BEM SI Kritik Keras Polri, Soroti Dugaan Pembunuhan Arianto Tawwakal di Tual

Bella

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:54 WIB
BEM SI Kritik Keras Polri, Soroti Dugaan Pembunuhan Arianto Tawwakal di Tual
Anggota Brimob telah ditahan di Rutan Polres Tual terkait kasus penganiayaan terhadap pelajar AT (14) yang berujung pada meninggalnya korban [SuaraSulsel.id/Tangkapan layar].
baca 10 detik
  • BEM SI mengkritik Polri pada 25 Februari 2026 atas kasus pembunuhan Arianto Tawwakal di Tual sebagai kegagalan negara.
  • Mahasiswa menilai reformasi Polri stagnan karena kekerasan aparat terus terjadi tanpa adanya tindakan nyata dari pemerintah.
  • BEM SI menuntut pengusutan tuntas kasus, reformasi total Polri, dan mendorong mosi tidak percaya masyarakat terhadap institusi tersebut.

Suara.com - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) melontarkan kritik tajam terhadap institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui unggahan di akun Instagram resmi @bem_si, Rabu (25/2/2026).

Unggahan tersebut menampilkan gambar berlatar hitam dengan lambang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang digambarkan berdarah. Pada bagian atas gambar tertulis kalimat berwarna merah mencolok: “CUKUP SUDAH, KAMI MUAK DENGAN POLISI TIDAK BERGUNA!”

Pernyataan sikap ini dipicu oleh dugaan kasus pembunuhan terhadap Arianto Tawwakal, seorang anak di bawah umur di Tual. BEM SI menilai tragedi ini bukan sekadar tindak pidana biasa, melainkan cermin kegagalan negara dalam melindungi hak hidup warga negaranya.

Kedaulatan dan Kegagalan Negara

Unggahan tersebut terdiri dari lima slide yang memuat pernyataan sikap BEM SI terkait dugaan pembunuhan Arianto Tawwakal di Tual.

Dalam narasinya, BEM SI menyebut kasus itu bukan sekadar tindak pidana biasa, melainkan mencerminkan persoalan struktural negara dalam memenuhi kewajiban melindungi hak hidup warga negara.

BEM SI menulis bahwa peristiwa tersebut menantang klaim moral dan politik negara atas legitimasi kekuasaan. 

Mereka menekankan bahwa kedaulatan negara tidak hanya berkaitan dengan pengaturan wilayah, tetapi juga tanggung jawab utama melindungi populasi dari pembunuhan sistematis, kekerasan serius, dan pelanggaran hak asasi manusia, terutama terhadap anak di bawah umur.

“Dalam perspektif kedaulatan sebagai Tanggung jawab untuk Melindungi, peristiwa ini telah menantang klaim moral dan politik negara atas legitimasi kekuasaannya,” tulis pernyatan tersebut, dikutip Rabu (25/2/2026).

BEM SI juga menyoroti posisi Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Presiden Dewan HAM PBB. Hal tersebut dinilai menjadi sebuah paradoks besar. 

baca juga

Di saat Indonesia memegang jabatan internasional yang menuntut standar perlindungan HAM tertinggi, di dalam negeri justru terjadi dugaan pembiaran dan penggunaan kekuatan berlebih oleh aparat yang mengancam keamanan dasar warga.

Kritik atas Reformasi Polri yang Stagnan

Narasi "Reformasi Polri" yang sering digaungkan pemerintah juga tak luput dari sasaran kritik. BEM SI menyebut reformasi tersebut hanya menjadi "omong kosong" dan slogan belaka jika kekerasan aparat terus berulang tanpa transparansi.

“Hampir 6 bulan sudah pembentukan tim reformasi polri tidak ada tindakan nyata dan kita selalu diperlihatkan atas penindasan rakyat oleh POLISI,” tulis BEM SI pada slide keempat pada unggahannya.

