Konstitusi Era Kediktatoran Chile

Siswanto, BBC

Rabu, 28 Oktober 2020 | 16:04 WIB
Konstitusi Era Kediktatoran Chile
BBC

Suara.com - Ada pemandangan gembira di Chile setelah mayoritas suara mendukung reformasi konstitusi Chile, yang berasal dari pemerintahan diktator militer Jenderal Augusto Pinochet.

Sebanyak 78% penduduk Chile memilih "ya" dalam referendum yang dilakukan setelah unjuk rasa massa menentang ketidaksetaraan di negara itu.

Presiden Sebastián Piñera memuji pemungutan suara yang berlangsung damai itu.

Dia mengatakan pemungutan suara adalah "awal dari sebuah jalan yang harus kita jalani bersama".

Bagaimana kita bisa sampai disini?

Pada November 2019, presiden dari sayap kanan, Sebastian Piñera, setuju mengadakan referendum setelah unjuk rasa yang terjadi selama satu bulan berturut-turut di seluruh Chile, yang menyebabkan lebih dari satu juta orang turun ke jalan di ibu kota, Santiago.

Unjuk rasa yang awalnya dipicu oleh kenaikan ongkos di metro Santiago, mengundang banyak warga Chile dari beragam latar belakang turun ke jalan dan berbagi kemarahan tentang tingginya tingkat ketidaksetaraan di Chile.

Salah satu tuntutan utama mereka adalah mereformasi konstitusi era kediktatoran lama, yang menurut mereka mengakar pada ketidaksetaraan dengan menempatkan sektor swasta untuk mengendalikan sektor kesehatan, pendidikan, perumahan dan pensiun.

Referendum yang sedianya akan digelar pada April ditunda hingga Oktober akibat pandemi virus corona.

Apa yang ditawarkan bagi Chile dalam referendum?

Referendum mengajukan dua pertanyaan kepada Chile: pertama, apakah mereka menginginkan konstitusi baru, dan kedua, badan seperti apa yang mereka inginkan untuk membuat konstitusi itu.

baca juga

Pejabat pemilu mengatakan hampir 7,5 juta warga Chile memberikan suara mereka.

Dengan hampir semua suara telah dihitung, lebih dari 78% memberikan suara mendukung konstitusi baru.

Mayoritas 79% pemilih juga memberikan suara mendukung konstitusi baru yang disusun oleh sebuah badan yang akan 100% dipilih oleh suara rakyat dan bukan dari 50% anggota Kongres.

Bagaimana reaksi tentang hasil referendum itu?

Presiden Piñera memahami bahwa konstitusi yang berlaku saat ini telah "memecah belah". Dia menyerukan agar warga Chile "bekerja bersama agar konstitusi baru itu menjadi landasan yang baik untuk persatuan, stabilitas dan masa depan".

Dia juga memuji demokrasi yang dijunjung tinggi dalam referendum.

"Hari ini warga negara dan demokrasi telah menang, hari ini persatuan telah menang atas perpecahan dan perdamaian [telah menang] atas kekerasan.

"Dan ini adalah kemenangan bagi semua orang Chile yang mencintai demokrasi, persatuan dan perdamaian, tanpa diragukan lagi."


Perayaan kemenangan "kelahiran kembali" tapi kerja keras baru saja dimulai

Saat hasil pemungutan suara akhirnya keluar, kata REBIRTH (kelahiran kembali) terpampang di sebuah bangunan di pusat kota Santiago.

Bagi begitu banyak orang Chile, inilah yang mewakili suara mereka dalam pemungutan suara: selamat tinggal pada konstitusi era kediktatoran, dan selamat datang pada awal baru yang menurut orang lebih cocok untuk demokrasi modern.

Pemungutan suara hari Minggu (25/10) menutup tahun yang penuh gejolak bagi Chile - dan pemungutan suara ini adalah hasil dari unjuk rasa massal berbulan-bulan yang menyerukan perubahan yang berarti.

Tetapi di satu sisi, kerja keras baru saja dimulai, karena itu memulai proses yang sama sekali baru di mana rakyat Chile sekarang harus memilih siapa yang akan menyusun konstitusi dan apa yang akan dikatakan konstitusi itu.

Perayaan malam ini menggembirakan tetapi permintaannya banyak dan harapannya tinggi.


Mereka yang telah berkampanye untuk mendukung suara "ya" turun ke jalan untuk merayakan kemenangan.

Salah satu yang merayakan, Juan Pablo Naranjo, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa dia berterima kasih kepada para pemuda yang memulai protes.

"Jika bukan karena orang-orang muda pemberani yang berjuang untuk kami, tidak ada yang akan pergi ke jalanan. Saya telah lama menginginkan ini terjadi dan itu terjadi dan terima kasih kepada mereka, hari ini kami menang. "

Yang lain berkata bahwa "kami melahirkan konstitusi baru dan kami meninggalkan konstitusi Pinochet dan rombongannya."

Senator Juan Antonio Coloma, yang memimpin kampanye untuk suara "tidak", mengaku kalah, mengatakan bahwa referendum "jelas-jelas mengambil arah yang berbeda dari apa yang kami harapkan".

Apa yang terjadi selanjutnya?

Para pemilih akan kembali ke kotak suara pada 11 April 2021 untuk memilih 155 orang yang akan menyusun konvensi yang akan menyusun konstitusi baru.

