Tokoh Yahudi: Kaum Islamis Deklarasikan Perang di Prancis

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti
Tokoh Yahudi: Kaum Islamis Deklarasikan Perang di Prancis
Gil Taieb, wakil presiden komunitas Yahudi Prancis, CRIF. (Tangkapan layar/Youtube)

"Kami akan bersatu melawan barbarisme Islam," kata wakil presiden komunitas Yahudi Prancis, Gil Taieb.

Suara.com - Seorang tokoh senior Yahudi mengatakan kaum Islamis telah menyatakan perang terhadap Prancis, merespon serangan yang terjadi di gereja Notre Dame, Nice.

Menyadur Times of Israel, Jumat (30/10/2020), pernyataan itu dilontarkan oleh wakil presiden komunitas yang memayungi kaum Yahudi di Prancis, CRIF, Gil Taieb.

Sesaat setelah serangan yang menewaskan tiga orang di luar gereja Notre Dame, di mana satu perempuan dipenggal, Taieb melalui Twitter mencuitkan komentar tersebut.

"Para Islamis sedang berperang melawan kami!" cuit Taieb, Kamis (29/10).

Baca Juga: Para Pemimpin Dunia Kecam Teror Mengerikan di Jantung Basilika Notre-Dame

"Kami akan bersatu melawan barbarisme Islam," sambungnya.

Serangan di gereja Basilika Notre Dame, kota Nice, Prancis pada 29 Oktober 2020. (AFP/Valery Hache)
Serangan di gereja Basilika Notre Dame, kota Nice, Prancis pada 29 Oktober 2020. (AFP/Valery Hache)

Sementara, Dewan Kebudayaan Muslim Prancis (CFCM), juga mengomentari serangan di Nice, menyatakan kecaman dan mengajak umat Muslim untuk membatalkan perayaan Maulid Nabi Muhammad.

Melalui Twitter, lembaga yang secara resmi mewakili umat Islam di Prancis itu mengatakan pembunuhan di Nice merupakan serangan yang dilakukan oleh teroris.

"Sebagai tanda berduka dan solidaritas, kami mengajak umat Muslim Prancis untuk membatalkan perayaan Maulid," imbau lembaga tersebut pada Kamis pagi waktu setempat.

Membawa Al Quran dan sebut asma Allah

Baca Juga: MUI: Harusnya Presiden Macron Sadar, Ia Hidup Berdampingan Umat Islam

Otoritas anti-terorisme Prancis mengungkap pelaku serangan di Nice membawa salinan kitab suci Islam saat melancarkan aksi, mengutip laporan Associated Press.

Komentar