Viral Video Jenazah Pasien Covid-19 Bergeletakan, Kantong Mayat Penuh

Reza Gunadha | Arief Apriadi | Suara.com

Selasa, 27 Oktober 2020 | 17:58 WIB
Viral Video Jenazah Pasien Covid-19 Bergeletakan, Kantong Mayat Penuh
Sebuah potongan gambar dari rekaman mengerikan yang menunjukkan sekitar 50 mayat pasien Covid-19 bergeletakan di kamar mayat di Rusia viral. [Metro]

Suara.com - Sebuah rekaman mengerikan yang menunjukkan sekitar 50 mayat pasien Covid-19 bergeletakan di kamar mayat di Rusia viral.

Menyadur Metro, Selasa (27/10/2020), video tersebut diunggah oleh petugas rumah sakit di kawasan Novokuznetsk. Dia merekam lusinan jenazah yang sebagian besar tidak dimasukan ke dalam kantong mayat.

Rekaman yang menyoroti mayat paisein Covid-19 bertumpuk-tumpuk di ruang pemeriksaan post mortem ini adalah contoh kedua dari video serupa dalam sepekan terakhir di Siberia.

Petugas yang merekam mengatakan bahwa itu merupakan "Satu menit dalam kehidupan kamar mayat Covid di kota Novokuznetsk".

Dia menunjukkan kepada pemirsa beberapa peralatan desinfektan di "zona bersih" sebelum berkata: "Sekarang mari kita pergi ke 'zona kotor', lihat apa yang ada di sini.

“Kami memiliki koridor dan penuh. Ini adalah ruang bedah. Mayat dimana-mana, mayat dimana-mana," beber sang petugas.

“Kamu bahkan bisa tersandung dan jatuh. Kami benar-benar berjalan di atas kepala orang mati."

Kementerian kesehatan setempat di wilayah Kemerovo mengonfirmasi keaslian video tersebut.

Laporan mengatakan Oleg Evsa, kepala departemen kementerian setempat telah dipecat oleh gubernur setempat Sergey Tsivilev, yang kini menderita virus corona.

Kementerian mengatakan banyak kerabat yang sakit dengan Covid-19 atau di karantina sehingga tidak dapat mengumpulkan jenazah orang yang mereka cintai untuk pemakaman.

Rekaman terpisah minggu lalu menunjukkan sekitar 30 mayat dalam kantong hitam disimpan di ruang bawah tanah di sebuah rumah sakit di Barnaul, wilayah Altai.

Di Rostov-on-Don, rincian baru telah muncul dari kasus minggu lalu ketika 13 pasien meninggal setelah pasokan oksigen di Rumah Sakit Nomor 20 habis.

Seorang dokter, Artur Toporov, telah menulis kepada Vladimir Putin mengungkapkan bagaimana panggilan darurat petugas medis untuk mendapat suplai oksigen ke pasien yang sakit kritis tidak didengar.

"Pada pukul 10.10 malam ... oksigen turun ke level nol. Cadangan kami kosong," kata Artur Toporov.

“Keadaan semua pasien memburuk. Kami menelepon dokter kepala lagi. Selama 40 menit tidak ada oksigen di ventilator. Kematian klinis kelima tercatat pada pukul 10.30 malam."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dulu Diajak, Kini Badut Teletubbies Bromo Cuma Melongo Lihat Turis Berfoto

Dulu Diajak, Kini Badut Teletubbies Bromo Cuma Melongo Lihat Turis Berfoto

News | Senin, 26 Oktober 2020 | 20:48 WIB

Buntut Insiden Bade Tumpang 9 Roboh saat Antar Jenazah

Buntut Insiden Bade Tumpang 9 Roboh saat Antar Jenazah

Bali | Senin, 26 Oktober 2020 | 17:55 WIB

Kronologi Lengkap Bade Tumpang 9 Roboh saat Diarak, Warga Histeris

Kronologi Lengkap Bade Tumpang 9 Roboh saat Diarak, Warga Histeris

Bali | Senin, 26 Oktober 2020 | 11:13 WIB

Hendak Antar Jenazah, Bade Tumpang 9 Roboh Timpa Rumah Warga di Keliki

Hendak Antar Jenazah, Bade Tumpang 9 Roboh Timpa Rumah Warga di Keliki

Bali | Senin, 26 Oktober 2020 | 10:01 WIB

Geber Tank saat Mabuk, Seorang Tentara di Rusia Hancurkan Tembok Bandara

Geber Tank saat Mabuk, Seorang Tentara di Rusia Hancurkan Tembok Bandara

News | Senin, 26 Oktober 2020 | 09:37 WIB

Terkini

Modus Licik Sabu 26,7 Kg di Ban Serep: Polres Jakpus Bongkar Jaringan Medan-Jakarta Senilai Rp25,9 M

Modus Licik Sabu 26,7 Kg di Ban Serep: Polres Jakpus Bongkar Jaringan Medan-Jakarta Senilai Rp25,9 M

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:57 WIB

Grebeg Syawal 2026 Jogja Diserbu Ribuan Warga, Gunungan Jadi Rebutan Usai Salat Id

Grebeg Syawal 2026 Jogja Diserbu Ribuan Warga, Gunungan Jadi Rebutan Usai Salat Id

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:46 WIB

Pramono Anung ke Istiqlal, Rano Karno Kawal Ma'ruf Amin di Balai Kota Saat Idulfitri Besok

Pramono Anung ke Istiqlal, Rano Karno Kawal Ma'ruf Amin di Balai Kota Saat Idulfitri Besok

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:44 WIB

Ketidakadilan Gender: Mengapa Perempuan Paling Dirugikan Atas Krisis Air?

Ketidakadilan Gender: Mengapa Perempuan Paling Dirugikan Atas Krisis Air?

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:29 WIB

Monas-HI Bebas Kendaraan Selama Malam Takbiran, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

Monas-HI Bebas Kendaraan Selama Malam Takbiran, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:00 WIB

Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?

Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:21 WIB

50 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta di H-1 Lebaran, Stasiun Mana yang Paling Padat?

50 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta di H-1 Lebaran, Stasiun Mana yang Paling Padat?

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:00 WIB

Tradisi Lama, Salat Idulfitri di Gumuk Pasir Kretek Jadi Magnet Umat Muslim Jogja

Tradisi Lama, Salat Idulfitri di Gumuk Pasir Kretek Jadi Magnet Umat Muslim Jogja

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:46 WIB

Bukan Lagi Lokal! Begini Cara Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Islam Berlaku Sedunia

Bukan Lagi Lokal! Begini Cara Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Islam Berlaku Sedunia

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:38 WIB

PP Muhammadiyah: Lebaran Beda Itu Biasa, Jangan Pertajam Perbedaan

PP Muhammadiyah: Lebaran Beda Itu Biasa, Jangan Pertajam Perbedaan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:05 WIB