Istana Balas KAMI: Spanduk Dilarang Makan Bakso, yang Bikin Tukang Bakso?

Selasa, 13 Oktober 2020 | 18:26 WIB
Istana Balas KAMI: Spanduk Dilarang Makan Bakso, yang Bikin Tukang Bakso?
Penampakan spanduk bertuliskan KAMI Terbukti MENUNGGANGI AKSI DEMO BURUH & PELAJAR terpasang di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat. hari ini. (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) mencurigai spanduk bertuliskan "KAMI Terbukti MENUNGGANGI AKSI DEMO BURUH & PELAJAR" yang terpasang di sepanjang Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2020) berasal dari ring satu kantor Istana Kepresidenan.

Menanggapi hal tersebut, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian menilai kecurigaan KAMI tidak masuk logika.

Dia menganggap tidak bisa disimpulkan spanduk tersebut dibuat pihak Istana karena lokasinya berada di dekat kantor Presiden Joko Widodo.

"Jadi tidak bisa itu logikanya terbalik, logikanya bermasalah. Tidak bisa kemudian disimpulkan serta merta karena spanduknya yang dekat Istana yang buat Istana," ujar Donny saat dihubungi Suara.com, Selasa (13/10/2020).

Ia pun mengibaratkan spanduk larangan makan bakso di dekat tukang bakso dibuat oleh tukang bakso. Begitu juga spanduk tersebut yang berada di dekat Istana, tidak bisa disimpulkan dibuat oleh pihak Istana.

"Tidak bisa kemudian spanduk dekat Istana yang buat Istana. Kayak ada misalnya spanduk dilarang makan bakso, dekat tukang bakso, yang buat tukang bakso? Kan enggak mungkin, ya kan," ucap dia.

Donny mempertanyakan pihak Istana mana yang membuat spanduk tersebut.

"Istana yang mana dan buat apa, buat apa Istana bersusah-susah membuat spanduk untuk hal yang sudah diserahkan kepada aparat penegak hukum," katanya.

Sebelumnya, KAMI membantah pesan dalam spanduk di dekat Istana Negara, Jakarta Pusat yang menuding telah menunggangi aksi demonstrasi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Baca Juga: Massa 1310 Tolak Ciptaker Tuntut Jokowi Mundur, Istana: Kelewatan!

Komite Eksekutif KAMI, Ahmad Yani menduga spanduk itu berasal dari orang-orang di pemerintahan, sebab terpasang di ring satu kantor presiden.

"Kami minta usut tuntas, tidak usahlah buat lapor-laporan, ngapain, kami sudah klarifikasi bahwa itu pasti ada orang yang membunuh karakter KAMI, itu kan daerah ring satu, siapa lagi yang bisa masang di ring satu itu?" kata Ahmad Yani saat dihubungi Suara.com, Senin.

Menurutnya, KAMI memang mendukung gerakan elemen masyarakat khususnya buruh dan mahasiswa yang menolak keras pengesahan UU Cipta Kerja, tapi bukan berarti menunggangi aksi mereka.

"KAMI yakin anarkis itu bukan dilakukan gerakan mahasiswa dan buruh," tegasnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI