Anak Bunuh Ayah Kandung, Hancurkan Bukti Pakai Teori dari Acara TV

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Jum'at, 30 Oktober 2020 | 19:04 WIB
Anak Bunuh Ayah Kandung, Hancurkan Bukti Pakai Teori dari Acara TV
Ilustrasi pembunuhan. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang remaja laki-laki di India, menggunakan teori dari serial kriminal di televisi untuk menghancurkan bukti kasus pembunuhan ayah kandungnya.

Menyadur Gulf News, Jumat (30/10/2020), bocah berusia 17 tahun itu nekat menghabisi nyawa ayahnya, Manoj Mishra, lantaran tak terima dengan sikapnya.

Siswa yang duduk di bangku kelas 12 sekolah menengah atas itu sakit hati saat dimarahi sang ayah. Hal itu memicunya untuk melancarkan aksi pembunuhan.

Insiden yang terjadi pada 2 Mei lalu ini baru terungkap setelah si anak mengakui perbuatannya kepada polisi.

Remaja asal negara bagian Uttar Pradesh ini ditangkap dan ditahan pada Rabu (28/10), bersamaan dengan ibunya, Sangeeta Mishra, yang juga ikut terlibat dalam pembunuhan Manoj.

Berdasarkan laporan polisi, anak laki-laki itu memukul kepala ayahnya dengan tongkat besi hingga pingsan.

Saat Manoj tak sadarkan diri, si anak labtas mencekik pria malang itu hingga tewas, menggunakan sehelai kain.

Tak lama berselang, pelaku dengan bantuan sang ibu, membawa jasad Manoj ke hutan terdekat dan membakarnya dengan campuran bensin dan cairan pembersih toilet untuk menghilangkan identitas.

Esoknya, tubuh Manoj yang sebagian terbakar ditemukan warga. Tapi polisi tak bisa mengindentifikasi korban lantaran tak adanya laporan orang hilang.

Hingga pada 27 Mei, keluarga Manoj akhirnya mengajukan laporan orang hilang, setelah berulang kali didesak oleh pihak tempat pria ini bekerja.

Beberapa rekan kerja Manoj saat itu menyebut jasad misterius di hutan itu memang benar tubuh Manoj.

Kecurigaan polisi mengarah ke anggota keluarga setelah putra Manoj berulang kali menolak panggilan pemeriksaan.

Pengawas polisi kota Udai Shanker Singh mengatakan remaja itu malah menanyakan tentang ketentuan hukum interogasi, setiap kali dipanggil.

Polisi lantas memeriksa ponsel putra Manoj dan mengetahui remaja itu telah menonton serial 'Crime Patrol' lebih dari 100 kali.

Setelah beberapa kali pemeriksaan, remaja itu akhirnya mengaku sebagai pelaku pembunuhan ayah kandungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bunuh Fransisca usai 2 Kali ML, Ricky Ternyata Seorang Penjahat Kambuhan

Bunuh Fransisca usai 2 Kali ML, Ricky Ternyata Seorang Penjahat Kambuhan

Kaltim | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 18:52 WIB

Kasus Ayah Ajak Anaknya Bunuh Diri, Heboh Surat Wasiat Isinya Mengejutkan

Kasus Ayah Ajak Anaknya Bunuh Diri, Heboh Surat Wasiat Isinya Mengejutkan

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 16:02 WIB

Siswa Bunuh Diri karena Belajar Online, Guru Diminta Kurangi Tugas Sekolah

Siswa Bunuh Diri karena Belajar Online, Guru Diminta Kurangi Tugas Sekolah

News | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 11:18 WIB

Terkini

Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur

Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur

News | Sabtu, 11 April 2026 | 07:00 WIB

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:42 WIB

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:28 WIB

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:24 WIB

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:21 WIB

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:53 WIB

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:47 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:15 WIB

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB