Mahfud MD Tahu Dalang Aksi UU Ciptaker, Wasekjen PD: Kenapa Tak Diproses?

Rifan Aditya , Hernawan

Jum'at, 16 Oktober 2020 | 08:13 WIB
Mahfud MD Tahu Dalang Aksi UU Ciptaker, Wasekjen PD: Kenapa Tak Diproses?
Renanda Bachtar Desak Pemerintah Umumkan dan Proses Dalang Aksi Omibus Law (YouTube Apa Kabar Indonesia TV One).

Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Renanda Bachtar mendesak pemerintah untuk segera memproses dalang aksi tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Menurut Renanda Bachtar, suasana saat ini sedang gaduh karena berbagai pihak saling menuduh.

Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Renanda Bachtar dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam yang video tayangannya sudah diunggah di kanal YouTube Apa Kabar Indonesia TV One, Kamis (15/10/2020).

"Beberapa aparat pemerintah mengakui sudah tahu dalang-dalang dibalik aksi kemarin. Bersama dengan itu beredar disinformasi terutama yang mengatakan bahwa pelakunya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Memang bukan dari pemerintah, tetapi di Media Sosial," ujar Renanda Bachtar seperti dikutip Suara.com, Jumat (16/10/2020).

"Tentu jadi pertanyaan bagi kita semua, siapa sebenarnya yang dimaksud oleh pemerintah ini?" imbuhnya.

Renanda Bachtar Desak Pemerintah Umumkan dan Proses Dalang Aksi Omibus Law (YouTube Apa Kabar Indonesia TV One).
Renanda Bachtar Desak Pemerintah Umumkan dan Proses Dalang Aksi Omibus Law (YouTube Apa Kabar Indonesia TV One).

Renanda Bachtar dalam kesempatan tersebut pun menuturkan bahwa asal muasal kegaduhan ini berasal dari pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja yang menuai protes dari berbagai kalangan.

Menurutnya, para pengunjuk rasa yang turun ke lapangan tidak seluruhnya ditumpangi. Sebab mereka benar-benar menyuarakan suara kegelisahannya.

"Sebenarnya ini kan disinformasi akibat tidak jelasnya draft naskah final UU Omnibus Law Cipta Kerja sehingga terjadi perang hoaks. Ini yang jadi masalah karena tidak ada rujukan juga dari pemerintah mana draft final yang asli," ungkapnya.

"Ini menghina pihak yang ingin menuntut perbaikan hidupnya dari UU Omnibus Law Cipta Kerja ini," tukas Renanda Bachtar Lanjut.

baca juga

Dalam kesempatan tersebut, Renanda Bachtar pun bercerita soal kabar tuduhan yang menyebut sosok Presiden Keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

Renanda Bachtar mengatakan Susilo Bambang Yudhoyono selalu mengikuti perkembangan informasi yang beredar. Bahkan ia tahu di media sosial namanya dan Agus Harimurti Yudhoyono disebut-sebut mendalangi aksi tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja ini.

Ia pun bercerita saat Susilo Bambang Yudhoyono berbincang santai dengannya dan sejumlah politisi Partai Demokrat lainnya.

"Ada obrolan santai, SBY ditanya 'Pak apakah yang dimaksud Bapak?'. Sby pun menjawab 'mudah-mudahan tidak. Saya tidak yakin Pak Airlangga atau Pak Luhut atau siapapun menganggap saya di belakang itu'," kata Renanda Bachtar.

"Itu sangat menciderai nurani saya, sedih saya," sambungnya.

Oleh sebab itu, Renanda Bachtar kemudian kembali mendesak agar pemerintah mengungkap dalang dibalik aksi tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Syahganda dan Jumhur Jadi Tersangka, Rachland: Gampang Uji Kebenarannya

Syahganda dan Jumhur Jadi Tersangka, Rachland: Gampang Uji Kebenarannya

News | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 06:41 WIB

Isi WAG KAMI Ngeri, Buat Skenario Mirip 98, Ajak Preman Jarah Toko Tionghoa

Isi WAG KAMI Ngeri, Buat Skenario Mirip 98, Ajak Preman Jarah Toko Tionghoa

News | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 07:00 WIB

Polisi Sebut Aktivis ITB Era 80an Unggah Ujaran Kebencian via Twitter

Polisi Sebut Aktivis ITB Era 80an Unggah Ujaran Kebencian via Twitter

Jabar | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 07:05 WIB

Terkini

Warga Protes MBG di Kudus, SPPG Minim Libatkan UMKM Lokal

Warga Protes MBG di Kudus, SPPG Minim Libatkan UMKM Lokal

News | Senin, 14 September 2026 | 17:23 WIB

Menangkis Label Generasi Sial, Gen Z Impact Fest Bedah Ketahanan Finansial

Menangkis Label Generasi Sial, Gen Z Impact Fest Bedah Ketahanan Finansial

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 17:15 WIB

3 Skincare Buah Merah Papua Maudy Ayunda untuk Mengatasi Penuaan Dini Wanita

3 Skincare Buah Merah Papua Maudy Ayunda untuk Mengatasi Penuaan Dini Wanita

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 17:15 WIB

Karhutla Jambi Capai 2.975 Hektare, Gubernur Sebut 80 Persen Diduga Sengaja Dibakar

Karhutla Jambi Capai 2.975 Hektare, Gubernur Sebut 80 Persen Diduga Sengaja Dibakar

News | Senin, 14 September 2026 | 17:14 WIB

Dicecar 23 Pertanyaan, Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Rampung Diperiksa Polisi

Dicecar 23 Pertanyaan, Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Rampung Diperiksa Polisi

News | Senin, 14 September 2026 | 17:14 WIB

Persija Harus Angkat Kaki dari Stadion GBK Usai Kalahkan Persib, Ini Kata Erick Thohir

Persija Harus Angkat Kaki dari Stadion GBK Usai Kalahkan Persib, Ini Kata Erick Thohir

Bola | Senin, 14 September 2026 | 17:10 WIB

Menkeu Suahasil Punya Cara Pandang Baru soal Efisiensi APBN

Menkeu Suahasil Punya Cara Pandang Baru soal Efisiensi APBN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 17:10 WIB

Purbaya Dicopot, Media Singapura Ungkit 'Offside' Wacana Tarif Selat Malaka

Purbaya Dicopot, Media Singapura Ungkit 'Offside' Wacana Tarif Selat Malaka

News | Senin, 14 September 2026 | 17:08 WIB

Laka Maut KM Virgo di Laut Masalembo, Kenapa Kapal Cepat Miring dan Tanpa Alarm Bahaya?

Laka Maut KM Virgo di Laut Masalembo, Kenapa Kapal Cepat Miring dan Tanpa Alarm Bahaya?

News | Senin, 14 September 2026 | 17:07 WIB

Suahasil Seharusnya Jadi Menkeu Sejak Sri Mulyani Mundur

Suahasil Seharusnya Jadi Menkeu Sejak Sri Mulyani Mundur

News | Senin, 14 September 2026 | 17:07 WIB

×