Kisah Penyintas Covid, Percaya Konspirasi sampai Yakin Segera Dipanggil-Nya

Siswanto

Rabu, 14 Oktober 2020 | 13:31 WIB
Kisah Penyintas Covid, Percaya Konspirasi sampai Yakin Segera Dipanggil-Nya
Ilustrasi petugas medis Covid-19. [Suara.com/Eko Faizin]

Suara.com - Imam Teguh Saptono semula sangat yakin pandemi Covid-19 merupakan kejadian yang direncanakan, buah dari upaya modifikasi virus yang dilakukan oleh manusia guna menghasilkan senjata biologi untuk kepentingan suatu kelompok.

Dia bukannya tidak percaya bahwa Covid-19 itu ada. Tapi dia termasuk orang yang meyakini adanya konspirasi di balik persebaran virus SARS CoV-2 yang menyebabkan penyakit tersebut. Dia juga menganggap SARS-CoV-2 tidak terlalu berbahaya sebagaimana yang diwartakan oleh media-media massa.

Selain itu, alumni Institut Pertanian Bogor tersebut merasa aman dari virus corona karena disiplin menjalankan protokol kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat semenjak menderita penyakit akibat perlemakan hati beberapa tahun lalu.

Ketika dikonfirmasi positif Covid-19 pun, Imam masih merasakan penolakan di dalam dirinya karena merasa bisa menghindari penyakit itu setelah rutin berolahraga, minum berbagai macam vitamin dan obat-obatan herbal, makan sehat, dan disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Namun dia kemudian merasakan bagaimana virus corona tipe baru mengobrak-abrik sistem pertahanan tubuhnya dan membuat dia merasa sudah berada dekat dengan maut. Infeksi virus itu membuat dia demam dan menggigil hebat serta menghadapi sindrom badai sitokin.

"Dokter bilang saya terkena badai sitokin sindrom," kata Imam, Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia yang termasuk anggota "alumni Covid-19 angkatan ventilator."

Badai sitokin terjadi akibat respons sistem imun terhadap infeksi yang tidak berjalan sebagaimana semestinya. Kondisi tersebut bisa menimbulkan penurunan fungsi paru-paru sehingga pasien membutuhkan ventilator untuk bernafas.

Pada hari keenam setelah dinyatakan positif terserang Covid-19, Imam harus menjalani perawatan di rumah sakit. Ia mengalami sesak nafas dengan saturasi oksigen dalam darah 92 persen sehingga membutuhkan asupan oksigen dengan kekuatan embusan level tiga.

Kondisi Imam selanjutnya makin memburuk. Dia mengalami diare hebat selama berhari-hari sehingga tubuhnya kekurangan cairan dan kelelahan karena hanya bisa tidur selama dua jam sehari, itu pun tidak nyenyak, dengan bantuan obat tidur.

baca juga

Pada hari ke-13, Imam dipindahkan ke ruangan perawatan intensif karena laju endap darahnya enam kali lipat di atas normal dan saturasi oksigen dalam darahnya menurun menjadi 85 persen dari batas minimal 95 persen. Di samping itu, Imam amat sangat kelelahan sampai mengangkat tangan saja tidak bisa.

"Dokter memutuskan untuk memasang ventilator. Pada saat itulah saya berpikir saya akan dipanggil," kata Imam.

Imam pun kemudian bertanya tentang hari, karena berharap dipanggil oleh Sang Maha Kuasa pada Jumat, dan menelpon isterinya untuk berpamitan serta memohon doa.

Hal terakhir yang dia ingat mengenai peristiwa itu adalah dokter meminta izin untuk menyuntikkan obat bius. Saat efek obat bius hilang, dia merasakan pengalaman terburuk.

Imam sadar kedua tangannya diikat keras pada tempat tidur, selang, dan pipa masuk ke dalam tubuhnya melalui mulut dan tenggorokan. Dia mendengar dengan jelas bunyi ventilator yang bekerja menggantikan fungsi paru-parunya dan berkontribusi 80 persen terhadap kelangsungan hidupnya. Dia merasa sakit dan amat sangat tidak nyaman.

Seorang perawat lantas datang menghampiri Imam dan menjelaskan mengenai apa yang terjadi padanya.

"Pak Imam maaf tangannya diikat ya agar alat tetap bekerja dengan normal, ikuti saja ritme dari mesin, jangan panik, bapak berdoa saja, istighfar," kata Imam mengutip penjelasan si perawat.