Empat Tuntutan Sikap

Melalui Koordinator Isu Politik dan Demokrasi, BEM SI secara tegas menyatakan empat poin sikap sebagai berikut:

  • Usut Tuntas dan Hukum Berat: Mendesak pengusutan kasus Arianto Tawwakal secara transparan, serta pemecatan tidak terhormat dan pemberian hukuman seberat-beratnya bagi pelaku.
  • Desak Reformasi Total: Meminta Presiden Republik Indonesia melakukan rekonstruksi dan reformasi Polri dalam waktu sesingkat-singkatnya.
  • Mosi Tidak Percaya: Mendorong masyarakat Indonesia untuk tidak lagi mempercayai institusi Polri, melakukan pembangkangan sipil, dan memperkuat solidaritas antarmasyarakat.
  • Pengawasan Internasional: Mengundang komunitas pemerhati HAM internasional untuk ikut mengawasi pemerintah Indonesia dalam upaya penegakan HAM dan reformasi kepolisian.
  • Hingga berita ini diturunkan, unggahan tersebut telah dibagikan ulang (repost) sebanyak 895 kali dan mendapat berbagai respons dari warganet.

Sementara itu, pihak Mabes Polri maupun pemerintah pusat belum memberikan keterangan resmi terkait kritik keras dan tuntutan yang dilayangkan oleh aliansi mahasiswa tersebut.


Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polri Pecat Bripda Mesias Siahaya, Pemukul Siswa Pakai Helm hingga Tewas

Polri Pecat Bripda Mesias Siahaya, Pemukul Siswa Pakai Helm hingga Tewas

Foto | Rabu, 25 Februari 2026 | 07:00 WIB

Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku

Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 19:56 WIB

Peter Gontha: Reputasi Polri Buah Simalakama Persepsi Publik

Peter Gontha: Reputasi Polri Buah Simalakama Persepsi Publik

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 19:04 WIB

ICW Desak KPK Awasi Ketat SPPG Polri, Ada Potensi Uang Negara Hilang Hingga Rp2 Triliun?

ICW Desak KPK Awasi Ketat SPPG Polri, Ada Potensi Uang Negara Hilang Hingga Rp2 Triliun?

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 16:06 WIB

Menteri PPPA Desak Pecat Anggota Brimob Penganiaya Anak hingga Tewas di Tual

Menteri PPPA Desak Pecat Anggota Brimob Penganiaya Anak hingga Tewas di Tual

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 15:19 WIB

Program Bang Jasri Digelar Serentak, Polisi Bersih-Bersih Masjid dan Bagikan Takjil Selama Ramadan

Program Bang Jasri Digelar Serentak, Polisi Bersih-Bersih Masjid dan Bagikan Takjil Selama Ramadan

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 10:37 WIB

Bripda Mesias Dipecat Tidak Hormat Usai Kasus Tewaskan Pelajar di Tual

Bripda Mesias Dipecat Tidak Hormat Usai Kasus Tewaskan Pelajar di Tual

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 08:23 WIB

Drama Kasus Tual: Kenapa Kapolda Maluku Kejar Tenggat Waktu Pelimpahan Berkas Bripda Siahaya?

Drama Kasus Tual: Kenapa Kapolda Maluku Kejar Tenggat Waktu Pelimpahan Berkas Bripda Siahaya?

Video | Senin, 23 Februari 2026 | 21:45 WIB

Viral Hantaman Helm Oknum Brimob dan Praktik Kekerasan Aparat Yang Mengakar

Viral Hantaman Helm Oknum Brimob dan Praktik Kekerasan Aparat Yang Mengakar

Your Say | Senin, 23 Februari 2026 | 16:44 WIB

Kasat-Kanit Polres Toraja Utara Dipatsus, Mabes Polri: Tak Ada Ampun bagi Anggota Terlibat Narkoba

Kasat-Kanit Polres Toraja Utara Dipatsus, Mabes Polri: Tak Ada Ampun bagi Anggota Terlibat Narkoba

News | Senin, 23 Februari 2026 | 13:28 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×