8 Aktivis KAMI Ditangkap Polisi, Gatot Nurmantyo di Mana?

Reza Gunadha, BBC

Selasa, 13 Oktober 2020 | 18:42 WIB
8 Aktivis KAMI Ditangkap Polisi, Gatot Nurmantyo di Mana?
Unggahan Instagram Gatot Nurmantyo. (Instagram/@nurmantyo_gatot)

Suara.com - Sejumlah anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia alias KAMI ditangkap polisi, Selasa (13/10/2020), terkait demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja pekan lalu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Awi Setiono mengonfirmasi, keempat anggota KAMI di Medan dan empat di Jakarta telah ditangkap tim siber Bareskrim.

Penangkapan anggota KAMI, salah satu kelompok yang kritis terhadap pemerintah, terjadi di tengah polemik soal "aktor intelektual" di balik kerusuhan dalam unjuk rasa menentang omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja.

KAMI membantah tudingan bahwa mereka berperan dalam kerusuhan, menyebut penangkapan ini merupakan bagian dari "pola lama" mengambinghitamkan kelompok yang berseberangan dengan pemerintah.

Siapa saja yang ditangkap dan apa alasannya?

Melalui pesan teks kepada BBC News Indonesia, Brigjen Awi Setiono mengungkapkan nama-nama anggota KAMI yang ditangkap tim siber Bareskrim.

Mereka adalah Juliana, Devi, Khairi Amri, dan Wahyu Rasari Putri dari KAMI Medan; Anton Permana, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan Kingkin di KAMI Jakarta.

Sebelumnya, kepolisian mengatakan kepada media bahwa Anton Permana ditangkap pada hari Senin, sedangkan Jumhur dan Syahganda pada hari Selasa.

Khairi Amri ditangkap Polrestabes Medan pada hari Senin. Adapun waktu penangkapan anggota lainnya belum diungkap.

Awi membenarkan bahwa penangkapan mereka terkait dengan demonstrasi besar menolak RUU Cipta Kerja pekan lalu.

baca juga

Awi juga mengungkap bahwa mereka ditangkap atas sangkaan "memberikan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu atau kelompok tertentu berdasarkan SARA dan penghasutan".

Ketua Komite Eksekutif KAMI, Ahmad Yani mengatakan belum tahu alasan penangkapan Syahganda dan Jumhur. Adapun penangkapan Anton, diduga karena unggahan di media sosial - namun ia belum bisa memastikan isi unggahan tersebut.

Apa tanggapan KAMI?

Hingga kekinian, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang beken sebagai pentolan KAMI belum memberikan pernyataan.

Sementara aktivis KAMI lainnya, Ahmad Yani, mempertanyakan penangkapan sejumlah anggota KAMI oleh polisi.

Ia juga secara khusus mengungkapkan kekhawatiran atas kondisi Jumhur, yang disebutnya baru keluar dari rumah sakit setelah menjalani operasi empedu.

Ia membantah bahwa kelompoknya punya andil dalam kerusuhan di ujung demo menolak omnibus law, mengklaim bahwa mereka adalah "gerakan moral, gerakan intelektual" yang sangat menentang kekerasan.

Lebih jauh, Ahmad menyebut penangkapan anggota KAMI sebagai "pola lama" dari upaya mendiskreditkan gerakan yang kritis terhadap pemerintah.

"Ada gerakan massa, setelah itu ada [tindakan] anarkis; bukannya mengusut anarkis itu tapi malah mencari kambing [hitam], ditujukan kepada pihak-pihak seperti KAMI ini," ujarnya.

Pada Kamis pekan lalu, Menkopolhukam Mahfud MD menyatakan akan menindak tegas hal yang disebutnya "aktor intelektual dan pelaku aksi-aksi anarkis dan berbentuk kriminal" dalam demonstrasi menolak UU Cipta Kerja.

Mahfud tidak menjelaskan lebih lanjut siapa yang dimaksud dengan "aktor intelektual" itu, namun tuduhan seperti ini berulangkali dibantah oleh pimpinan buruh dan mahasiswa.

Bagaimanapun, polemik tentang keberadaan aktor intelektual di balik demonstrasi menolak UU Cipta Kerja yang diwarnai kerusuhan di sejumlah daerah terus bergulir.

Kemarin, Susilo Bambang Yudhoyono, ketua majelis tinggi Partai Demokrat yang menolak UU Cipta Kerja di parlemen, membantah mensponsori aksi massa.

Mantan presiden RI itu meminta pemerintah segera mengungkap siapa aktor yang disebut-sebut "menunggangi" demonstrasi.

"Kalau tidak (disebutkan aktor intelektual itu), nanti dikira negaranya melakukan hoaks, tidak bagus, karena kita harus percaya dengan pemerintah kita," kata SBY dalam video tanya jawab yang diunggah di laman Facebook resminya.

Pada hari Senin, ditemukan sejumlah spanduk yang menuduh KAMI menunggangi aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Sementara spanduk bertulisan "KAMI Terbukti Menunggangi Aksi Demo Buruh & Pelajar" sudah terpasang sebelum massa Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) menggelar aksi di lokasi tersebut.

Ketua Komite Eksekutif KAMI, Ahmad Yani membantah tudingan itu. "Kalau kesamaan ide bahwa kita menolak undang-undang omnibus law iya. Pertanyaannya, apakah kita melawan hukum kalau kita menolak itu? ... Hak menyatakan pendapat kan boleh," ujarnya.

