KPK Kirim Terpidana Rahadian Azhar ke Lapas Sukamiskin Bandung

Senin, 26 Oktober 2020 | 14:34 WIB
KPK Kirim Terpidana Rahadian Azhar ke Lapas Sukamiskin Bandung
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di gedung KPK, Jakarta, Kamis (2/1/2020). [Antara/Benardy Ferdiansyah]

Suara.com - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengeksekusi mantan Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi, Rahadian Azhar ke Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Eksekusi terhadap Rahadian dilakukan KPK setelah keluarnya putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Bandung yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

"Jaksa eksekusi telah melaksanakan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Bandung No.32/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Bdg tanggal 23 September 2020 atas nama terpidana Radian Azhar," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin (26/10/2020).

Rahardian dijerat dalam kasus suap terhadap mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein dalam pemberian sejumlah fasilitas. Rahardian divonis harus menjalani hukuman selama 1 tahun enam bulan penjara.

"Untuk menjalani pidana selama satu tahun dan 6 bulan dikurangi selama berada dalam tahanan. Terpidana (Rahardian) dinyatakan bersalah melakukan korupsi dengan memberikan hadiah kepada Kalapas Sukamiskin Wahid Husein," ungkap Ali.

Dalam putusan majelis hakim, Rahardian juga turut membayar pidana denda sebesar Rp 50 juta. Dengan ketentuan apabila denda itu, tidak dibayar maka akan diganti dengan hukuman selama tiga bulan kurungan penjara.

Terkait kasus suap ini, KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka pada 16 Oktober 2019. Mereka mantan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husein; Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi, Rahadian Azhar; Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan; mantan Kalapas Sukamiskin Bandung, Dedy Handok; dan eks Bupati Bangkalan atau warga binaan, Fuad Amin (FA).

Namun, Fuad telah meninggal dunia saat penyidikan berjalan. Terkait hal itu, KPK fokus menangani pada perkara yang melibatkan empat tersangka lainnya.

Kasus ini merupakan pengembangan perkara kegiatan tangkap tangan yang dilakukan KPK pada 20-21 Juli 2018 di Bandung dan Jakarta.

Baca Juga: KPK Lelang Barang Milik Koruptor Senin Depan, Berikut Daftar Namanya

Beberapa tersangka sebelumnya, yakni Wahid Husein, Direktur PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah, dan mantan staf Lapas Sukamiskin Hendri Saputra.

Kemudian Andri Rahmat yang merupakan narapidana kasus pidana umum/tahanan pendamping Fahmi telah dinyatakan bersalah dan dipidana di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung dan perkaranya telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI