Pembunuhan Samuel Paty, Polisi Prancis Selidiki Puluhan Kelompok Islam

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Selasa, 20 Oktober 2020 | 08:10 WIB
Pembunuhan Samuel Paty, Polisi Prancis Selidiki Puluhan Kelompok Islam
Sebuah plakat dengan potret guru sejarah Samuel Paty saat orang-orang berkumpul di Paris. (AFP/Bertrand Guay)

Suara.com - Polisi Prancis telah menyelidiki puluhan kelompok islam dan pihak-pihak ekstremis sebagai buntut pembunuhan guru sejarah yang menunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelasnya, Samuel Paty.

Menyadur The Guardian, Selasa (20/10/2020), kepolisian telah memulai penyelidikan terkait 50 asosiasi komunitas muslim dan 80 pihak yang dianggap ekstremis.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin pada Senin (19/10), mengatakan polisi melancarkan penyelidikan terhadap kelompok islamis termasuk individu yang menyatakan dukungan untuk serangan itu.

Polisi juga menyasar para pengkhotbah radikal dan orang-orang ekstremis yang menyebarkan kebencian secara online. Darmain menyebut beberapa komunitas Muslim, "pasti akan dibubarkan."

Kolektif Anti-Islamofobia menjadi salah satu kelompok yang diselidiki pihak berwenang, di mana Darmain menyebut mereka jelas terlibat dibalik serangan terhadap Samuel Paty.

Adanya dugaan keterlibatan muncul setelah seorang ayah dari murid yang terlibat dalam organisasi itu, telah menyebut nama Paty di sebuah video yang diposting online, menyerukan pemecatan guru itu.

Ayah murid bersama dengan Abdelhakim Sefrioui, keduanya terlibat Kolektif Anti-Islamofobia, termasuk di antara 11 orang yang sejauh ini ditangkap sehubungan pembunuhan Paty.

Sumber dari kepolisan mengatakan pihak berwenang sedang bersiap untuk mendeportasi 213 orang asing yang berada dalam daftar pantauan pemerintah dan dicurigai memegang keyakinan agama yang ekstrim, termasuk sekitar 150 orang yang menjalani hukuman penjara.

Presiden Prancis Emmanuel Macron pada mengumumkan adanya serangkaian tindakan untuk melawan kelompok-kelompok radikal.

“Ketakutan akan berpindah sisi. Para Islamis tidak boleh dibiarkan tidur nyenyak di negara kita," kata Macron, Minggu (18/10).

Sebelum mengecam ekstrimis islam, Emmanuel Macron secara terbuka membela dan berada di sisi yang sama dengan mendiang guru sejarah itu.

Menurut Macron, apa yang dilakukan sang guru hanyalah mengajarkan tentang kebebasan pandangan dan pendapat. Dia mengutuk tersangka pembunuhan tersebut, Sputnik News.

Samuel Paty dipenggal di luar sekolah menengah Bouis-d'Aulne pada Jumat (16/10), lantaran menunjukkan karikatur Nabi Muhammad kepada murid-muridnya.

Pembunuh Paty, Abdullah Anzorov, ditembak mati oleh polisi tidak jauh dari lokasi serangan pada Jumat sore, di daerah permukiman di pinggiran barat laut Paris.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sumpah Presiden Macron: Kaum Islamis Tidak akan Tidur Nyenyak di Prancis!

Sumpah Presiden Macron: Kaum Islamis Tidak akan Tidur Nyenyak di Prancis!

News | Senin, 19 Oktober 2020 | 15:11 WIB

Guru Dipenggal Gegara Kartun Nabi Muhammad, Ribuan Warga Prancis Demo

Guru Dipenggal Gegara Kartun Nabi Muhammad, Ribuan Warga Prancis Demo

News | Senin, 19 Oktober 2020 | 13:55 WIB

Buntut Murid Penggal Kepala Guru, Prancis akan Usir 231 Tersangka Ekstremis

Buntut Murid Penggal Kepala Guru, Prancis akan Usir 231 Tersangka Ekstremis

News | Senin, 19 Oktober 2020 | 11:42 WIB

Terkini

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:50 WIB

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:46 WIB

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:10 WIB

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:46 WIB

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:38 WIB

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:33 WIB

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:26 WIB

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:32 WIB

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:33 WIB

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:13 WIB