Siapa KAMI?

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia dideklarasikan pada bulan Agustus lalu. Gerakan ini diinisiasi antara lain oleh Din Syamsyudin.

Beberapa orang yang ikut mendirikan kelompok ini pernah mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2019, seperti Said Didu, Malem Sambat Kaban, Rocky Gerung, dan Ichsanuddin Noorsy.

Ada pula Gatot Nurmantyo, mantan Panglima TNI yang pernah mendapat dukungan untuk menjadi bakal calon presiden pada Pilpres 2019.

Namun demikian, mereka membantah memiliki motif politik terkait pemilu 2024 mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tokoh dan Aktifis KAMI Ditangkap Polisi, KSP: Tidak Mungkin Salah Tangkap

Tokoh dan Aktifis KAMI Ditangkap Polisi, KSP: Tidak Mungkin Salah Tangkap

News | Selasa, 13 Oktober 2020 | 17:54 WIB

KAMI Bakal Dampingi Pemeriksaan Anggotanya Yang Ditangkap di Mabes Polri

KAMI Bakal Dampingi Pemeriksaan Anggotanya Yang Ditangkap di Mabes Polri

News | Selasa, 13 Oktober 2020 | 16:07 WIB

Tokoh KAMI Ditangkapi, Natalius Meradang

Tokoh KAMI Ditangkapi, Natalius Meradang

News | Selasa, 13 Oktober 2020 | 14:40 WIB

Dituduh Pemecah Belah, KAMI Riau: Atau Kelompok Lain yang Bayaran?

Dituduh Pemecah Belah, KAMI Riau: Atau Kelompok Lain yang Bayaran?

Riau | Selasa, 13 Oktober 2020 | 13:29 WIB

Profil Syahganda Nainggolan, Sekretaris Eksekutif KAMI Ditangkap Polisi

Profil Syahganda Nainggolan, Sekretaris Eksekutif KAMI Ditangkap Polisi

News | Selasa, 13 Oktober 2020 | 13:01 WIB

Petinggi KAMI Ditangkap, Fadli Zon: Malu Kita Menyebut Negara Demokrasi

Petinggi KAMI Ditangkap, Fadli Zon: Malu Kita Menyebut Negara Demokrasi

News | Selasa, 13 Oktober 2020 | 12:44 WIB

Sosok Syahganda Pernah Jadi Komisaris Era SBY sampai Heboh @Triomacan2000

Sosok Syahganda Pernah Jadi Komisaris Era SBY sampai Heboh @Triomacan2000

Jakarta | Selasa, 13 Oktober 2020 | 12:31 WIB

Dalam 7 Hari, Para Petinggi KAMI Ini Dikabarkan Ditangkap Polisi

Dalam 7 Hari, Para Petinggi KAMI Ini Dikabarkan Ditangkap Polisi

Riau | Selasa, 13 Oktober 2020 | 11:47 WIB

Polri Tangkapi Tokoh KAMI: Jumhur Tadi Pagi, Anton Permana Kemarin

Polri Tangkapi Tokoh KAMI: Jumhur Tadi Pagi, Anton Permana Kemarin

News | Selasa, 13 Oktober 2020 | 11:42 WIB

Terkini

Bidpropam Polda Jabar Turun Tangan Usut Dugaan Pelanggaran di Polres Sukabumi

Bidpropam Polda Jabar Turun Tangan Usut Dugaan Pelanggaran di Polres Sukabumi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 21:17 WIB

Presiden Kena Sadap, Pemerintah Didesak Perketat Regulasi Hingga Pengawasan Penyadapan

Presiden Kena Sadap, Pemerintah Didesak Perketat Regulasi Hingga Pengawasan Penyadapan

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:15 WIB

Kakorlantas dan Astamaops Polri Cek 3 Pelabuhan di Cilegon, Pastikan Kesiapan Pengamanan Nataru

Kakorlantas dan Astamaops Polri Cek 3 Pelabuhan di Cilegon, Pastikan Kesiapan Pengamanan Nataru

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 21:08 WIB

Izin Penyadapan Ilegal hingga Penghapusan Data, Irjen Slamet Uliandi Terancam 10 Tahun Penjara

Izin Penyadapan Ilegal hingga Penghapusan Data, Irjen Slamet Uliandi Terancam 10 Tahun Penjara

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:00 WIB

Bye Kusam dan PIH! 4 Moisturizer Alpha Arbutin Cuma di Bawah Rp50 Ribuan

Bye Kusam dan PIH! 4 Moisturizer Alpha Arbutin Cuma di Bawah Rp50 Ribuan

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 21:00 WIB

7 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil atau Motor Tapi Selamat

7 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil atau Motor Tapi Selamat

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 20:55 WIB

Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?

Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:54 WIB

Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan

Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:45 WIB

Pemerintah Desak Bank MNC Penuhi Hak Nasabah

Pemerintah Desak Bank MNC Penuhi Hak Nasabah

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 20:43 WIB

Keysha Angelica Riset Gestur Pelakor Lewat Medsos demi Peran Citra di Kesetiaan

Keysha Angelica Riset Gestur Pelakor Lewat Medsos demi Peran Citra di Kesetiaan

Entertainment | Kamis, 05 November 2026 | 20:40 WIB

×