Profil Batara Richard, Sejarawan yang Sebut Tak Ada Sumpah Pemuda 1928

Dany Garjito, Farah Nabilla

Kamis, 29 Oktober 2020 | 17:28 WIB
Profil Batara Richard, Sejarawan yang Sebut Tak Ada Sumpah Pemuda 1928
Batara Richard Hutagalung. (Facebook/Batara Richard Hutagalung)

Suara.com - Sejarawan Batara Richard Hutagalung menghebohkan publik lantaran menuliskan beberapa hasil sejarah yang tak terduga.

Temuan-temuan sejarah itu terkumpul dalam beberapa tulisan dan bukunya.

Ia sempat menggegerkan publik lantaran mengungkap bahwa Indonesia tidak pernah dijajah selama 350 tahun oleh Belanda.

Kekinian, ia mengungkap bahwa pada 28 Oktober 1928, tidak ada Sumpah Pemuda yang diikrarkan oleh para tokoh waktu itu.

Lantas siapakah Batara Richard Hutagalung? Berikut adalah profil Batara Richard Hutagalung yang telah dirangkum Suara.com.

Kehidupan pribadi

Batara Richard adalah seorang sejarawan yang lahir di Surabaya, 4 Desember 1944. Ia adalah anak keenam dari pasangan Letnan Kolonel Purnawirawan Wiliater Hutagalung dan Maria Dora Elfrinkhoff-Rincap, seorang perawat di RS Militer Belanda Jakarta atau yang kini dinamakan RSPAD Gatot Subroto.

Batara Richard menyelesaikan masa SMA di Denpasar. Setelah itu ia terbang ke Jerman Barat menggunakan kapal Sam Ratulangie untuk melanjutkan pendidikan.

Di Jerman, ia menjadi mahasiswa jurusan sosiologi, filsafat, dan psikologi di Universitas Hamburg.

baca juga

Pandangan tentang sejarah Indonesia

Sebagai seorang sejarawan, Batara telah menelurkan berbagai pandangannya ke dalam bermacam-macam buku.

Ia pernah menulis otobiografi ayahnya berjudul "Autobiografi Letkol TNI (Purn) dr. Wiliater Hutagalung: Putra Tapanuli Berjuang di Pulau Jawa".

Batara juga santer menulis soal sejarah kemerdekaan Indonesia seperti buku "Serangan Umum 1 Maret 1949 dalam Kaleidoskop Sejarah Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia".

Selain itu, ia juga berupaya mengungkap berbagai fakta sejarah yang jarang terdengar di masyarakat awam dengan mengkritisi sejarah yang selama ini dipercaya masyarakat.

Pertama, ia mematahkan kepercayaan masyarakat akan sejarah yang menyebut bahwa Belanda telah menjajah Indonesia selama 350 tahun. Lewat buku berjudul "Indonesia Tak Pernah Dijajah" yang dirilis pada Agustus 2019, Batara mengungkap bahwa Indonesia tak pernah dijajah karena pada saat itu belum lahir nama Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fakta Baru! Sejarawan Temukan Bukti Tak Ada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

Fakta Baru! Sejarawan Temukan Bukti Tak Ada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

News | Kamis, 29 Oktober 2020 | 15:49 WIB

Penyiksaan Jenderal di Film G30S Cuma Dramatisasi dan 4 Berita Lainnya

Penyiksaan Jenderal di Film G30S Cuma Dramatisasi dan 4 Berita Lainnya

News | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 05:35 WIB

Sejarawan UGM: Penyiksaan Jendral di Film G30S Itu Cuma Dramatisasi

Sejarawan UGM: Penyiksaan Jendral di Film G30S Itu Cuma Dramatisasi

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2020 | 10:30 WIB

Ada Lima Versi Siapa Jadi Dalang G30S 1965, Mana yang Kamu Percaya?

Ada Lima Versi Siapa Jadi Dalang G30S 1965, Mana yang Kamu Percaya?

News | Rabu, 30 September 2020 | 17:15 WIB

Nyanyian Lekra di Balik Sangkar Besi Perpustakaan Jogja

Nyanyian Lekra di Balik Sangkar Besi Perpustakaan Jogja

Jogja | Selasa, 29 September 2020 | 15:35 WIB

Terkini

Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli

Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:57 WIB

Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau

Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau

Riau | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:56 WIB

"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'

"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:43 WIB

Gerai Minuman Teh Menjamur di Pinggir Jalan, Bagaimana Prospek Bisnisnya?

Gerai Minuman Teh Menjamur di Pinggir Jalan, Bagaimana Prospek Bisnisnya?

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:41 WIB

Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional

Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:40 WIB

Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun

Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun

Banten | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:37 WIB

Cak Imin Merasa 'Terancam' Bahlil: Gawat Ini Banyak Penggemarnya

Cak Imin Merasa 'Terancam' Bahlil: Gawat Ini Banyak Penggemarnya

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:31 WIB

Kepuasan Publik ke Dedi Mulyadi Tembus 95,4 Persen, Meski Program Unggulan Belum Populer

Kepuasan Publik ke Dedi Mulyadi Tembus 95,4 Persen, Meski Program Unggulan Belum Populer

Jabar | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:30 WIB

Beli Sunscreen Kahf Online Original Hanya di Blibli

Beli Sunscreen Kahf Online Original Hanya di Blibli

Bali | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:30 WIB

Diduga Belajar Nyetir, Pengemudi Pikap Tabrak Pesepeda dan Pedagang di Lingkar Stadion Pakansari

Diduga Belajar Nyetir, Pengemudi Pikap Tabrak Pesepeda dan Pedagang di Lingkar Stadion Pakansari

Bogor | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:25 WIB

×