alexametrics

Detik per Detik, Begini Kronologi 62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah

Reza Gunadha | Hernawan
Detik per Detik, Begini Kronologi 62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah
Narasi TV mengungkap para pelaku pembakar Halte Sarinah Jakarta saat demo tolak UU Cipta Kerja. Wajah-wajah terduga pelaku dipaparkan dalam sebuah video kronologis.(Narasi TV)

Pukul 16.39 WIB - 16.40 WIB, Halte Sarinah Belum Terbakar

Suara.com - Aksi unjuk rasa menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja pecah di berbagai kota, salah satunya Jakarta.

Di Jakarta, demonstrasi pada Senin (8/10/2020) ini berakhir bentrok antara massa aksi dengan polisi.

Sejumlah fasilitas umum rusak. Beberapa halte TransJakarta dibakar. Di antaranya Halte Bundaran HI, Halte Sarinah, dan Halte Tosari.

Berbagai pihak menuding para demonstran bertanggung jawab akan hal ini. Benar begitu?

Baca Juga: Sejak Pagi, Jasa Marga Berlakukan Contra Flow di Tol Japek Mulai KM 47

Tim Mata Najwa telah membuat investigasi mendalam tentang kronologi perusakan dan pembakaran Halte Sarinah. Sumber visual yang dipakai adalah CCTV dan sejumlah foto serta video unggahan publik.

Tangkapan Layar Video Penelusuran Mata Najwa Terkait Perusakan dan Pembakaran Halte Sarinah (YouTube/Narasi Newsroom).
Tangkapan Layar Video Penelusuran Mata Najwa Terkait Perusakan dan Pembakaran Halte Sarinah (YouTube/Narasi Newsroom).

Dalam temuan Najwa Shihab dan tim, pelaku pembakaran Halte TransJakarta Sarinah mulai ada di lokasi sejak 62 menit sebelum terbakarnya fasilitas publik ini.

Begini kronologi yang dirangkum Suara.com dari temuan Tim Mata Najwa.

Pukul 16.25 WIB, Gerombolan Pembakar Halte Mulai Datang

Sore sekitar pukul 16.25 WIB, empat orang datang bergerombol dari arah sunda. Mereka adalah bagian dari rombongan pelaku pembakaran Halte Sarinah.

Baca Juga: Mata Najwa Ungkap Pembakar di Sarinah, Netizen: Polisi Kalah sama Jurnalis

Salah satu dari mereka kemudian berjalan ke tengah dan memotret situasi unjuk rasa. Mereka sudah dipastikan saling mengenal satu sama lain lantaran asyik bercakap.

Komentar