Guru Dipenggal Gegara Kartun Nabi Muhammad, Ribuan Warga Prancis Demo

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Senin, 19 Oktober 2020 | 13:55 WIB
Guru Dipenggal Gegara Kartun Nabi Muhammad, Ribuan Warga Prancis Demo
Sebuah plakat dengan potret guru sejarah Samuel Paty saat orang-orang berkumpul di Paris. (AFP/Bertrand Guay)

Suara.com - Ribuan orang menghadiri unjuk rasa di seantero Prancis, menghormati guru sejarah yang dipenggal usai menunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelas, Samuel Paty.

Menyadur BBC, orang-orang berkumpul dan membawa plakat bertuliskan "Je suis enseignant" (Saya seorang guru) hingga "Je suis Samuel" (Saya Samuel) di Place de la Republique di Paris pada Minggu (18/10).

Perdana Menteri Prancis Jean Castex dan Wali kota Paris Anne Hidalgo turut hadir dalam aksi solidaritas di alun-alun yang menjadi tempat demostrasi besar-besaran terkait Charlie Hebdo pada Januari 2015 itu.

Castex melalui Twitter, mencuit lirik lagu kebangsaan bersama dengan kata-kata, "Anda jangan menakut-nakuti kami. Kami adalah Prancis!"

Para demonstran kompak melakukan momen hening selama satu menit yang kemudian diikuti menyanyikan Marseillaise. Orang-orang terlihat memakai masker untuk melindungi diri dari sebaran virus corona.

Selain di Paris, pengunjuk rasa juga berkumpul di kota-kota selain seperti Lyon, Toulouse, Strasbourg, Nantes, Marseille, Lille dan Bordeaux, dengan membawa plakat-plakat "Kebebasan berekpresi, kebebasan untuk mengajar" atau "Saya adalah seorang guru".

"Kami adalah hasil dari sejarah kami: nilai-nilai kebebasan, sekularisme dan demokrasi ini tak bisa hanya berupa kata-kata," ujar seorang demonstran, dikutip dari The Guardian.

Mayoritas guru menyebut pembunuhan itu terjadi di tengan ikim kecurigaan dan kritik yang berkembang terhadap para pengajar, dengan orang tua secara khusus ikut campur tangan.

"Kami harus diizinkan melakukan pekerjaan kami," kata seorang guru Prancis. "Tidak bisa dibiarkan begitu, sekarang saya tahu, saya mungkin akan dibunuh karena mengajar," timpal guru lainnya.

baca juga

Tokoh Muslim senior dan rektor masjid Lyon, Kamel Kabtane, mengatakan apa yang dilakukan Paty semata-mata hanya karena untuk melakukan apa yang menjadi tanggung jawabnya, yakni mengajar.

"Para teroris ini tidak religius tetapi menggunakan agama untuk mengambil alih kekuasaan," kata Kabtane kepada Agence France Presse.

Istana keprisidenan Elysee Palace mengumumkan penghormatan nasional untuk Paty akan diselenggarakan pada Rabu (21/10) mendatang.

Perdana menteri mengatakan pemerintah sedang berupaya melancarkan strategi untuk lebih melindungi guru dari ancaman serupa.

"Saya ingin para guru tahu bahwa, setelah tindakan tercela ini, seluruh Prancis mendukung mereka," kata Castex. "Tragedi ini memengaruhi kita semua karena, melalui guru ini, republik diserang."

Paty, yang mengajar sejarah dan geografi, berulang kali diserang oleh seorang anak berusia 18 tahun menggunakan pisau berukuran 30 cm di luar sekolah menengah Bouis-d'Aulne pada Jumat (16/10) lalu.

Ia dipenggal lantaran menunjukkan karikatur Nabi Muhammad kepada murid-muridnya.

Tindakan guru tersebut dianggap menghujat umat Islam, kata pejabat Prancis. Penyerang, Abdullah Anzorov, ditembak mati oleh polisi tidak jauh dari lokasi serangan pada Jumat sore, di daerah permukiman di pinggiran barat laut Paris.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buntut Murid Penggal Kepala Guru, Prancis akan Usir 231 Tersangka Ekstremis

Buntut Murid Penggal Kepala Guru, Prancis akan Usir 231 Tersangka Ekstremis

News | Senin, 19 Oktober 2020 | 11:42 WIB

Detik-detik Leher Guru Sejarah Dipenggal karena Kartun Nabi Muhammad

Detik-detik Leher Guru Sejarah Dipenggal karena Kartun Nabi Muhammad

Kalbar | Minggu, 18 Oktober 2020 | 08:05 WIB

Presiden Marcron Bela Guru yang Tampilkan Kartun Nabi Muhammad ke Murid

Presiden Marcron Bela Guru yang Tampilkan Kartun Nabi Muhammad ke Murid

News | Sabtu, 17 Oktober 2020 | 10:34 WIB

Terkini

Indonesia Mau ke Piala Dunia 2030? DPR: Syaratnya Satu, Siapkan Anggaran

Indonesia Mau ke Piala Dunia 2030? DPR: Syaratnya Satu, Siapkan Anggaran

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:34 WIB

Ketua KPK dan Jaksa Agung Bahas Nasib Kasus Febrie Adriansyah, Bakal Disupervisi?

Ketua KPK dan Jaksa Agung Bahas Nasib Kasus Febrie Adriansyah, Bakal Disupervisi?

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:31 WIB

Didesak Hajar 'Bajingan' Kasus Eks Jampidsus, Prabowo Disentil Jangan Cuma Omon-omon

Didesak Hajar 'Bajingan' Kasus Eks Jampidsus, Prabowo Disentil Jangan Cuma Omon-omon

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:27 WIB

9 Rute Transjakarta Terdampak Rekayasa Imbas Pembongkaran JPO Tendean

9 Rute Transjakarta Terdampak Rekayasa Imbas Pembongkaran JPO Tendean

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:24 WIB

Sempat Sulit Dijual, Kejagung Lelang 90 Unit Apartemen Benny Tjokro Senilai Rp219,7 Miliar

Sempat Sulit Dijual, Kejagung Lelang 90 Unit Apartemen Benny Tjokro Senilai Rp219,7 Miliar

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:16 WIB

Gus Ipul Buka MPLS Perdana Sekolah Rakyat Permanen di Sragen

Gus Ipul Buka MPLS Perdana Sekolah Rakyat Permanen di Sragen

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09 WIB

Febrie Adriansyah Hanya Dicekal ke Luar Negeri 20 Hari, Ini Penjelasan Imipas

Febrie Adriansyah Hanya Dicekal ke Luar Negeri 20 Hari, Ini Penjelasan Imipas

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:02 WIB

Kecewa Disebut 'Biang Kerok' kalau Ada Keracunan, Mitra BGN Ancam Gembok Dapur Secara Nasional

Kecewa Disebut 'Biang Kerok' kalau Ada Keracunan, Mitra BGN Ancam Gembok Dapur Secara Nasional

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:48 WIB

Prabowo dan Luhut Bahas Ketahanan Ekonomi, GovTech Dipercepat agar Bansos Lebih Tepat Sasaran

Prabowo dan Luhut Bahas Ketahanan Ekonomi, GovTech Dipercepat agar Bansos Lebih Tepat Sasaran

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:48 WIB

Prabowo Hanya Mengangguk Dapat Laporan Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik

Prabowo Hanya Mengangguk Dapat Laporan Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:00 WIB

×