Pada saat itu Imam merasa berada di titik terendah dalam hidupnya sebagai manusia, tidak berdaya sama sekali. Dia memikirkan apa yang telah dia lakukan selama hidup di dunia, hal-hal buruk yang pernah dilakukan, dan apakah laku hidupnya sudah cukup bermanfaat bagi orang lain.

Pada hari berikutnya secercah harapannya muncul ketika seorang perawat datang membawakan gawai kecil yang berisikan rekaman video dan suara dari teman-temannya dari SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, tempat kerja pertama, tempat kerja kedua, dan rekan-rekan lain yang menyemangati dan mendoakan dia cepat pulih.

"Entah istri saya bagaimana cara mendapatkan rekaman itu semua, tapi di situlah saya merasa optimis," kata Imam.

Selama sakit, Imam mengaku mendapatkan perawatan tambahan berupa injeksi antibodi ke dalam tubuh untuk melawan virus yang biayanya tidak ditanggung oleh pemerintah.

Imam bebas dari ventilator dalam waktu tidak lebih dari empat hari. "Dokter bilang ini rekor penggunaan ventilator tercepat pada kondisi terburuk. Dan dokter bilang, bapak termasuk tiga dari lima orang yang bangun setelah dipasang ventilator," kata Imam.

Penderita Covid-19 yang lolos dari kondisi kritis menghadapi dua kemungkinan, paru-parunya pulih dalam masa tiga hingga enam bulan atau mengalami cacat. Imam sampai sekarang masih berada dalam tahap pemulihan paru-paru.

Setelah apa yang dia alami, Imam menyampaikan pesan kepada semua orang agar tidak meremehkan Covid-19, namun juga tidak terlalu paranoid akibat penyakit tersebut.

"Disiplin jalankan prinsip 3M, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan sabun. Terapkan protokol kesehatan secara disiplin sebagai ikhtiar dan rasa syukur akan kesehatan agar terhindar dari penyakit berbahaya," demikian pesan Imam. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

The Manipulated: Ketika Pria Lugu Melawan Konspirasi Kejam, Penuh Aksi dan Kritik Sosial

The Manipulated: Ketika Pria Lugu Melawan Konspirasi Kejam, Penuh Aksi dan Kritik Sosial

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:50 WIB

Are You Afraid of the Dark? Ketika Ambisi Berubah Jadi Konspirasi Mematikan

Are You Afraid of the Dark? Ketika Ambisi Berubah Jadi Konspirasi Mematikan

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:00 WIB

Ulasan Novel Negara Kelima, Menguak Konspirasi Gelap Kelompok Aparat Korup

Ulasan Novel Negara Kelima, Menguak Konspirasi Gelap Kelompok Aparat Korup

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 11:30 WIB

Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?

Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:35 WIB

Novel "Trex": Ketika Implan Otak Menjadi Awal Sebuah Konspirasi

Novel "Trex": Ketika Implan Otak Menjadi Awal Sebuah Konspirasi

Your Say | Kamis, 09 Juli 2026 | 11:45 WIB

Review Jujur The Prodigy: Saat Kejeniusan Berubah Menjadi Senjata Mematikan

Review Jujur The Prodigy: Saat Kejeniusan Berubah Menjadi Senjata Mematikan

Your Say | Rabu, 08 Juli 2026 | 15:51 WIB

Mengenal Teori Konspirasi 27 Club: Sederet Musisi Meninggal di Usia 27 Tahun Bukan Kebetulan

Mengenal Teori Konspirasi 27 Club: Sederet Musisi Meninggal di Usia 27 Tahun Bukan Kebetulan

Entertainment | Kamis, 04 Juni 2026 | 13:47 WIB

Tom Clancy's Jack Ryan: Ghost War, Konspirasi Kelam di Balik Tabir Rahasia!

Tom Clancy's Jack Ryan: Ghost War, Konspirasi Kelam di Balik Tabir Rahasia!

Your Say | Rabu, 27 Mei 2026 | 17:00 WIB

Citadel Season 2: Hadir dengan Konspirasi Manticore yang Semakin Rumit!

Citadel Season 2: Hadir dengan Konspirasi Manticore yang Semakin Rumit!

Your Say | Selasa, 26 Mei 2026 | 13:00 WIB

Teori Konspirasi Misteri Kematian dan Hilangnya Ilmuwan Riset Sensitif di AS

Teori Konspirasi Misteri Kematian dan Hilangnya Ilmuwan Riset Sensitif di AS

News | Jum'at, 24 April 2026 | 14:41 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×