alexametrics

Pendemo Diguyur Hujan, Mahasiswa: Pak Polisi, Kami Mau Neduh di Istana

Agung Sandy Lesmana | Yosea Arga Pramudita
Pendemo Diguyur Hujan, Mahasiswa: Pak Polisi, Kami Mau Neduh di Istana
Massa dari BEM SI tetap bertahan berunjuk rasa di kawasan Patung Kuda meski diguyur hujan. (Suara.com/Arga).

"Pak, kami mau neduh di Istana, hujan nih."

Suara.com - Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) tetap bertahan di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat meski hujan telah turun.

Ratusan pendemo itu masih berada di depan kawat berduri yang terpasang di dekat Gedung Sapta Pesona, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2020) sore.

Pantauan Suara.com pukul 16.11 WIB, massa aksi tetap menggelorakan sumpah mahasiswa meski hujan mengguyur kawasan tersebut.

Ada beberapa massa aksi yang melontarkan kata-kata pada polisi yang berjaga.

Baca Juga: Demo ke Istana, Orator: jika Dukun Santet Sudah Turun, Jangan Salahkan Kami

"Pak, kami mau neduh di Istana, hujan nih."

Massa aksi kini telah membekali diri dengan perlengkapan antihujan. Ada yang menggunakan payung hingga jas hujan.

Ada sebagian massa yang makin bersemangat dalam menyanyikan yel-yel di tengah guyuran hujan. Sementara, polisi tetap bersiaga mengamankan jalannya aksi.

Selain BEM SI, ratusan pendemo dari Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) juga berujuk rasa di sekitar kawasan di dekat Istana Merdeka.

Pantauan Suara.com, massa yang tergabung dalam Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) turut membawa keranda mayat bertuliskan "RIP HATI NURANI DPR, TOLAK UU OMNIBUS LAW".

Baca Juga: Diblokade Pakai Kawat Berduri di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Terus Tambah

Massa SRMI juga turut menggunakan berbagai macam kostum. Misalnya saja, ada massa yang mengenakan topeng Guy Fawkes -- topeng dalam film V for Vendetta--, dandanan ala dukun, hingga mak lampir.

Komentar