alexametrics

Refly Harun: Pemerintahan Akan Diwarnai Tawar Menawar Jokowi - Megawati

Reza Gunadha | Hernawan
Refly Harun: Pemerintahan Akan Diwarnai Tawar Menawar Jokowi - Megawati
Refly Harun Sebut Pemerintahan Akan Diwarnai Tawar Menawar Jokowi Megawati (YouTube/Refly Harun).

"Empat tahun sisa pemerintahan ini akan diwarnai bargaining position Megawati dan Jokowi," kata Refly Harun.

Suara.com - Pakar Hukum dan Tata Negara Refly Harun mengomentari hubungan antara dua orang penting PDIP, Presiden Jokowi dan Megawati.

Refly Harun mengatakan, sisa pemerintahan Presiden Jokowi empat tahun mendatang akan diwarnai dengan bargaining position atau tawar menawar antara orang nomor satu Indonesia ini dengan Megawati.

Pernyataan itu disampaikan Refly Harun lewat tayangan video di Kanal YouTube-nya, Jumat (30/10/2020).

Menurut Refly Harun, sudah bukan rahasia umum lagi apabila hubungan antara Presiden Jokowi dan Megawati sedikit menegang. Sebab PDIP mungkin saja kecewa dengan Presiden Jokowi baik di periode pertama maupun kedua.

Baca Juga: Bela Milenial, Tengku: Sudah Ketiban Utang, Dituduh Dimanjakan, Sabar Rek

Hanya saja keberadaan Presiden Jokowi kini dirasanya sangat penting. Apabila dibuang, justru pihak PDIP akan merugi.

Refly Harun Sebut Pemerintahan Akan Diwarnai Tawar Menawar Jokowi Megawati (YouTube/Refly Harun).
Refly Harun Sebut Pemerintahan Akan Diwarnai Tawar Menawar Jokowi Megawati (YouTube/Refly Harun).

"Sudah bukan rahasia umum lagi ada kekecewaan PDIP terhadap Presiden Jokowi baik periode pertama dan kedua. Hanya saja, Jokowi telur emas. Artinya tidak mungkin dia dibuang begitu saja oleh PDIP," kata Refly Harun seperti dikutip Suara.com.

Refly Harun menuturkan, hubungan antara PDIP dan Presiden Jokowi saat ini hanya dilandaskan pada kepentingan aliansi strategis.

Pasalnya, apabila PDIP mau menjadi oposisi, pihaknya tidak akan mendapatkan kompensasi apa-apa lantaran sudah pasti banyak partai yang akan memanfaatkannya untuk masuk ke pihak Presiden Jokowi.

"Kalau PDIP mau jadi oposisi, PDIP tidak dapat kompesasi apa-apa. PDIP keluar, akan banyak partai masuk. Saya kira begitu," ujarnya.

Baca Juga: Megawati Pertanyakan Sumbangsih Milenial, Buruh: Kami Tersinggung!

Menurut Refly Harun, kepentingan aliansi strategis antara PDIP dan Presiden Jokowi diperkirakan hanya sampai 2024 saja. Sebab, setelahnya Jokowi dirasa bukan lagi faktor determinan.

Komentar