Konvensi akan memiliki waktu sembilan bulan, dengan opsi perpanjangan satu kali selama tiga bulan, untuk menghasilkan konstitusi baru.

Konstitusi baru kemudian akan diajukan kepada rakyat Chile dalam referendum lain pada tahun 2022.

Apa yang dikehendaki warga Chile dari kontitusi baru mereka?

Tingkat kemiskinan di Chile anjlok secara dramatis selama 20 tahun terakhir.

Chile menjadi negara terkaya di Amerika jika dihitung dari pendapatan per kapita, namun negara itu tetap menjadi negara dengan ketidaksetaraan tertinggi di dunia dan banyak warga Chile menghendaki kesejahteraan negara mereka didistribusikan dengan setara.

Fernanda Namur berkata kepada BBC bahwa dia menghendaki konstitusi baru untuk "mewakili kelas bawah kami dan memberi mereka kesempatan berjuang dalam permainan yang tampaknya curang ini melalui pendidikan yang layak dan perawatan medis yang dapat diakses".

Sementara itu, Mario Bustos Mansilla mengatakan kepada BBC: "Saya ingin ada catatan tertulis tentang hak-hak dasar kami, yang bagi saya adalah pendidikan, perawatan kesehatan, perumahan."

Tuntutan Bustos digaungkan oleh Pamela Charad yang mengatakan bahwa dia menginginkan "perawatan kesehatan dan pendidikan yang lebih baik untuk semua orang".

"Negara ini seperti kompor bertekanan tinggi yang meledak," kata Charad tentang unjuk rasa selama berbulan-bulan pada 2019 dan awal 2020 di mana lebih dari 30 orang tewas.

"Ini adalah kesempatan kita untuk memperbaiki keadaan."

Apakah itu akan mengubah keadaan?

Suara "ya" yang luar biasa adalah kemenangan yang jelas bagi mereka yang bergabung dengan unjuk rasa anti-ketidaksetaraan tahun lalu bahkan dalam menghadapi represi polisi.

Sementara banyak ahli konstitusi mengatakan bahwa ini hanya langkah pertama menuju perubahan, ini bukan pertama kalinya Chile mencapai perubahan melalui referendum.

Pada bulan Oktober 1988, warga Chile memilih "tidak" ketika Jenderal Pinochet berencana memperpanjang kekuasaan militernya selama delapan tahun lagi.

Patricio Aylwin memenangkan pemilihan presiden pada tahun 1989 dan Jenderal Pinochet mundur sebagai presiden pada tahun 1990.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rafael Leao Tampol Lawan di Laga Portugal Vs Chile Jelang Piala Dunia 2026

Rafael Leao Tampol Lawan di Laga Portugal Vs Chile Jelang Piala Dunia 2026

Bola | Minggu, 07 Juni 2026 | 10:49 WIB

Tragis Penjual Kartu Pokemon di Chile Dibunuh, Koleksi Mahal Jadi Motif

Tragis Penjual Kartu Pokemon di Chile Dibunuh, Koleksi Mahal Jadi Motif

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:21 WIB

Legenda Ivan Zamorano: Si Kepala Baja dengan Nomor Ikonik 1+8

Legenda Ivan Zamorano: Si Kepala Baja dengan Nomor Ikonik 1+8

Bola | Selasa, 04 November 2025 | 11:18 WIB

'Jakarta Is Coming', Teror Kode di Dinding Jalanan Chile Jelang Kudeta Berdarah

'Jakarta Is Coming', Teror Kode di Dinding Jalanan Chile Jelang Kudeta Berdarah

News | Kamis, 11 September 2025 | 16:16 WIB

CEK FAKTA: Benarkah PBB Putuskan Referendum 5 Negara Baru, 3 dari Indonesia?

CEK FAKTA: Benarkah PBB Putuskan Referendum 5 Negara Baru, 3 dari Indonesia?

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 20:24 WIB

CEK FAKTA: Prabowo Usulkan Referendum Aceh dan Papua Barat ke PBB

CEK FAKTA: Prabowo Usulkan Referendum Aceh dan Papua Barat ke PBB

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 18:29 WIB

Cek Fakta: Prabowo Usulkan Referendum di Aceh dan Papua Barat ke PBB, Benarkah ?

Cek Fakta: Prabowo Usulkan Referendum di Aceh dan Papua Barat ke PBB, Benarkah ?

News | Minggu, 03 Agustus 2025 | 15:47 WIB

Chile vs Argentina, Julian Alvarez Bawa Lionel Messi Cs Unggul Lawan La Roja

Chile vs Argentina, Julian Alvarez Bawa Lionel Messi Cs Unggul Lawan La Roja

Bola | Jum'at, 06 Juni 2025 | 09:42 WIB

Hasil Argentina vs Chile: Tanpa Lionel Messi, La Albiceleste Menang Telak 3-0

Hasil Argentina vs Chile: Tanpa Lionel Messi, La Albiceleste Menang Telak 3-0

Bola | Jum'at, 06 September 2024 | 09:04 WIB

Review The 33: Kisah Nyata yang Bikin Nangis, 69 Hari Terjebak di Neraka Bawah Tanah

Review The 33: Kisah Nyata yang Bikin Nangis, 69 Hari Terjebak di Neraka Bawah Tanah

Your Say | Rabu, 31 Juli 2024 | 12:18 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×