Warga Kawasan Kumuh Kelaparan saat Pandemi, Makan Tikus hingga Ular

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti
Warga Kawasan Kumuh Kelaparan saat Pandemi, Makan Tikus hingga Ular
IIustrasi Kawasan Kumuh. (Pixabay.com/vleyva)

Penguncian untuk mencegah penyebaran virus corona mengakibatkan ratusan ribu orang kehilangan pekerjaan

Suara.com - Pandemi virus corona dan aturan penguncian membuat warga kawasan kumuh di Myanmar semakin terhimpit. Mereka terpaksa berburu hewan seperti tikus hingga reptil di saluran air agar bisa bertahan.

Menyadur Asia One, Senin (26/10/2020), gelombang kedua Covid-19 menghantam Myanmar pada September, di mana pemerintah meminta warga untuk tinggal di rumah.

Akibatnya, banyak dari mereka yang kehilangan pekerjaan. Tak terkecuali warga Hlaing Thar Yar, salah satu lingkungan termiskin di Yangon.

Kondisi krisis memaksa para warga berburu hewan malang di semak-semak belakang rumah untuk diolah dan disantap.

Baca Juga: Ada 250 Tamu, Polisi Gagalkan Pesta Pernikahan Rahasia di Tengah Pandemi

Keluarga di daerah pedesaan disebutkan memakan tikus, reptil, dan serangga di tengah hantaman virus corona.

Ma Suu merupakan satu di antara warga Myanmar yang terpukul akibat pandemi. Sejak gelombang pertama pada Maret, ia telah menutup kios, mengggadaikan perhiasan serta emas demi membeli kebutuhan pokok sehari-hari, seperti makanan.

Pada gelombang kedua, Ma Suu kembali menutup kios dan menjual pakaian, piring, hingga pot yang ada di rumah.

Hingga tak ada yang tersisa untuk dijual, suami Ma Suu, yang saat ini tak bekerja, terpaksa berburu makanan di saluran air terbuka di daerah kumuh tempat mereka tinggal, Hlaing Thar Yar, di pinggiran kota terbesar Myanmar.

"Orang-orang memakan tikus dan ular," ujar Ma Suu sambil menangis.

Baca Juga: Benarkah Kita Harus Benar-benar Bebas dari Kuman? Ini Faktanya!

"Tanpa penghasilan, mereka perlu makan seperti itu untuk memenuhi kebutuhan anak mereka," sambung perempuan berusia 36 tahun itu.

Komentar