Para Pemimpin Dunia Kecam Teror Mengerikan di Jantung Basilika Notre-Dame

Siswanto, Deutsche Welle

Jum'at, 30 Oktober 2020 | 14:24 WIB
Para Pemimpin Dunia Kecam Teror Mengerikan di Jantung Basilika Notre-Dame
DW

Suara.com - Para pemimpin dari seluruh dunia bersama-sama mengecam serangan teror mematikan yang terjadi di sebuah katedral di Nice, Prancis.  Kanselir Jerman Angela Merkel mengaku dirinya “sangat terguncang.”

Para pemimpin dari seluruh dunia mengutuk keras serangan penikaman mematikan pada Kamis (29/10) yang menewaskan tiga orang di Nice. Para penyidik Prancis menyebut serangan itu sebagai aksi terorisme.

Serangan penikaman itu terjadi pada peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad. Ini merupakan serangan teror ketiga yang terjadi dalam dua bulan di Prancis menyusul kritik keras umat Muslim atas karikatur Nabi Muhammad yang dicetak ulang oleh majalah satir Prancis Charlie Hebdo pada bulan September lalu.

Macron selama ini menegaskan akan tetap berpegang teguh pada tradisi dan hukum sekuler Prancis, yang menjamin kebebasan berbicara yang memungkinkan publikasi seperti Charlie Hebdo dapat dilakukan. Macron juga mengatakan agama Islam tengah mengalami krisis di seluruh dunia dan meminta warga muslim Prancis agar bersikap loyal kepada konstitusi republik.

Di bawah prinsip-prinsip sekularisme Prancis atau laïcité, institusi keagamaan tidak memiliki pengaruh atas kebijakan publik yang diemban pemerintah. Idenya adalah untuk menjamin kesetaraan semua kelompok agama dan keyakinan di mata hukum.

Macron menuduh minoritas muslim Prancis sedang mengalami “separatisme Islam,” di mana warga lebih menaati hukum Syariah ketimbang konstitusi negara. Namun, para pemimpin negara mayoritas Muslim, seperti Turki dan Pakistan, menuduh Macron “Islamophobia”.

Solidaritas Eropa Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan dia “sangat terguncang” oleh “pembunuhan mengerikan” di gereja di Nice, dan menyatakan rasa berdukanya bagi kerabat korban yang terbunuh.

“Bangsa Prancis memiliki solidaritas Jerman di saat-saat sulit ini,” kata Merkel melalui juru bicaranya Steffan Seibart di Twitter.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mencuit: “hati kami bersama rakyat Prancis”. “Amerika berdiri bersama sekutu tertua kami dalam perang ini. Serangan teroris Islam radikal ini harus segera dihentikan,” tambahnya.

baca juga

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan “seluruh Eropa” berada dalam solidaritas dengan Prancis menyusul “serangan keji dan brutal” yang terjadi.

“Pikiran saya bersama para korban tindakan kebencian ini. Kami akan tetap bersatu dan bertekad dalam menghadapi kebiadaban dan fanatisme,” cuitnya.

Uni Eropa kemudian mengeluarkan pernyataan bersama yang menyebut pembunuhan itu sebagai serangan terhadap “nilai-nilai bersama” blok itu. “Kami meminta para pemimpin di seluruh dunia untuk bekerja mengutamakan dialog dan pemahaman di antara komunitas dan agama dibanding perpecahan,” kata pernyataan itu.

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengatakan “serangan keji” tidak akan “mengguncang perjuangan bersama dalam mempertahankan nilai-nilai kebebasan dan perdamaian.” “Keyakinan kami lebih kuat dari fanatisme, kebencian dan terror,” tambahnya.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan bahwa Eropa “bersatu melawan kebencian” dan akan “terus mempertahankan kebebasan, nilai-nilai demokrasi, perdamaian dan keamanan warga negara.”

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan di Twitter bahwa dia “terkejut” mendengar berita tentang “serangan barbar di Basilika Notre-Dame.” “Pikiran kami bersama para korban dan keluarga mereka, dan Inggris berdiri teguh bersama Prancis melawan terror dan intoleransi,” ujarnya.

Negara-negara Muslim mengutuk serangan Terlepas dari pertengkaran diplomatik antara kedua negara, Turki adalah salah satu negara yang pertama kali menyampaikan rasa belasungkawa kepada para korban.

“Kami berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Prancis melawan teror dan kekerasan,” kata pernyataan kementerian luar negeri Turki.

Juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin, menuliskan cuitan dalam bahasa Turki dan Prancis: ‘Kami akan memerangi semua jenis teror dan ekstremisme dengan tekad dan solidaritas.”

Arab Saudi juga mengeluarkan pernyataan yang mengutuk “tindakan ekstremis” yang “bertentangan dengan semua agama,” seraya menambahkan bahwa penting untuk menghindari “semua praktik yang menghasilkan kekerasan karena kebencian dan ekstremisme.”

Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi mengatakan kepada wartawan bahwa Pakistan “mengutuk kekerasan dimanapun itu terjadi.”

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menuliskan cuitan dalam Bahasa Inggris bahwa “lingkaran setan” dari ujaran kebencian, provokasi dan kekerasan harus “diganti dengan akal dan kewarasan”.

“Kita harus menyadari bahwa radikalisme menghasilkan lebih banyak radikalisme, dan perdamaian tidak dapat dicapai dengan provokasi yang buruk,” tambahnya.

Tunisia, negara asal tersangka pembunuhan juga mengeluarkan pernyataan yang mengatakan “mengutuk keras insiden teroris di Nice” dan menyatakan “solidaritas dengan rakyat dan pemerintah Prancis.”

Negara Afrika Utara itu juga menolak “semua bentuk terorisme dan ekstremisme,” seraya menyatakan penolakan atas “ekploitasi ideologis dan politik terhadap agama,” demikian menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri.

Indonesia juga turut mengecam serangan teroris yang terjadi di Basilika Notre Dame, Nice yang terjadi pada Kamis (29/10).

"Kami sampaikan duka cita mendalam dan simpati kepada korban dan keluarganya," demikian keterangan yang dirilis kementerian luar negeri RI melalui akun twitter resminya.

"KBRI Paris dan KJRI Marseille secara aktif terus berkoordinasi dengan otoritas setempat. Sejauh ini tidak terdapat korban WNI," tambah keterangan tersebut.

Paus kecam ‘terorisme’ Paus Francis, pemimpin Gereja Katolik mengatakan bahwa dia berdoa untuk keluarga mereka yang terbunuh di Katedral Notre Dame Nice, seraya menambahkan bahwa “terorisme dan kekerasan tidak akan pernah bisa diterima.”

“Serangan hari ini telah menabur kematian di tempat penuh cinta dan pelipur lara. Paus menyadari situasi ini dan ikut berduka dengan komunitas Katolik,” kata juru bicara Vatikan Matteo Bruni.

Paus mengatakan dia mendesak orang-orang di Prancis untuk “bersatu memerangi kejahatan dengan kebaikan.” gtp/rap (AFP, AP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anomali Ballon d'Or 2026: Taruhan Janggal dan Dugaan Informasi Orang Dalam

Anomali Ballon d'Or 2026: Taruhan Janggal dan Dugaan Informasi Orang Dalam

Bola | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:38 WIB

1314 Orang Ditangkap dalam Demonstrasi di Prancis, 53 Petugas Keamanan Jadi Korban

1314 Orang Ditangkap dalam Demonstrasi di Prancis, 53 Petugas Keamanan Jadi Korban

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 17:56 WIB

Viral Suami Ngamuk! Istrinya Jarah Toko Baju saat Paris Kerusuhan, Hasil Jarah Dilempar

Viral Suami Ngamuk! Istrinya Jarah Toko Baju saat Paris Kerusuhan, Hasil Jarah Dilempar

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:28 WIB

Antisipasi Aksi Penjarahan, 7 Toko Apple di Prancis Ditutup

Antisipasi Aksi Penjarahan, 7 Toko Apple di Prancis Ditutup

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:40 WIB

Demo Besar 24 Oktober di Prancis: Walkot Paris Perintahkan Polisi Biarkan Penjarah

Demo Besar 24 Oktober di Prancis: Walkot Paris Perintahkan Polisi Biarkan Penjarah

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:24 WIB

Prancis Larang Warga Demo di Marseille, Akses Transportasi Umum di Batasi

Prancis Larang Warga Demo di Marseille, Akses Transportasi Umum di Batasi

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Review Lupin Part 1: Drama Thriller Kriminal Prancis yang Penuh Kejutan!

Review Lupin Part 1: Drama Thriller Kriminal Prancis yang Penuh Kejutan!

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Terlanjur Beli Tiket Liburan ke Prancis? Perhatikan Aturan Ini Pasca Kerusuhan Besar di Paris

Terlanjur Beli Tiket Liburan ke Prancis? Perhatikan Aturan Ini Pasca Kerusuhan Besar di Paris

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Kata "Bismillah" Populer di Demo Prancis Hingga ke Belgia dan Italia, Apa Artinya?

Kata "Bismillah" Populer di Demo Prancis Hingga ke Belgia dan Italia, Apa Artinya?

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:23 WIB

Pelajaran dari Demonstrasi Prancis, saat Masalah Rakyat Membuka Mata Negara

Pelajaran dari Demonstrasi Prancis, saat Masalah Rakyat Membuka Mata Negara

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Terkini

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:26 WIB

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Video | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Bakal Atur Ruang Digital hingga Jerat Korporasi, Yusril Targetkan RUU HAM Masuk DPR Akhir 2026

Bakal Atur Ruang Digital hingga Jerat Korporasi, Yusril Targetkan RUU HAM Masuk DPR Akhir 2026

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:10 WIB

×