alexametrics

Dapat Air Kiriman, Satu Ton Sampah Diangkut dari Pintu Air Manggarai

Chandra Iswinarno | Fakhri Fuadi Muflih
Dapat Air Kiriman, Satu Ton Sampah Diangkut dari Pintu Air Manggarai
Petugas UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta dibantu alat berat mengangkat sampah kayu yang menumpuk di pintu air Manggarai, Jakarta, Selasa (22/9/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Untuk mengangkat sampah, pihaknya harus mengerahkan 50 orang petugas UPK Badan Air. Ia juga menurunkan 20 armada pengangkut sampah.

Suara.com - Status Bendung Katulampa di Bogor, Jawa Barat (Jabar) sempat naik ke siaga 3 pada Minggu (25/10/2020) dini hari hingga berujung pada banjir di puluhan pemukiman ibu kota. Air kiriman dari daerah hulu ini juga mengirim banyak sampah ke Jakarta.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Andono Warih mengatakan, ada sekitar 1.000 meter kubik atau 1 ton sampah di pintu Air Manggarai. Seluruhnya sudah diangkut oleh petugasnya.

"Total sampah di Pintu Air Manggarai 1.023 meter kubik," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (25/10/2020).

Untuk mengangkat sampah, pihaknya harus mengerahkan 50 orang petugas UPK Badan Air. Ia juga menurunkan 20 armada pengangkut sampah.

Baca Juga: Meningkat, 1.570 Meter Kubik Sampah Menumpuk di Pintu Air Manggarai

"Ada juga tiga alat berat," jelasnya.

Sampah tersebut harus diangkut berulang kali dan diperkirakan mengisi 33 rit dump truck tipper besar. Selain itu 11 rit tronton juga terisi penuh.

"Volume sampah 33 dump truck tipper besar dan 11 tronton," pungkasnya.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Mohamad Insaf mengatakan hingga Minggu (25/10/2020) siang, ada 62 pemukiman atau RT yang terendam banjir. Ketinggiannya beragam, dari 10 sampai 150 sentimeter.

"Jumlah RT Tergenang ada 62 RT atau 0,20 persen dari jumlah RT," ujar Insyaf kepada wartawan, Minggu (25/10/2020).

Baca Juga: Sampah Kiriman Menumpuk di Pintu Air Manggarai

Sejumlah 62 RT yang terendam itu berlokasi di Jakarta Timur dan Selatan. Selain itu, sejauh ini juga belum ada warga yang diungsikan.

"Pos pengungsian belum ada," tuturnya.

Insyaf membenarkan banjir terjadi karena hanya air kiriman dari Bogor saja. Tidak ada faktor tambahan lain seperti meluapnya air laut atau hujan lebat.

"Iya benar air kiriman (penyebabnya)," katanya.

Komentar