Soroti Perbedaan Inisial Pelaku Air Keras Andrie Yunus, Ubedilah Badrun: Koordinasi TNI-Polri Kacau

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:36 WIB
Soroti Perbedaan Inisial Pelaku Air Keras Andrie Yunus, Ubedilah Badrun: Koordinasi TNI-Polri Kacau
Analis Sosial Politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sekaligus Aktivis 98, Ubedilah Badrun (paling kanan) dalam sebuah diskusi di Menteng, Jakarta, Kamis (19/3/2026). (Suara.com/Bagas)
baca 10 detik
  • Aktivis Ubedilah Badrun mengkritik perbedaan inisial pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.
  • Ketidaksesuaian data antara Polri dan Puspom TNI mengindikasikan adanya kekacauan komunikasi di tingkat elit penguasa.
  • Kredibilitas penegakan hukum kasus ini menurun karena publik meragukan proses hukum yang sedang berjalan saat ini.

Suara.com - Analis Sosial Politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sekaligus Aktivis 98, Ubedilah Badrun, melontarkan kritik tajam terkait penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Ubedilah menyoroti adanya perbedaan inisial nama pelaku yang disampaikan pihak Kepolisian dan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI ke publik.

Menurutnya, ketidaksinkronan data antara dua institusi negara tersebut merupakan sebuah paradoks yang menunjukkan adanya masalah serius di level atas.

“Nah, lalu kemarin kita mendengar satu konferensi pers yang ya paradoks dari kepolisian inisialnya berbeda dengan nama-nama yang dari Puspom TNI. Ini paradoksal ini sebetulnya menandakan ada sesuatu yang kacau di dalam elit kekuasaan,” ujar Ubedilah dalam sebuah diskusi yang digelar di Menteng, Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Ia menilai perbedaan informasi tersebut bukan sekadar masalah teknis, melainkan cerminan dari buntunya komunikasi antar-lembaga yang mengarah pada keretakan hubungan di tingkat elit.

“Berarti mereka enggak ada koordinasi, enggak ada komunikasi, dan seterusnya. Jadi ada ketegangan elit sebetulnya. Jadi apa yang terjadi dalam hari-hari terakhir itu ada ketegangan elit,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ubedilah menyayangkan jika perseteruan di tingkat elit ini terus dibiarkan.

Ia mengingatkan bahwa dalam sejarah politik Indonesia, rakyatlah yang selalu menjadi korban ketika para pemegang kekuasaan tidak harmonis.

“Yang parah di republik ini kalau elit berseteru, yang dikorbankan rakyat. Ini kan kacau, parah,” imbuhnya.

baca juga

Situasi ini, menurut Ubedilah, membuat kredibilitas penegakan hukum dalam kasus Andrie Yunus berada di titik nadir.

Publik kini berada dalam posisi bimbang untuk mempercayai proses hukum yang sedang berjalan.

“Nah, berdasarkan hal itu, maka kita melihat posisi hukum kita dalam menegakkan perkara ini jadi harap-harap cemas. Antara keraguan, di sisi lain memberikan ruang untuk menuntut agar mereka menuntaskan persoalan ini sampai ke aktor intelektualnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, terdapat perbedaan inisial pelaku antara yang disampaikan oleh pihak Polri dengan TNI.

Berdasarkan Polda Metro Jaya, terduga pelaku penyiraman air keras berjumlah empat empat orang. Namun yang sudah teridentifikasi ialah BHC dan MAK.

