Diprediksi Kalah, Ini Skenario Kekalahan Donald Trump di Pilpres AS 2020

Bangun Santoso | Suara.com

Kamis, 22 Oktober 2020 | 09:02 WIB
Diprediksi Kalah, Ini Skenario Kekalahan Donald Trump di Pilpres AS 2020
Presiden AS Donald Trump mengacungkan jempol saat ia turun dari Air Force One setibanya di Pangkalan Angkatan Udara Andrews di Maryland, Amerika Serikat pada 1 Oktober 2020. [MANDEL NGAN / AFP]

Suara.com - Empat tahun silam, pada 8 November 2016, Donald Trump sukses mementahkan semua prediksi lembaga poling, media massa dan pengamat ketika dia mengalahkan Hillary Clinton yang selalu unggul dalam jajak pendapat.

Saat itu hampir semua jajak pendapat mengunggulkan Clinton, namun segelintir yang menolak kelaziman itu. Salah satunya adalah Allan Lichtman, profesor sejarah dari American University.

Lichtman menggunakan model 13 kunci yang di antaranya adalah soal bagaimana partai inkumben menguasai mayoritas kursi di DPR setelah pemilu sela. Waktu itu separuh dari 13 kunci Lichtman tersebut tidak berpihak kepada Hillary Clinton.

Lichtman berasumsi ketika separuh dari 13 kunci itu tidak berpihak kepada salah satu calon, maka calon yang satunya lagilah yang bakal menang. Dalam kata lain, siapa pun calon yang dimajukan oleh Demokrat saat itu tak akan menang menghadapi siapa pun calon yang ditawarkan Republik.

Lichtman benar. Trump mendapatkan 352 suara elektoral atau Electoral College, sebaliknya Clinton hanya mengumpulkan 173.

Omong-omong, pemilu AS ditentukan oleh konsep lembaga Electoral College yang saat ini beranggotakan 538 elector yang jumlahnya sama dengan jumlah anggota Kongres.

Kongres AS sendiri terdiri diri majelis tinggi Senat yang beranggotakan 100 senator dan majelis rendah DPR yang saat ini beranggotakan 438 anggota DPR.

Tidak seperti umumnya negara demokrasi langsung seperti Indonesia, pemilihan presiden AS diadakan tidak langsung karena kendati kertas suara berisi nama para calon presiden, pemilih sebenarnya mencoblos elector tiap negara bagian di mana si pemilih berada.

Setiap negara bagian mendapatkan jatah elector atau suara elektoral dalam Electoral College yang berbeda-beda. Besarnya jatah suara elektoral ini sesuai dengan jumlah penduduk negara bagian dan komposisinya bisa berubah mengikuti demografi penduduk di negara bagian itu.

Kembali ke soal Lichtman. Sekalipun prediksi dia benar, mayoritas jajak pendapat juga tak terlalu salah karena Clinton memang mendapatkan jumlah suara pemilih atau "popular vote" paling banyak.

Waktu itu Clinton unggul sampai selisih 3 juta suara. Tetapi karena yang dihitung adalah jumlah suara elektoral, bukan total suara pemilih atau popular vote itu, maka Trump yang meraih 352 dari total 535 suara elektoral waktu itu dinyatakan sebagai pemenang pemilu 2016.

Tetapi kini Lichtman menyatakan kebanyakan dari 13 kunci dalam metode jajak pendapatnya itu tidak lagi berpihak kepada Trump.

Dalam kaitan ini dia berasumsi presiden dari Partai Republik itu kemungkinan bakal menjadi presiden pertama AS sejak George H.W. Bush yang gagal memperebutkan masa jabatan keduanya di Gedung Putih.

Itu salah satunya karena faktor yang dulu menimpa Demokrat kini dialami Republik, yakni hasil pemilu sela yang disebut Lichtman sebagai salah satu indikator kunci dalam menentukan kemenangan seorang kandidat.

