Brasil Tolak Vaksin Buatan China: Rakyat Tidak akan Jadi Kelinci Percobaan

Siswanto, BBC

Kamis, 22 Oktober 2020 | 10:32 WIB
Brasil Tolak Vaksin Buatan China: Rakyat Tidak akan Jadi Kelinci Percobaan
BBC

Suara.com - Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, menyatakan pihaknya tidak akan membeli vaksin Covid-19 buatan China, sehari setelah menteri kesehatan Brasil menyebut vaksin tersebut akan ditambahkan pada program imunisasi.

Menanggapi pendukungnya di media sosial yang mendesaknya agar tidak membeli vaksin Sinovac, Bolsonaro mengatakan: "Kami tidak akan membeli vaksin China."

Sang presiden menyebut vaksin tersebut belum merampungkan uji coba.

Brasil termasuk negara yang paling parah terkena dampak virus corona.

Terdapat hampir 5,3 juta kasus positif di Brasil - tertinggi ketiga di dunia setelah AS dan India. Brasil juga tercatat pada peringkat kedua dunia setelah AS dalam hal angka kematian, yakni hampir 155.000 kematian hingga 21 Oktober, menurut data Universitas Johns Hopkins.

Pada Selasa (20/10), Menteri Kesehatan Brasil, Eduardo Pazuello, mengatakan pemerintah federal telah mencapai kesepakatan dengan pemerintah Negara Bagian São Paulo untuk membeli 46 juta dosis vaksin CoronaVac yang sedang diuji oleh pusat riset Brasil, Institut Butantan.

Vaksin itu—yang akan diproduksi Butantan—masih harus disetujui oleh badan regulator kesehatan agar dapat digunakan masyarakat.

Gubernur São Paulo, João Doria, mengatakan program vaksinasi dapat dimulai pada Januari 2021, yang menjadikan program itu sebagai salah satu vaksinasi Covid-19 pertama di dunia.

Akan tetapi, pada Rabu (21/10), Presiden Bolsonaro mencuit di Twitter bahwa setiap vaksin harus disetujui oleh badan regulator kesehatan dan diuji keampuhannya oleh kementerian kesehatan sebelum tersedia untuk masyarakat.

"Rakyat Brasil tidak akan menjadi kelinci percobaan siapapun," sebutnya.

Institut Butantan mengumumkan pada Senin (19/10) bahwa vaksin dua dosis dari Sinovac tampaknya aman dalam uji klinis tahap akhir.

Namun, hasil itu 'hanyalah hasil permulaan' dan pengujian masih terus berlangsung, demikian mereka memperingatkan. Pusat penelitian ini juga menyatakan, data tentang seberapa efektif vaksin tersebut tidak akan dirilis sampai uji coba selesai.

Brasil juga berencana untuk mendistribusikan vaksin yang dibuat oleh Universitas Oxford Inggris dan perusahaan farmasi AstraZeneca.

Hingga kini, uji coba vaksin buatan Sinovac juga dilakukan di Turki dan Indonesia.

'Harus efektif dan aman'

Indonesia mengirim tim Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama ke China untuk melakukan inspeksi terhadap produsen vaksin Sinovac. Tujuannya untuk mendapatkan data hasil uji klinis fase ketiga yang dilakukan di negara lain.

Sejauh ini, Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung yang menguji vaksin buatan Sinovac menyatakan tidak ada laporan efek samping yang berat atau serius di antara ribuan relawan yang menerima vaksin tersebut. .

Hasil sementara itu, menurut pakar biologi molekuler, Ahmad Rusdan Handoyo, serupa dengan data uji klinis fase satu dan dua yang berlangsung di negara-negara lain.

Namun demikian, katanya, bukan berarti bisa langsung disuntikkan kepada masyarakat, sebab dasar program vaksinasi harus menjamin keamanan dan efektivitas.

"Memang dari uji klinis fase satu dan dua sejauh ini belum ada kasus kematian, tapi bagaimana efektivitasnya?

