan mengawasi kebijakan publik.

Pertanyaan yang dilontarkan oleh Nana dalam acara wawancara kursi kosong juga ia dapat dari publik, mulai dari ahli atau lembaga yang fokus menangani pandemi hingga warga biasa.

"Itu semua adalah usaha memerankan fungsi media sesuai UU pers, yaitu 'mengembangkan pendapat umum' dan 'melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum'" papar Nana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gempar Tulisan Minta Tolong, Najwa Shihab Ungkap Kondisinya

Gempar Tulisan Minta Tolong, Najwa Shihab Ungkap Kondisinya

Jogja | Sabtu, 10 Oktober 2020 | 21:33 WIB

Najwa Shihab Minta Tolong Lewat Kertas saat Live Acara? Ini Klarifikasinya

Najwa Shihab Minta Tolong Lewat Kertas saat Live Acara? Ini Klarifikasinya

News | Sabtu, 10 Oktober 2020 | 19:04 WIB

Najwa Shihab Sindir Halus Puan Maharani yang Matikan Mic?

Najwa Shihab Sindir Halus Puan Maharani yang Matikan Mic?

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2020 | 16:18 WIB

Terkini

Siapa Sosok Angga? Pihak Swasta yang Diduga 'Setir' Audit BPK di Muara Enim

Siapa Sosok Angga? Pihak Swasta yang Diduga 'Setir' Audit BPK di Muara Enim

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 06:28 WIB

Iran Bantah Donald Trump: Tidak Ada Mata-mata Amerika Serikat Dibebaskan dari Penjara

Iran Bantah Donald Trump: Tidak Ada Mata-mata Amerika Serikat Dibebaskan dari Penjara

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 06:21 WIB

Perang di Selat Hormuz Makin Menggila, Ledakan Beruntun Guncang Kota Besar Iran

Perang di Selat Hormuz Makin Menggila, Ledakan Beruntun Guncang Kota Besar Iran

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 06:09 WIB

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:57 WIB

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:38 WIB

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

×