Pada pemilu sela 2014, Republik menang sehingga menjadi mayoritas menjelang pemilu 2016. Ironisnya hal itu kini dinikmati Demokrat yang pada pemilu sela 2018 menang sehingga menjadi pengendali DPR sampai kini. Jika indikator ini konstan, maka Trump akan kalah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Klaim Kebal Covid-19, Donald Trump Dapat Julukan 'Superman' dari Pendukung

Klaim Kebal Covid-19, Donald Trump Dapat Julukan 'Superman' dari Pendukung

News | Selasa, 20 Oktober 2020 | 17:00 WIB

Pemilu AS, Jajak Pendapat Nasional: Donald Trump Kalah

Pemilu AS, Jajak Pendapat Nasional: Donald Trump Kalah

Sulsel | Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:23 WIB

Mirip di DPR, Debat Terakhir Trump vs Joe Biden Dibekali Mute Mikrofon

Mirip di DPR, Debat Terakhir Trump vs Joe Biden Dibekali Mute Mikrofon

News | Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:26 WIB

General Motors Danai Investasi Baru, Perluas Produksi Mobil Listrik

General Motors Danai Investasi Baru, Perluas Produksi Mobil Listrik

Otomotif | Selasa, 20 Oktober 2020 | 13:10 WIB

Ingin Bertemu Trump, Pria AS Bergelantungan di Gedung Selama 13 Jam

Ingin Bertemu Trump, Pria AS Bergelantungan di Gedung Selama 13 Jam

News | Selasa, 20 Oktober 2020 | 12:24 WIB

CEK FAKTA Presiden AS Donald Trump Meninggal karena Covid-19?

CEK FAKTA Presiden AS Donald Trump Meninggal karena Covid-19?

News | Senin, 19 Oktober 2020 | 14:06 WIB

Dari Hulk hingga Black Widow, Avengers Dukung Joe Biden Menang Pilpres AS

Dari Hulk hingga Black Widow, Avengers Dukung Joe Biden Menang Pilpres AS

News | Senin, 19 Oktober 2020 | 12:28 WIB

Terkini

Napi Koruptor Nikel Supriadi Kepergok Santai di Ruang VVIP Coffee Shop, Ditjenpas Periksa Kalapas!

Napi Koruptor Nikel Supriadi Kepergok Santai di Ruang VVIP Coffee Shop, Ditjenpas Periksa Kalapas!

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:10 WIB

Pramono Wanti-Wanti Dampak El Nino, Pemangkasan Pohon Bakal Dikebut

Pramono Wanti-Wanti Dampak El Nino, Pemangkasan Pohon Bakal Dikebut

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:05 WIB

Omzet Miliaran! Bareskrim Bongkar Jaringan Gas N2O Whip Pink di 12 Kota

Omzet Miliaran! Bareskrim Bongkar Jaringan Gas N2O Whip Pink di 12 Kota

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:00 WIB

Polisi Ciduk Pengedar Ganja 6,2 Kilogram di Depok usai Dapat Laporan Warga

Polisi Ciduk Pengedar Ganja 6,2 Kilogram di Depok usai Dapat Laporan Warga

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:53 WIB

Rihan Dibunuh Israel: Berangkat Berseragam Sekolah, Pulang Dibalut Kain Kafan

Rihan Dibunuh Israel: Berangkat Berseragam Sekolah, Pulang Dibalut Kain Kafan

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:46 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI, Habiburokhman Puji Forum Terbuka yang Digelar Mahasiswa

Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI, Habiburokhman Puji Forum Terbuka yang Digelar Mahasiswa

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:42 WIB

AS Panik Hadapi Aliansi Intelijen Iran, Blokir Paksa Tanker China di Selat Hormuz

AS Panik Hadapi Aliansi Intelijen Iran, Blokir Paksa Tanker China di Selat Hormuz

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:39 WIB

Prabowo Amankan Pasokan Minyak dan LPG Rusia, Eddy Soeparno: RI Masuk Zona Aman Energi

Prabowo Amankan Pasokan Minyak dan LPG Rusia, Eddy Soeparno: RI Masuk Zona Aman Energi

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:37 WIB

Kenapa Indonesia Nekat Beli Minyak Rusia? Ini Hasil Pertemuan 3 Jam Prabowo-Putin

Kenapa Indonesia Nekat Beli Minyak Rusia? Ini Hasil Pertemuan 3 Jam Prabowo-Putin

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:29 WIB

Krisis Kemanusiaan! Rakyat Lebanon: Tewas Dirudal Israel atau Mati Kelaparan

Krisis Kemanusiaan! Rakyat Lebanon: Tewas Dirudal Israel atau Mati Kelaparan

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:27 WIB