Pandemi Covid-19 di Spanyol: Kasus Anak Keracunan Hand Sanitizer Meroket

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Kamis, 15 Oktober 2020 | 13:32 WIB
Pandemi Covid-19 di Spanyol: Kasus Anak Keracunan Hand Sanitizer Meroket
Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)

Suara.com - Kasus keracunan hand sanitizer di kalangan anak-anak di Spanyol semakin meroket di tengah pandemi virus corona.

Menyadur Channel News Asia, Kamis (15/10/2020), jumlah anak-anak yang dirawat di rumah sakit akibat menelan gel cairan pembersih tangan pun semakin meningkat.

Institut Toksikologi dan Forensik Nasional Spanyol pada Rabu (14/10), melaporkan total keracunan sepanjang 2020 ini mencapai 874, hampir 10 kali lipat dari jumlah yang dilaporkan pada 2019.

Anak-anak, terutama balita, menyumbang hampri dua pertiga dari total kasus. Sebagian besar keracunan akibat menelan hand sanitizer, sementara sisanya terkena di mata atau mabuk setelah menghirup produk.

Sementara, empat atau lima kasus keracunan hand sanitizer terjadi di kalangan orang dewasa. Kementerian Kehakiman Spanyol mengatakan sejauh ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Ilustrasi Anak Pakai Hand Sanitizer. (Shutterstock)
Ilustrasi Anak Pakai Hand Sanitizer. (Shutterstock)

Adapun sekitar 80 persen merupakan kasus dengan gejala ringan yang pulih dalam waktu singkat.

Spanyol menyediakan fasilitas hand sanitizer di sejumlah fasilitas publik seperti stasiun kereta, toko, sekolah, dan kamar mandi umum.

Berbagai institusi kesehatan di seluruh dunia telah memperingatkan masyarakat untuk berhati-hati saat menggunakan maupun menyimpan hand sanitizer karena produk itu mengandung bahan disinfektan berancun, seperti metil alkohol.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS pada Agustus, memperingatkan konsumen agar tidak mengemas hand sanitizer di tempat makanan anak-anak dan botol minuman, mengimbau agar tidak menggunakan pemberish tangan rasa makanan karena meningkatkan risiko tertelan pada anak.

Berdasarkan Worldometer, Kamis (15/10), Spanyol yang disebutkan menjadi negara paling terpukul pandemi di Eropa Barat, telah mencatatkan total 937.311 infeksi virus corona dengan 33.413 kematian.

Gejala paling umum dari keracunan hand sanitizer adalah iritasi saluran pencernaan, muntah, diare, batuk, mata merah, penglihatan kabur, hingga keluar air mata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dikira Hand Sanitizer, Anak Perempuan Ini Bawa Pelumas Seks ke Sekolah

Dikira Hand Sanitizer, Anak Perempuan Ini Bawa Pelumas Seks ke Sekolah

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2020 | 11:02 WIB

Videografis: Kesalahan dalam Pemakaian Hand Sanitizer

Videografis: Kesalahan dalam Pemakaian Hand Sanitizer

Video | Minggu, 11 Oktober 2020 | 12:00 WIB

Tertipu Kemasan, Seorang Nenek Suapi Cucunya Pakai Cairan Hand Sanitizer

Tertipu Kemasan, Seorang Nenek Suapi Cucunya Pakai Cairan Hand Sanitizer

News | Kamis, 24 September 2020 | 08:37 WIB

Terkini

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB

Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action

Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:00 WIB

Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi

Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:42 WIB

Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!

Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:33 WIB

Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia

Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:30 WIB