Refly Harun: Pemerintahan Akan Diwarnai Tawar Menawar Jokowi - Megawati

Reza Gunadha, Hernawan

Jum'at, 30 Oktober 2020 | 11:05 WIB
Refly Harun: Pemerintahan Akan Diwarnai Tawar Menawar Jokowi - Megawati
Refly Harun Sebut Pemerintahan Akan Diwarnai Tawar Menawar Jokowi Megawati (YouTube/Refly Harun).

Suara.com - Pakar Hukum dan Tata Negara Refly Harun mengomentari hubungan antara dua orang penting PDIP, Presiden Jokowi dan Megawati.

Refly Harun mengatakan, sisa pemerintahan Presiden Jokowi empat tahun mendatang akan diwarnai dengan bargaining position atau tawar menawar antara orang nomor satu Indonesia ini dengan Megawati.

Pernyataan itu disampaikan Refly Harun lewat tayangan video di Kanal YouTube-nya, Jumat (30/10/2020).

Menurut Refly Harun, sudah bukan rahasia umum lagi apabila hubungan antara Presiden Jokowi dan Megawati sedikit menegang. Sebab PDIP mungkin saja kecewa dengan Presiden Jokowi baik di periode pertama maupun kedua.

Hanya saja keberadaan Presiden Jokowi kini dirasanya sangat penting. Apabila dibuang, justru pihak PDIP akan merugi.

Refly Harun Sebut Pemerintahan Akan Diwarnai Tawar Menawar Jokowi Megawati (YouTube/Refly Harun).
Refly Harun Sebut Pemerintahan Akan Diwarnai Tawar Menawar Jokowi Megawati (YouTube/Refly Harun).

"Sudah bukan rahasia umum lagi ada kekecewaan PDIP terhadap Presiden Jokowi baik periode pertama dan kedua. Hanya saja, Jokowi telur emas. Artinya tidak mungkin dia dibuang begitu saja oleh PDIP," kata Refly Harun seperti dikutip Suara.com.

Refly Harun menuturkan, hubungan antara PDIP dan Presiden Jokowi saat ini hanya dilandaskan pada kepentingan aliansi strategis.

Pasalnya, apabila PDIP mau menjadi oposisi, pihaknya tidak akan mendapatkan kompensasi apa-apa lantaran sudah pasti banyak partai yang akan memanfaatkannya untuk masuk ke pihak Presiden Jokowi.

"Kalau PDIP mau jadi oposisi, PDIP tidak dapat kompesasi apa-apa. PDIP keluar, akan banyak partai masuk. Saya kira begitu," ujarnya.

baca juga

Menurut Refly Harun, kepentingan aliansi strategis antara PDIP dan Presiden Jokowi diperkirakan hanya sampai 2024 saja. Sebab, setelahnya Jokowi dirasa bukan lagi faktor determinan.

"Kepentingan aliansi strategis PDIP dan Jokowi membuat mereka kerja sama sampai diperkirakan tahun 2024. Setelahnya Jokowi sangat mungkin bukan faktor determinan kalau tidak membangun kekuatan politik di luar dan hanya mengikuti PDIP saja," jelas Refly Harun.

"Tidak punya elektabilitas lagi nanti," tegasnya.

Lebih lanjut lagi, Refly Harun berkata empat tahun sisa pemerintahan Presiden Jokowi nantinya akan diwarnai tawar menawar kepentingan.

Refly Harun mencontohkan dalam isu reshuffle kabinet Presiden Jokowi yang belakangan santer terdengar.

Menurut Refly Harun, reshuffle kabinet akan seperti senam poco-poco atau tarian maju mundur karena diwarnai oleh PDIP yang memainkan konstelasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bela Milenial, Tengku: Sudah Ketiban Utang, Dituduh Dimanjakan, Sabar Rek

Bela Milenial, Tengku: Sudah Ketiban Utang, Dituduh Dimanjakan, Sabar Rek

News | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 10:22 WIB

Megawati Pertanyakan Sumbangsih Milenial, Buruh: Kami Tersinggung!

Megawati Pertanyakan Sumbangsih Milenial, Buruh: Kami Tersinggung!

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 10:15 WIB

Mengapa Civil Society Sangat Kritis kepada Jokowi?

Mengapa Civil Society Sangat Kritis kepada Jokowi?

News | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 09:45 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×