Kementerian Kesehatan Indonesia berharap kepastian keamanan dan kehalalan vaksin itu akan keluar pada akhir Oktober atau pekan pertama November setelah kepulangan tim dari China.

Selain membeli vaksin buatan Sinovac, Indonesia juga bekerja sama dengan produsen vaksin CanSino dan Sinopharm.

Dalam laman Badan Kesehatan Dunia, WHO, disebutkan hingga kini belum ada vaksin Covid-19. Lebih dari 100 kandidat vaksin Covid-19 sedang dikembangkan, dan beberapa di antaranya masih dalam tahap uji coba pada manusia.

Suatu vaksin dapat dinyatakan terbukti aman dan efektif, berdasarkan persetujuan regulator tingkat nasional di negara terkait. WHO bekerja dengan mitra di seluruh dunia untuk membantu mengkoordinasikan langkah-langkah kunci dalam proses ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Urgensi Bahasa Portugis Masuk Kurikulum Sekolah? Begini Sejarah Relasi Indonesia dan Brasil

Apa Urgensi Bahasa Portugis Masuk Kurikulum Sekolah? Begini Sejarah Relasi Indonesia dan Brasil

News | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 18:09 WIB

Prabowo Kagum ke Presiden Brasil: Beliau Tiga Periode, Kalau Kita Nggak Boleh!

Prabowo Kagum ke Presiden Brasil: Beliau Tiga Periode, Kalau Kita Nggak Boleh!

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 16:07 WIB

Prabowo dan Presiden Brasil Punya Angka Keberuntungan 8, Apa Maknanya?

Prabowo dan Presiden Brasil Punya Angka Keberuntungan 8, Apa Maknanya?

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 15:04 WIB

Di Hadapan Presiden Brasil, Prabowo Putuskan Bahasa Portugis Diajarkan di Sekolah, Mengapa?

Di Hadapan Presiden Brasil, Prabowo Putuskan Bahasa Portugis Diajarkan di Sekolah, Mengapa?

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 13:15 WIB

Bertemu di Istana Negara, Prabowo Blak-blakan ke Presiden Lula: Saya Banyak Meniru Kebijakan Anda!

Bertemu di Istana Negara, Prabowo Blak-blakan ke Presiden Lula: Saya Banyak Meniru Kebijakan Anda!

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 12:57 WIB

Kunjungan Spesial Presiden Brasil: Penasaran dengan Program Makan Gratis di Jakarta

Kunjungan Spesial Presiden Brasil: Penasaran dengan Program Makan Gratis di Jakarta

News | Rabu, 22 Oktober 2025 | 19:43 WIB

Dari Istana ke Penjara: Kisah Tragis Mantan Presiden Brasil yang Terjerat Hukum

Dari Istana ke Penjara: Kisah Tragis Mantan Presiden Brasil yang Terjerat Hukum

Video | Jum'at, 12 September 2025 | 18:05 WIB

Prabowo dan Lula Sepakat! Indonesia-Brasil Bersatu Atasi Krisis Global dan Reformasi PBB

Prabowo dan Lula Sepakat! Indonesia-Brasil Bersatu Atasi Krisis Global dan Reformasi PBB

News | Kamis, 10 Juli 2025 | 13:26 WIB

Belajar Dari Brasil: Prabowo Incar Teknologi Pertanian & Biofuel untuk Ketahanan Pangan Indonesia

Belajar Dari Brasil: Prabowo Incar Teknologi Pertanian & Biofuel untuk Ketahanan Pangan Indonesia

News | Kamis, 10 Juli 2025 | 11:29 WIB

Balas Sambutan Hangat Presiden Brasil, Prabowo Siapkan Pesta Ultah Lula

Balas Sambutan Hangat Presiden Brasil, Prabowo Siapkan Pesta Ultah Lula

News | Kamis, 10 Juli 2025 | 11:03 WIB

Terkini

Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?

Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 07:00 WIB

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:55 WIB

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:29 WIB

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:45 WIB

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:19 WIB

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:53 WIB

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:44 WIB

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:35 WIB

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:10 WIB

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:05 WIB