Covid-19 Tumbuh Subur di Tempat Pengungsian Nagorno-Karabakh

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 28 Oktober 2020 | 16:48 WIB
Covid-19 Tumbuh Subur di Tempat Pengungsian Nagorno-Karabakh
Rumah-rumah rusak di tengah perang antara Azerbaijan dan Armenia di Kota Barda. (Anadolu Agency)

Suara.com - Virus Covid-19 dinyakini tumbuh subur di sebuah ruang bawah tanah yang dijadikan tempat berlindung warga Nagorno-Karabakh dari perang.

Menyadur Channel News Asia, Rabu (28/10/2020) sebuah ruangan bawah tanah di Stepanakert, ibu kota provinsi Nagorno-Karabakh yang disengketakan, menjadi tempat berlindung warga dari perang.

Ruangan tersebut dilaporkan sangat sempit, memiliki ventilasi yang buruk dan tidak ada masker.

Di ruangan bawah tanah tersebut penduduk mencari perlindungan dari serangan penembakan yang sering dilakukan oleh pasukan Azerbaijan, termasuk pada hari Jumat (23/10) malam.

Mayoritas dari 60.000 penduduk Stepanakert melarikan diri setelah pertempuran meletus akhir bulan lalu antara separatis di wilayah pegunungan mayoritas Armenia dan tentara Azerbaijan.

Kamar terbesar di basement - sekitar 50 meter persegi dengan langit-langit kurang dari 2 meter - berfungsi sebagai tempat tidur.

Sekitar sepuluh kasur dan selimut diletakkan di atas batu yang disusun di dinding dan lantainya dilapisi dengan kotak karton.

Beberapa lampu redup tergantung dari langit-langit di atas tungku kayu tua di tengah ruangan, cerobongnya menuju ke dinding luar.

Lusine Tovmasyan dahulu menjalankan sebuah pusat pengujian medis di Stepanakert. Tetapi ketika pertempuran meletus empat minggu lalu, pria berusia 44 tahun itu mulai bekerja untuk otoritas kesehatan, melakukan tes Covid-19 di rumah sakit utama atau di rumah penduduk yang tidak dapat bepergian.

baca juga

Pada Jumat pagi Tovmasyan tiba di gedung untuk menguji dua wanita berusia 63 dan 76 tahun yang diduga terinfeksi Covid-19.

Infeksi Tinggi

"Kami melakukan rata-rata 60 tes per hari," kata Tovmasyan. "Tingkat infeksi cukup tinggi," katanya karena orang hidup berkelompok di ruang bawah tanah tanpa masker.

"Antara 40 persen hingga 60 persen orang dinyatakan positif. Itu tergantung pada hari." ungkap Tovmasyan.

Setelah tes diproses di ibu kota Armenia, Yerevan, Tovmasyan mengatakan petugas kesehatan mengumpulkan daftar yang kembali positif dan orang-orang yang berhubungan dengan mereka.

Tidak ada pengujian di klinik penyakit menular di dekat rumah sakit pusat di Stepanakert, tetapi fasilitas tersebut merawat pasien dengan gejala virus corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Gentar, Erdogan Tantang AS Jatuhi Sanksi ke Turki

Tak Gentar, Erdogan Tantang AS Jatuhi Sanksi ke Turki

News | Senin, 26 Oktober 2020 | 14:41 WIB

Putin: Hampir 5.000 Orang Meninggal dalam Konflik Nagorno-Karabakh

Putin: Hampir 5.000 Orang Meninggal dalam Konflik Nagorno-Karabakh

News | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 13:28 WIB

Korban Serangan Armenia di Ganja Berlindung di Asrama Kampus

Korban Serangan Armenia di Ganja Berlindung di Asrama Kampus

Video | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 06:00 WIB

Terkini

Pengawasan BPOM Dinilai Lemah, Kasus Ikan Asin Disemprot Baygon Picu Reaksi Keras DPR

Pengawasan BPOM Dinilai Lemah, Kasus Ikan Asin Disemprot Baygon Picu Reaksi Keras DPR

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:38 WIB

MUI: Imam Mahdi Bangkalan Sesat

MUI: Imam Mahdi Bangkalan Sesat

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026

Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Harga Samsung Galaxy S26 Ultra Bisa Rp489 Ribuan per Bulan, Ini Syaratnya

Harga Samsung Galaxy S26 Ultra Bisa Rp489 Ribuan per Bulan, Ini Syaratnya

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Pembunuhan Perempuan di Madiun Termasuk Femisida, IFW Desak Pelaku Dijerat Pasal 459 KUHP

Pembunuhan Perempuan di Madiun Termasuk Femisida, IFW Desak Pelaku Dijerat Pasal 459 KUHP

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:31 WIB

BSU 2026 Cair Berapa Kali? Ini Ketentuan Penyalurannya Menurut Permenaker Terbaru

BSU 2026 Cair Berapa Kali? Ini Ketentuan Penyalurannya Menurut Permenaker Terbaru

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:31 WIB

I Built a Rocket Ship: Merangkai Kenangan untuk Seseorang yang Telah Pergi

I Built a Rocket Ship: Merangkai Kenangan untuk Seseorang yang Telah Pergi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Bukan Cuma Minuman Hits, 5 Toner Matcha Korea Ini Bisa Atasi Pori-pori dan Jerawat

Bukan Cuma Minuman Hits, 5 Toner Matcha Korea Ini Bisa Atasi Pori-pori dan Jerawat

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Jelang Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim: Alhamdulillah

Jelang Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim: Alhamdulillah

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:27 WIB

Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor

Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:26 WIB

×