Sementara itu Puspom TNI menyampaikan memang ada terdapat empat personelnya yang berasal dari Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI menjadi terduga pelaku penyiraman. Mereka adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Laka Lantas Meningkat, Lelah dan Lalai Nyalip Jadi Pemicu Utama Kecelakaan saat Mudik 2026

Laka Lantas Meningkat, Lelah dan Lalai Nyalip Jadi Pemicu Utama Kecelakaan saat Mudik 2026

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:15 WIB

Siapa Dalang Teror Air Keras Aktivis KontraS? DPR Desak Bongkar Aktor Intelektual Oknum BAIS TNI

Siapa Dalang Teror Air Keras Aktivis KontraS? DPR Desak Bongkar Aktor Intelektual Oknum BAIS TNI

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:10 WIB

Komnas HAM Dorong Agar Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilakukan Melalui Pengadilan Umum

Komnas HAM Dorong Agar Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilakukan Melalui Pengadilan Umum

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 15:57 WIB

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Diduga Terstruktur, Koalisi Sipil Soroti Peran Aktor Intelektual

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Diduga Terstruktur, Koalisi Sipil Soroti Peran Aktor Intelektual

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:54 WIB

Empat Anggota BAIS Tersangka Penyiraman Air Keras, Komisi I DPR Layangkan Teguran Keras

Empat Anggota BAIS Tersangka Penyiraman Air Keras, Komisi I DPR Layangkan Teguran Keras

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:33 WIB

BAIS TNI Terlibat Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Sukamta PKS: Usut Hingga ke Akar!

BAIS TNI Terlibat Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Sukamta PKS: Usut Hingga ke Akar!

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:05 WIB

Seberapa Berbahaya Teror Air Keras? Ini Dampak Mengerikan dan Risiko Permanennya

Seberapa Berbahaya Teror Air Keras? Ini Dampak Mengerikan dan Risiko Permanennya

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:15 WIB

Terkini

Malang Selatan Dikepung Banjir dan Longsor: Jalur Utama Malang-Lumajang Lumpuh Total

Malang Selatan Dikepung Banjir dan Longsor: Jalur Utama Malang-Lumajang Lumpuh Total

Malang | Senin, 02 November 2026 | 16:50 WIB

Kasus Penggeledahan Ponpes di Jateng, Reza Indragiri Khawatir Polri Lindungi Sesama Anggota

Kasus Penggeledahan Ponpes di Jateng, Reza Indragiri Khawatir Polri Lindungi Sesama Anggota

News | Senin, 02 November 2026 | 16:48 WIB

MBMA Siapkan Private Placement 10,8 Miliar Saham, Ada Apa?

MBMA Siapkan Private Placement 10,8 Miliar Saham, Ada Apa?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 16:47 WIB

Neraca Perdagangan RI Surplus di September 2026, Tapi Impor Ikut Melonjak

Neraca Perdagangan RI Surplus di September 2026, Tapi Impor Ikut Melonjak

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 16:45 WIB

Buntut Penggeledahan Ponpes Sukoharjo, Muhammadiyah Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng!

Buntut Penggeledahan Ponpes Sukoharjo, Muhammadiyah Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng!

News | Senin, 02 November 2026 | 16:44 WIB

Hampir 300 Juta Penduduk, BPOM Hadapi Tantangan Pemerataan Akses Obat di Indonesia

Hampir 300 Juta Penduduk, BPOM Hadapi Tantangan Pemerataan Akses Obat di Indonesia

News | Senin, 02 November 2026 | 16:41 WIB

Saham Dijual Rp250 Juta, Tercatat Rp16,3 Miliar! Sengketa Panas Haji Musa Vs Agro Manunggal

Saham Dijual Rp250 Juta, Tercatat Rp16,3 Miliar! Sengketa Panas Haji Musa Vs Agro Manunggal

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 16:38 WIB

BPS Ungkap Petani Makin Sejahtera di Oktober 2026, Nelayan Beda Nasib

BPS Ungkap Petani Makin Sejahtera di Oktober 2026, Nelayan Beda Nasib

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 16:38 WIB

Cara Meracik Air Mawar Viva dan Baby Oil untuk Tumit Pecah-Pecah dan Kasar

Cara Meracik Air Mawar Viva dan Baby Oil untuk Tumit Pecah-Pecah dan Kasar

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 16:37 WIB

MBG 2.0 Harus Buktikan Nol Korupsi dan Keracunan, Bukan Sekadar Ganti Sistem

MBG 2.0 Harus Buktikan Nol Korupsi dan Keracunan, Bukan Sekadar Ganti Sistem

News | Senin, 02 November 2026 | 16:35 WIB

×