Penipu Minuman Anggur dari Indonesia Akan Dibebaskan dari Penjara AS

Dany Garjito, BBC

Jum'at, 06 November 2020 | 14:38 WIB
Penipu Minuman Anggur dari Indonesia Akan Dibebaskan dari Penjara AS
Minuman anggur. [BBC]

Suara.com - Rudy Kurniawan, penipu asal Indonesia yang memalsukan minuman anggur, dijadwalkan akan dibebaskan dari penjara di Texas Amerika Serikat, pada Sabtu (07/11). Kabar kebebasannya berhembus di tengah masih banyak pertanyaan di seputar siapa yang membantunya melakukan penipuan besar tersebut.

Berdasarkan hukuman yang diterimanya, Rudy Kurniawan, tahanan nomor 62470-112, dijadwalkan akan dideportasi setelah masa tahanan di penjara "federal CI Reeves I & II Correctional Facility in Pecos, Texas, yang berlangsung setidaknya hingga 7 November", menurut keterangan Dian Ardhini Hapsari, pejabat di Konsulat Jendral Indonesia (KJRI) di Texas.

Dian mengatakan KJRI Houston akan berkoordinasi dengan US Immigration and Custom Enforcement/US ICE) mengenai deportasi Rudy, "dengan pendampingan petugas hingga ke negara asal."

"Apabila tahanan tersebut tidak memiliki paspor yang masih berlaku, ICE akan menghubungi Perwakilan negara asal tahanan untuk penerbitan paspor/SPLP," kata Dian dalam keterangan tertulis kepada BBC News Indonesia.

Sementara kuasa hukum Rudy, Jerome Mooney juga mengatakan kepada BBC News Indonesia, bahwa pria yang saat ini berusia 44 tahun itu juga akan dibebaskan.

"Kami kira dia akan diserahkan kepada imigrasi untuk dideportasi dari negara ini. Kapan dan bagaimana kami belum tahu...Dengan situasi Rudy saat ini, akses untuk bertemu sangat terbatas," kata Mooney.

Bagaimana awal perjalanan kasus Rudy Kurniawan?

Rudi dihukum 10 tahun penjara pada Juli 2014 setelah ditahan dua tahun sebelumnya atas tuduhan menjual paling tidak ribuan botol minuman anggur palsu dengan nilai setidaknya US$20 juta.

Produsen minuman anggur di Burgundy Prancis, Laurent Ponsot yang membantu Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat, FBI, menangkap Rudi mengatakan walau bebas, cerita soal penipuan ini masih jauh dari berakhir.

Ponsot mengatakan tidak mungkin Rudi melakukan pemalsuan ribuan botol minuman anggur berkualitas tinggi - termasuk Bordeaux, grand cru Burgundy - seorang diri.

baca juga

Ribuan botol ini membanjiri pasar minuman anggur, dengan korban termasuk Bill Koch, pengusaha super kaya Amerika yang mengaku dia menjadi korban penipuan Rudy.

"Anda tidak bisa sendiri membuat 1.500 botol Bordeaux (merek anggur) dan tiba-tiba menjadi Pétrus, Haut-Brion (merek lain)," kata Ponsot kepada Club Oenologique, majalah ekslusif yang banyak mengangkat soal minuman anggur.

"Tidak mungkin hanya Rudy Kurniawan melakukan semua ini di dapurnya. Ia punya gudang di suatu tempat di luar Los Angeles, dan dia punya orang yang bekerja untuknya," tambahnya.

"Juga, ia tidak bisa belajar semua tentang minuman anggur dalam waktu satu bulan atau setahun. Pasti ada orang yang mengajarinya tentang anggur. Ia punya komplotan," tambahnya lagi.

Keponakan Eddy Tansil yang tak mungkin bergerak seorang diri

Banyak spekulasi yang muncul terkait orang-orang di belakang Rudi, termasuk pamannya Eddy Tansil, yang lari dari Indonesia.

Tidak diketahui di mana keberadaan Eddy Tansil - yang masuk dalam daftar buron Interpol - sejak kabur dari penjara Cipinang pada 1996. Namun sejumlah media sempat menyebut dia terlihat di China pada 2013.

Ponsot sendiri mengatakan ia melakukan penyelidikan sendiri dan pergi ke Indonesia.

Ia mengatakan tengah menyusun buku tentang usaha keluarga minuman anggur Domaine Ponsot dan mencakup hasil penyelidikannya tentang Rudi.

Tetapi Ponsot mengatakan tidak akan menyebut nama dalam bukunya itu.

"Saya tahu saya tidak bisa menyebut nama di atas kertas, karena tak ada bukti dan saya akan dipenjara," katanya.

Dalam wawancara dengan majalah Amerika Wine Spectator, Ponsot juga mengatakan masih ada uang hasil penipuan Rudi itu.

"Setelah itu (dibebaskan), saya tidak tahu apa yang akan terjadi padanya. Saya tahu ada uang di suatu tempat dan bila ia lihai, ia akan ambil uang itu dan menghilang," katanya.

