Orangtua Dipenjara, Bocah 4 Tahun Jadi Korban Penganiayaan Paman dan Bibi

Iwan Supriyatna | Suara.com

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 06:44 WIB
Orangtua Dipenjara, Bocah 4 Tahun Jadi Korban Penganiayaan Paman dan Bibi
Ilustrasi anak korban kekerasan. (Shutterstock)

Suara.com - Entah apa yang ada di pikiran Pasangan suami istri S (27) dan JS (24) warga Sunggal, Deli Serdang, Sumatera Utara tega menganiaya keponakannya sendiri yang masih berusia 4 tahun.

Bahkan pasutri yang merupakan paman dan bibi dari keponakannya itu tega menyuruh sang keponakan tidur di luar rumah.

Kepala Dusun 8, Isak Azhari menjelaskan bahwa keduanya dikenal cukup ramah oleh warga. Isak pun mengaku kaget dengan kabar tersebut.

“Selama saya pantau, mereka tinggal di wilayah saya, (orangnya) baik tak ada masalah. Ramah-ramah lah tersangka ini. Maka saya dan warga pun tak menyangka ada kejadian seperti ini. Selama ini bergaul sama kami ya biasa saja,” katanya seperti dilansir dari Kabarmedan.com, Sabtu (24/10/2020).

Dijelaskan Isak, ada 3 versi mengenai profesi S. Kepada polisi, kata dia, dia berprofersi sebagai sopir dump truk.

Kepada Kepala Dusun, S mengaku bekerja di sebuah Dinas PU di Kota Medan. Namun kepada rekan-rekannya, S mengaku bekerja ojek.

Ia menjelaskan, korban yang berusia 4 tahun selama ini sangat jarang keluar rumah. Kebanyakan waktunya dihabiskan di dalam rumah.

Bermain-main dengan anak sebayanya di sekitar rumah pun hanya sesekali dilakukan korban.

“Anak itu di rumah aja, selama ini dikurung di dalam. Jarang sekali main dengan anak sekitar. Karena (JS) tidak memperbolehkannya keluar. (korban) dihina dibilang bau lah. Juga bilang sama warga situ, jangan dikawani,” katanya.

Isak menuturkan, tetangga pelaku mengaku pernah mendengar beberapa kali suara korban menangis. Namun tidak mengetahui penyebab anak tersebut menangis.

Apalagi, anak menangis bukan hal yang aneh. Hanya saja, tetangga tidak menyangka, tangisan korban rupanya bukan tanpa penyebab, tubuh korban mengalami luka lebam-lebam.

“Kalau nangis, kan sudah biasa anak nangis kan. Ternyata melebihi. Dihukum. Dia saja kemarin tidur di luar. Ketahuannya jam 06.30 WIB, saat itu dia minta minum. Nggak nyangka lah kalau sampai setega itu mereka,” pungkasnya.

Diketahui, kedua orangtua korban saat ini tengah berada di dalam penjara karena kasus narkoba.

Berita ini sebelumnya dimuat Kabarmedan.com jaringan Suara.com dengan judul "Warga Tak Menyangka Paman dan Bibi Aniaya Bocah 4 Tahun"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ASN di Sumut Tewas Gantung Diri saat Didatangi 3 Debt Collector

ASN di Sumut Tewas Gantung Diri saat Didatangi 3 Debt Collector

Sumut | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 22:37 WIB

Usai Parangi Istri dan Mertua, Residivis Bacok Anggota Polisi

Usai Parangi Istri dan Mertua, Residivis Bacok Anggota Polisi

Sulsel | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 17:57 WIB

Tubuh Penuh Lebam, Bocah 4 Tahun di Sumut Diduga Dianiaya Paman dan Bibi

Tubuh Penuh Lebam, Bocah 4 Tahun di Sumut Diduga Dianiaya Paman dan Bibi

Sumut | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 16:33 WIB

Terkini

KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!

KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!

News | Minggu, 26 April 2026 | 15:11 WIB

AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak

AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak

News | Minggu, 26 April 2026 | 14:28 WIB

Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!

Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!

News | Minggu, 26 April 2026 | 14:25 WIB

Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!

Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:55 WIB

Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI

Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:50 WIB

Penghargaan Pemda Strategi Tingkatkan Kinerja dan Kepercayaan Publik

Penghargaan Pemda Strategi Tingkatkan Kinerja dan Kepercayaan Publik

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:45 WIB

Wamensos Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Jalan Emas Putus Rantai Kemiskinan

Wamensos Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Jalan Emas Putus Rantai Kemiskinan

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:25 WIB

KPAI Ungkap Dugaan Pelanggaran Berlapis di Kasus Daycare Litte Aresha Yogyakarta!

KPAI Ungkap Dugaan Pelanggaran Berlapis di Kasus Daycare Litte Aresha Yogyakarta!

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:07 WIB

Hari Kekayaan Intelektual 2026, Kementerian Hukum Dorong Industri Olahraga dan Inovasi Nasional

Hari Kekayaan Intelektual 2026, Kementerian Hukum Dorong Industri Olahraga dan Inovasi Nasional

News | Minggu, 26 April 2026 | 12:14 WIB

Duel Lawan Begal! Karyawan Sablon di Jakbar Bersimbah Darah Demi Pertahankan Motor dan HP

Duel Lawan Begal! Karyawan Sablon di Jakbar Bersimbah Darah Demi Pertahankan Motor dan HP

News | Minggu, 26 April 2026 | 12:07 WIB