AS Antusias Pemilu, Reza Fahlevi Harap Pilkada Serentak 2020 pun Sukses

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Kamis, 05 November 2020 | 19:33 WIB
AS Antusias Pemilu, Reza Fahlevi Harap Pilkada Serentak 2020 pun Sukses
Direktur Eksekutif The Jakarta Institute (TJI), Reza Fahlevi. (Dok : Kemendagri)

Suara.com - Setelah memperhatikan antusiasme warga Amerika Serikat (AS) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2020 di tengah pandemi Covid-19, Direktur Eksekutif The Jakarta Institute (TJI), Reza Fahlevi berharap, hal ini bisa diikuti Indonesia yang pada 9 Desember nanti akan menghelat Pilkada Serentak  2020.

Reza menyebut, partisipasi Pilpres AS melonjak tajam sejak terakhir kali 1 abad lebih (120 tahun silam). Hampir 160 juta warga, atau sekitar 67 persen dari total pemilih yang memenuhi syarat berbondong-bondong mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) dan rela mengantre berjam-jam.

"Ada yang mengirim surat suara melalui pos. Yang jelas, mekanisme Pemilu AS sangat berbeda dengan di Indonesia. Namun yang bisa dijadikan pembelajaran di Indonesia adalah mengoptimalkan partisipasi pemilih, agar masyarakat tidak ketakutan datang ke TPS," ujarnya dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Meskipun digelar di tengah pandemi, lanjut dia, yang mana AS mencatat kasus dan kematian tertinggi di seluruh dunia, dengan jumlah kasus harian mencapai 84.000 pada Senin (2/11/2020), namun partisipasi pemilih mencatatkan rekor baru setelah 120 tahun terakhir.

"Mengutip US Election Project di Universitas Florida, tingkat partisipasi Pilpres di AS kali ini tertinggi selama masa modern. Kita tentu saja belum bisa langsung mengadopsi cara AS yang memberi kemudahan pemilih dengan memilih di rumah dan mengirim surat suaranya melalui pos," tambahnya.

Menurut Reza, banyak faktor yang menyebabkan tingginya partisipasi di Pilpres AS. Beberapa diantaranya, isu gagalnya capres petahana dalam menangani Covid-19 dan dampak sosial ekonominya.

"Jumlah pemilih yang besar di Pilpres AS, tampaknya didorong sejumlah masalah penting yang telah menjungkirbalikkan kehidupan hampir setiap warga AS. Kekecewaan atas tingginya angka Covid-19 dan ekonomi yang lesu, serta sejumlah kontroversi kebijakan politik nasional maupun global era Trump menjadi faktor penting warga AS begitu antusias terlibat dalam Pilpres," paparnya.

Indonesia, menurut Reza, menjelang Pilkada 2020, sebenarnya sudah on the track, yang mana dalam tahapan kampanye, pemerintah bersama penyelenggara pemilu telah menjadikan isu penanganan Covid-19 dan dampak sosial ekonominya sebagai isu sentral.

"Pekerjaan rumah penting lainnya yang harus diantisipasi ke depan adalah sosialisasi Pilkada sehat dan aman Covid-19, serta lebih massif  meyakinkan publik bahwa Pilkada 2020 ini sangat penting untuk memilih pemimpin di daerah yang memiliki strategi kebijakan jitu untuk menangani Covid-19 dan dampak sosial ekonominya," imbuhnya.

Reza menambahkan, isu penanganan Covid-19, isu pemulihan ekonomi harus terus diangkat, agar masyarakat tergerak untuk berpartisipasi menentukan masa depan daerahnya.

"Jika kedua isu tersebut (Covid-19 dan pemulihan ekonomi) secara intens diangkat terus, tentu saja alam bawah sadar mereka akan tergerak karena menyangkut jaminan kesehatan dan kesejahteraan setiap warga di daerah yang menggelar Pilkada," ungkapnya.

Reza berharap, Pilkada 2020 bisa meningkat partisipasinya, sehingga pemimpin di daerah yang terpilih nanti, memiliki kapasitas dan komitmen untuk menangani Covid-19 dan dampak sosial ekonominya.

Ia menambahkan, merujuk survei Exit Poll Nasional Pilpres AS yang dilakukan Edison Research dengan sampel 2.915 responden setelah mencoblos, mereka ditanya isu penting apa yang membuat mereka harus datang untuk berpartisipasi dalam Pilpres AS 2020.

"Sebagian besar responden warga AS menjawab, topik ekonomi dengan jumlah 34 persen menjadi topik terpenting yang menjadi alasan mereka menentukan presiden. Kemudian ada kesetaraan ras sebanyak 21 persen, pandemi Covid-19 dipilih 18 persen responden, dan sebanyak 11 persen memilih topik keamanan ketertiban serta kesehatan," ujar Reza.