Ia juga mengatakan Rudy memiliki "sembilan identitas, termasuk identitas seorang perempuan,"

Rudy diduga lahir dengan nama Zen Wang Huang di Jakarta, bertolak ke Amerika Serikat dengan visa pelajar pada tahun 1990an.

Para penyelidik dalam film dokumenter Sour Grapes yang ditayangkan di Netflix pada 2016, mengungkap keluarga Rudi termasuk ibunya yang bernama Lenywati Tan, dan tinggal dengannya di Los Angeles. Film itu juga mengungkap paman Rudy, Eddy Tansil, buronan ...

Namun Ponsot mengatakan curiga perempuan yang tinggal bersama Rudy bukan ibunya.

Ia juga mengklaim sertifikat kelahiran Rudi yang diberikan ke pihak berwenang palsu.

"Saya tidak dapat membuktikannya, namun semua tentang Rudi adalah palsu."

Ponsot mengatakan bukunya - baru tiga bab dari rencana 31 bab - akan mengungkap rincian yang dia ketahui dari hasil penyelidikannya.

Mencegah lelang minuman palsu

Pada tahun 2008, Ponsot mendapat telpon dari jaksa di New York dan kolektor minuman anggur terkait lelang 90 botol minuman usaha keluarganya Domaine Ponsot 1945.

Minuman itu akan dilelang di Acker Merrall & Condit di restoran Cru New York.

Sehari setelah berhasil mencegah lelang itu, Ponsot bertemu dengan Rudy, tanpa mengetahui apakah dia adalah korban atau pelaku.

Ponsot kemudian bertemu dengan Rudy dua kali di Los Angeles dan menuduh Rudy melakukan pemalsuan.

Selama lima tahun, kasus ini menjadi pekerjaan sampingannya, bekerja sama dengan penyelidik federal dan melakukan penyelidikan sendiri.

Langkahnya bersama FBI mengungkap penipuan besar minuman anggur yang akhirnya berhasil membuat Rudy dijatuhi hukuman penjara 10 tahun.

Namun semua rincian investigasi sendiri ini, kata Ponsot, akan diungkap dalam bukunya.

Yang jelas - kata Ponsot lagi - setelah bukunya selesai, ia tidak akan pernah mau membicarakan tentang Rudy lagi dan akan memfokuskan pada minuman anggur.

Wartawan BBC News di New York, Michelle Fleury, yang meliput sidang Rudy di Manhattan New York pada 2014 menulis saat itu bahwa di rumahnya di California, FBI menemukan tempat penyimpanan dan pembuatan minuman palsu ini ternyata di dapurnya.

FBI menemukan laci-laci penuh dengan label minuman anggur palsu serta tutup anggur.

Ada pula berbagai alat untuk membuat botol seolah lama dan terlihat asli.

Rudy mendapatkan botol-botol kosong ini dari restoran-restoran yang kemudian dia proses ulang dengan label palsu.

Penipuan ini dilakukan Rudy selama delapan tahun.

"Salah seorang yang saya tanya membandingkan Rudy dengan pemalsu barang seni, yang bangga atas apa yang ia lakukan," tulis Fleury,

Rudy adalah orang pertama yang diadili dan dihukum karena menjual minuman anggur palsu di Amerika Serikat.

Pihak berwenang saat itu menemukan ribuan label minuman anggur mahal Burgundy dan Bordeaux serta botol-botol yang belum diberi label.

Pada tahun 2006 saja, Rudy diduga berhasil menjual 12.000 botol dalam lelang.

Sebelum dijatuhi hukuman 10 tahun pada 2014, jaksa sempat mengatakan bahwa Rudy pantas dihukum lebih lama karena dia memamerkan hasil penipuannya dengan "pembelian barang mewah termasuk minuman anggur asli, mobil mewah, rumah besar di Beverly Hills, terbang dengan pesawat pribadi, jam-jam dan baju mewah, koleksi seni dan banyak lagi."

"Dia tidak menyesal atas apa yang dia lakukan, dia menyesal karena tertangkap, dan harusnya pengadilan tidak memberikan keringanan," kata jaksa saat itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mojtaba Khamenei Minta Pemimpin Negara Timur Tengah Bersatu Melawan Musuh Utama Islam

Mojtaba Khamenei Minta Pemimpin Negara Timur Tengah Bersatu Melawan Musuh Utama Islam

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Dari Munjul ke New York, Pola Raya dan KJRI Buka Jalan Arsitek Indonesia Tembus Pasar Global

Dari Munjul ke New York, Pola Raya dan KJRI Buka Jalan Arsitek Indonesia Tembus Pasar Global

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:05 WIB

Amerika Bakal Sanksi Bank China Jika Tidak Blokir Aliran Duit ke Iran

Amerika Bakal Sanksi Bank China Jika Tidak Blokir Aliran Duit ke Iran

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Gaji Tentara AL Dipotong untuk Anggaran Perang AS - Iran

Gaji Tentara AL Dipotong untuk Anggaran Perang AS - Iran

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:52 WIB

RI Ekspor 1.928 Monyet Ekor Panjang Senilai Rp137 Miliar ke AS dan China

RI Ekspor 1.928 Monyet Ekor Panjang Senilai Rp137 Miliar ke AS dan China

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Donald Trump Bawa AS Hadapi Lonjakan Utang, Warganya Harus Tanggung Rp2 Miliar per Jiwa

Donald Trump Bawa AS Hadapi Lonjakan Utang, Warganya Harus Tanggung Rp2 Miliar per Jiwa

Video | Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Otak Serangan 9/11 Khalid Sheikh Mohammed Akan Jalani Sidang Militer Tahun 2028, Kok Lama?

Otak Serangan 9/11 Khalid Sheikh Mohammed Akan Jalani Sidang Militer Tahun 2028, Kok Lama?

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:07 WIB

Makan Malam Berubah Jadi Mimpi Buruk, 8 Anggota Keluarga Tewas dalam Penembakan Montana

Makan Malam Berubah Jadi Mimpi Buruk, 8 Anggota Keluarga Tewas dalam Penembakan Montana

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:12 WIB

Kenapa Amerika Serikat Tangguhkan Permohonan Visa Imigran dari Seluruh Dunia?

Kenapa Amerika Serikat Tangguhkan Permohonan Visa Imigran dari Seluruh Dunia?

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:17 WIB

Apa Itu Visa H-1B Amerika Serikat? AS Mau Naikkan Biaya Pengajuannya Sampai Rp 1,82 Miliar

Apa Itu Visa H-1B Amerika Serikat? AS Mau Naikkan Biaya Pengajuannya Sampai Rp 1,82 Miliar

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:40 WIB

Terkini

4 Shio yang Dikenal Paling Boros dan Hobi Belanja Impulsif, Diskon Jadi Musuh Besar

4 Shio yang Dikenal Paling Boros dan Hobi Belanja Impulsif, Diskon Jadi Musuh Besar

Lifestyle | Selasa, 01 September 2026 | 20:50 WIB

Anak Tak Harus Selalu Berhasil, Kesempatan Mencoba Justru Bantu Temukan Potensinya

Anak Tak Harus Selalu Berhasil, Kesempatan Mencoba Justru Bantu Temukan Potensinya

Health | Selasa, 01 September 2026 | 20:41 WIB

Jelang Eksekusi Lahan, Dinding Pabrik Sawit Dicoret-coret Orang Tak Dikenal

Jelang Eksekusi Lahan, Dinding Pabrik Sawit Dicoret-coret Orang Tak Dikenal

Riau | Selasa, 01 September 2026 | 20:38 WIB

Igor Tolic Tak Gentar Hadapi Persija di SUGBK: Persib Terbiasa Hadapi Laga Sulit di Asia

Igor Tolic Tak Gentar Hadapi Persija di SUGBK: Persib Terbiasa Hadapi Laga Sulit di Asia

Bola | Selasa, 01 September 2026 | 20:36 WIB

Nasabah BRI Ikuti Lucky Roll Hero 55th Anniversary dan Dapatkan Hadiah Mewah!

Nasabah BRI Ikuti Lucky Roll Hero 55th Anniversary dan Dapatkan Hadiah Mewah!

Bri | Selasa, 01 September 2026 | 20:35 WIB

IASC Blokir Dana Terkait Scam Online Capai Rp724,1 Miliar

IASC Blokir Dana Terkait Scam Online Capai Rp724,1 Miliar

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 20:32 WIB

Pendaftaran Ditutup, Lebih dari 4.000 Pelaku Usaha Mendaftar Pertamina UMK Academy 2026

Pendaftaran Ditutup, Lebih dari 4.000 Pelaku Usaha Mendaftar Pertamina UMK Academy 2026

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 20:20 WIB

Tanah Rp2 Miliar Dilelang Cuma Rp420 Juta, Warga Kulon Progo Gugat PNM Ventura Syariah & KPKNL

Tanah Rp2 Miliar Dilelang Cuma Rp420 Juta, Warga Kulon Progo Gugat PNM Ventura Syariah & KPKNL

Jogja | Selasa, 01 September 2026 | 20:19 WIB

Reapply Sunscreen Perlu Cuci Muka Dulu atau Tidak? Begini Penjelasan Dokter

Reapply Sunscreen Perlu Cuci Muka Dulu atau Tidak? Begini Penjelasan Dokter

Lifestyle | Selasa, 01 September 2026 | 20:15 WIB

Menikah di Usia 30-an Kian Diwajarkan, Tanda Perubahan Prioritas Anak Muda?

Menikah di Usia 30-an Kian Diwajarkan, Tanda Perubahan Prioritas Anak Muda?

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 20:10 WIB

×