Aksi Tolak Lockdown di Italia Ricuh, Demonstran dan Polisi Terlibat Bentrok

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 28 Oktober 2020 | 09:58 WIB
Aksi Tolak Lockdown di Italia Ricuh, Demonstran dan Polisi Terlibat Bentrok
Ilustrasi demonstrasi ricuh.[Shutterstock]

Suara.com - Aksi demonstrasi anti-lockdown yang terjadi di Piazza del Popolo, salah satu landmark terkenal Roma, Italia, berujung ricuh dengan pengunjuk rasa dan polisi saling balas serangan .

Menyadur Sky News, demonstran yang sebagian besar adalah pendukung partai sayap kanan Forza Nuova (Angkatan Baru), memprotes kebijakan pembatasan Covid-19 terbaru.

Batasan tersebut termasuk jam malam pukul 6 sore untuk bar dan restoran dan penutupan pusat kebugaran umum, bioskop, dan kolam renang.

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengumumkan langkah-langkah tersebut pada hari Minggu untuk mencoba memperlambat gelombang kedua Covid-19.

"Kami tidak dapat menipu diri sendiri bahwa dengan kurva epidemiologi yang terus meningkat, orang dapat dengan aman berkeliling, di gym, di restoran, tanpa rasa takut," katanya.

Bentrokan terjadi ketika para pengunjuk rasa, yang meneriakkan "kebebasan, kebebasan," menyalakan suar berwarna dan melemparkan botol dan bom ke arah polisi.

Polisi dengan perlengkapan anti huru hara bergerak cepat untuk memukul mundur pengunjuk rasa dan kedua belah pihak terlibat bentrok selama sekitar 10 menit sebelum petugas menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa.

Bentrokan hebat tersebut merupakan kedua kalinya yang terjadi di Kota Roma atas tindakan Covid-19.

Bentrokan serupa juga terjadi selama beberapa malam di daerah lain yakni di Turin dan Milan, di mana pengunjuk rasa melemparkan batu, kembang api, dan botol.

baca juga

Meski banyak demonstran adalah pendukung sayap kanan, sebagian besar penduduk juga menentang aturan baru pemerintah - termasuk pemilik bisnis yang khawatir mereka tidak akan bertahan.

"Jika kita mengikuti aturan ini, kita akan berkesempatan untuk tiba pada bulan Desember dengan tenang, tanpa layanan kesehatan nasional yang terlalu tertekan dan kelelahan," jelas Conte.

Conte sebelumnya menekankan bahwa dia mengambil langkah yang benar karena kementerian kesehatan melaporkan rekor 21.994 kasus baru pada hari Selasa dan 221 kematian - jumlah tertinggi dalam lima bulan.

"Jika tidak, kami harus melakukan penguncian umum, skenario yang ingin kami hindari dengan cara apa pun yang memungkinkan dan yang tidak mampu kami tanggung," ujarnya.

Dalam mendeklarasikan aturan pembatasan yang baru, Conte mengatakan itu bertujuan untuk mencegah lockdown nasional yang ketat.

"Oleh karena itu, langkah-langkah ini diperlukan untuk melindungi sistem ekonomi, produktif dan sosial kami dan untuk menghindari kerusakan yang tidak dapat diperbaiki." tegas Conte.

Perdana Menteri juga mengumumkan paket bantuan senilai 5 miliar euro (Rp 86,4 triliun) untuk bisnis yang terkena dampak, sebagai upaya menyeimbangkan dampak kesehatan dari virus corona dengan efek rusaknya ekonomi.

Langkah-langkah yang dilakukan adalah memberikan hibah, keringanan pajak dan dana tambahan untuk skema pemberhentian sementara, menurut sumber pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AC Milan Imbang Lawan AS Roma, Pioli Sebut Pemainnya Tidak Puas

AC Milan Imbang Lawan AS Roma, Pioli Sebut Pemainnya Tidak Puas

Bola | Selasa, 27 Oktober 2020 | 15:33 WIB

Gusur Vila Ilegal, Wali Kota Roma Mengaku akan Dibunuh Mafia

Gusur Vila Ilegal, Wali Kota Roma Mengaku akan Dibunuh Mafia

News | Selasa, 27 Oktober 2020 | 15:27 WIB

AC Milan Ditahan Imbang AS Roma, Rafael Leao: Saya Kecewa

AC Milan Ditahan Imbang AS Roma, Rafael Leao: Saya Kecewa

Bola | Selasa, 27 Oktober 2020 | 13:01 WIB

Terkini

Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau

Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 05:30 WIB

Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut

Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 00:10 WIB

Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka

Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka

Health | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Sumsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Banten | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:19 WIB

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Sport | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Jabar | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Video | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:30 WIB

×