Gus Miftah Minta Jokowi Tegur Presiden Prancis Minta Maaf ke Umat Islam

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Rabu, 28 Oktober 2020 | 08:22 WIB
Gus Miftah Minta Jokowi Tegur Presiden Prancis Minta Maaf ke Umat Islam
Gus Miftah [Suara.com/Putu Ayu P]

Suara.com - Penceramah Gus Miftah mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) bereaksi keras terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai telah menghina umat Ismal.

Gus Miftah meminta Jokowi menegus Presiden Macron dan memintanya untuk meminta maaf kepada umat Islam dunia.

Melalui akun Instagram miliknya, Gus Miftah melihat pemerintah Indonesia hingga kini belum memberikan reaksi apapun terkait insiden penghinaan terhadap umat Islam yang dilakukan oleh Presiden Macron.

"Dear pemerintah, saya Gus Miftah yang memilih pemerintahan ini memohon kepada pemerintah khususnya Jokowi untuk memberi peringatan kepada Presiden Prancis untuk menegurnya dan menekannya supaya minta maaf kepada umat Islam di dunia," kata Gus Miftah seperti dikutip Suara.com, Rabu (28/10/2020).

Gus Miftah merasa heran melihat Indonesia belum memberikan sikap terkait pernyataan Presiden Macron yang telah bergulir sebulan terakhir.

Menurutnya, pernyataan Presiden Macron tersebut telah melukai hati umat Islam.

Tak hanya umat Islam Indonesia, seluruh umat Islam di dunia merasa sakit hati dengan reaksi Presiden Macron yang menyalahkan agama Islam.

"Kami merasa sakit hati ketika nabi kami dihina, reaksi Presiden Prancis justru menyalahkan agama kami," ungkapnya.

Gus Miftah minta Jokowi tegur Presiden Prancis (IG/gusmiftah)
Gus Miftah minta Jokowi tegur Presiden Prancis (IG/gusmiftah)

Karikatur Nabi Muhammad

baca juga

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam aksi pembunuhan terhadap seorang guru sejarah bernama Samuel Paty di pinggiran kota Paris.

Ia berjanji akan membuat para Islamis tak bisa tidur dengan nyenyak di Prancis sebagai bentuk balasan atas pembunuhan tersebut.

"Para Islamis tidak akan tidur nyenyak di Prancis. Ketakutan akan berpindah sisi," kata Macron dalam pertemuan yang diadakan Minggu malam, dikutip dari Sputnik News, Senin (19/10/2020).

Seorang pria berusia 47 tahun menjadi korban pembunuhan seorang pemuda 18 tahun yang disebut-sebut sebagai ekstrimis islam.

Pemuda asal Chechnya, Rusia itu memenggal kepala Samuel Paty di luar sekolah di Conflans-Sainte-Honorine, barat laut Paris, Jumat (16/10/2020).

Remaja 18 tahun itu membunuh Paty setelah sang guru menunjukkan karikatur nabi Muhammad kepada murid-muridnya saat pelajaran sekolah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Turki Serukan Boikot Produk-produk Prancis

Presiden Turki Serukan Boikot Produk-produk Prancis

News | Selasa, 27 Oktober 2020 | 13:54 WIB

Buntut Kecaman Presiden Macron, Fadli Zon Serukan Boikot Produk Prancis

Buntut Kecaman Presiden Macron, Fadli Zon Serukan Boikot Produk Prancis

News | Selasa, 27 Oktober 2020 | 12:29 WIB

Dewan Muslim Prancis Buka Suara Usai Macron Dikecam Dunia

Dewan Muslim Prancis Buka Suara Usai Macron Dikecam Dunia

News | Selasa, 27 Oktober 2020 | 10:38 WIB

Terkini

Dulu Saya Kira Cuma Main dan Bernyanyi: Realitas Sebenarnya di Balik Profesi Guru TK

Dulu Saya Kira Cuma Main dan Bernyanyi: Realitas Sebenarnya di Balik Profesi Guru TK

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 08:15 WIB

7 Cara Mengatasi Kulit Kering Mengelupas Akibat Over Eksfoliasi agar Kembali Sehat

7 Cara Mengatasi Kulit Kering Mengelupas Akibat Over Eksfoliasi agar Kembali Sehat

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 08:15 WIB

Kasus ISPA di Samarinda Melonjak Imbas Kabut Asap Karhutla

Kasus ISPA di Samarinda Melonjak Imbas Kabut Asap Karhutla

Kaltim | Minggu, 06 September 2026 | 08:14 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara

News | Minggu, 06 September 2026 | 08:12 WIB

Pencernaan Sehat Ikut Dukung Anak Siap Belajar

Pencernaan Sehat Ikut Dukung Anak Siap Belajar

Health | Minggu, 06 September 2026 | 00:17 WIB

Regulasi Kehutanan Dinilai Mandul, Hutan Indonesia Terancam Karhutla

Regulasi Kehutanan Dinilai Mandul, Hutan Indonesia Terancam Karhutla

News | Sabtu, 05 September 2026 | 23:05 WIB

AHY: Jabatan Tak Abadi, Fasilitas Negara Jangan Dipakai Politik

AHY: Jabatan Tak Abadi, Fasilitas Negara Jangan Dipakai Politik

News | Sabtu, 05 September 2026 | 22:35 WIB

Persija Sikat Borneo FC, Ini Klasemen Sementara Pekan I Super League 2026/2027

Persija Sikat Borneo FC, Ini Klasemen Sementara Pekan I Super League 2026/2027

Bola | Sabtu, 05 September 2026 | 22:21 WIB

Kapolda-Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Atensi

Kapolda-Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Atensi

Riau | Sabtu, 05 September 2026 | 22:15 WIB

Lantik Pengurus Golkar Jateng, Bahlil Lahadalia Targetkan Penambahan Kursi di Pemilu 2029

Lantik Pengurus Golkar Jateng, Bahlil Lahadalia Targetkan Penambahan Kursi di Pemilu 2029

Surakarta | Sabtu, 05 September 2026 | 22:10 WIB

×