Melalui pilpres AS awal November ini dan Pemilu Legislatif di Korea Selatan 15 April 2020 lalu, sambung dia, ada banyak hal yang bisa dioptimalkan Indonesia agar Pilkada demokratis, sehat dan aman Covid-19 bisa terwujud.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemilu Saat Pandemi, Amerika Serikat Catat Penambahan Jumlah Kasus Covid-19

Pemilu Saat Pandemi, Amerika Serikat Catat Penambahan Jumlah Kasus Covid-19

Health | Kamis, 05 November 2020 | 18:17 WIB

Tak Heran Jika Pemilu Amerika Kali Ini Disebut Paling Memecah Belah

Tak Heran Jika Pemilu Amerika Kali Ini Disebut Paling Memecah Belah

News | Kamis, 05 November 2020 | 18:11 WIB

Tujuh Komisioner KPU Sulsel Akan Disidang DKPP, Ini Kasusnya

Tujuh Komisioner KPU Sulsel Akan Disidang DKPP, Ini Kasusnya

Sulsel | Kamis, 05 November 2020 | 16:50 WIB

Pemilu AS: Desa Leluhur Kamala Harris di India Rayakan Keunggulan Biden

Pemilu AS: Desa Leluhur Kamala Harris di India Rayakan Keunggulan Biden

News | Kamis, 05 November 2020 | 16:49 WIB

Pemilu AS: Apa yang Diharapkan Cina Kepada Presiden Amerika Mendatang?

Pemilu AS: Apa yang Diharapkan Cina Kepada Presiden Amerika Mendatang?

News | Kamis, 05 November 2020 | 16:33 WIB

Mondaire Jones, Afro-Amerika Gay Pertama yang Terpilih di Pemilu AS

Mondaire Jones, Afro-Amerika Gay Pertama yang Terpilih di Pemilu AS

News | Kamis, 05 November 2020 | 17:05 WIB

Terkini

LENGKAP Pernyataan Resmi Komando Pusat Amerika Serikat Putus Akses ke Pelabuhan Iran

LENGKAP Pernyataan Resmi Komando Pusat Amerika Serikat Putus Akses ke Pelabuhan Iran

News | Senin, 13 April 2026 | 09:46 WIB

AS Klaim Tembus Selat Hormuz, Iran Bantah Keras: Siapa yang Sebar Hoax?

AS Klaim Tembus Selat Hormuz, Iran Bantah Keras: Siapa yang Sebar Hoax?

News | Senin, 13 April 2026 | 09:39 WIB

Survei Global: Warga Amerika Serikat Khawatir dan Stres dengan Keputusan Donald Trump

Survei Global: Warga Amerika Serikat Khawatir dan Stres dengan Keputusan Donald Trump

News | Senin, 13 April 2026 | 09:23 WIB

Breakingnews! Donald Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz dan Laut Iran

Breakingnews! Donald Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz dan Laut Iran

News | Senin, 13 April 2026 | 08:51 WIB

Anggota DPRD DKI: Pengamen Ondel-Ondel Bukan Warga Jakarta Asli, Harus Diedukasi

Anggota DPRD DKI: Pengamen Ondel-Ondel Bukan Warga Jakarta Asli, Harus Diedukasi

News | Senin, 13 April 2026 | 08:48 WIB

Prabowo Diisukan Teken Perjanjian Militer, Pesawat AS Bebas Melintas di Indonesia

Prabowo Diisukan Teken Perjanjian Militer, Pesawat AS Bebas Melintas di Indonesia

News | Senin, 13 April 2026 | 08:23 WIB

Panas! Donald Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Buru Kapal yang Lewati Selat Hormuz

Panas! Donald Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Buru Kapal yang Lewati Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 08:00 WIB

Kasus Pembunuhan Kacab Bank, 3 Oknum TNI Ajukan Eksepsi di Pengadilan Militer Hari Ini

Kasus Pembunuhan Kacab Bank, 3 Oknum TNI Ajukan Eksepsi di Pengadilan Militer Hari Ini

News | Senin, 13 April 2026 | 07:44 WIB

Amerika di Ambang Cemas: 68 Persen Warga Takut Perang Lawan Iran Tak Terkendali!

Amerika di Ambang Cemas: 68 Persen Warga Takut Perang Lawan Iran Tak Terkendali!

News | Senin, 13 April 2026 | 07:32 WIB

Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Gagal: Isu Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Bom Waktu

Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Gagal: Isu Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Bom Waktu

News | Senin, 13 April 2026 | 07:26 WIB