-
Hakim militer AS menetapkan persidangan kasus 9/11 Khalid Sheikh Mohammed dimulai pada 5 Juni 2028.
-
Penundaan jadwal sidang bertujuan menyelesaikan perdebatan Pra-peradilan terkait kelayakan barang bukti di pengadilan.
-
Pemerintah AS membatalkan kesepakatan pengakuan bersalah yang sebelumnya dapat membebaskan terdakwa dari hukuman mati.
Suara.com - Hakim militer Amerika Serikat resmi menetapkan 5 Juni 2028 sebagai tanggal pembukaan persidangan Khalid Sheikh Mohammed dan tiga terdakwa lainnya atas tuduhan perencanaan serangan 9/11. Penetapan ini memberikan waktu tambahan 18 bulan lebih lama dari jadwal yang diajukan jaksa penuntut untuk merampungkan perdebatan pra-peradilan.
"Waktu tambahan diperlukan untuk menyelesaikan perselisihan pra-peradilan, termasuk ketidaksepakatan tentang bukti apa yang dapat diajukan di persidangan," kata Letnan Kolonel Angkatan Udara Michael A. Schrama dikutip dari CNN, Kamis (27/8/2026).
Penundaan ini menjadi bukti penanganan kasus hukum serangan teror terbesar di tanah AS masih terus membentur tembok negosiasi prosedur teknis dan pembuktian.
Langkah pengadilan ini membuka babak penegakan hukum baru setelah pemerintah AS gagal menuntaskan perkara terorisme tersebut selama lebih dari dua dekade. Putusan jadwal anyar ini juga membatalkan ambisi jaksa yang sebelumnya mendesak agar sidang dimulai pada Januari 2027.
Kepastian tanggal persidangan pada 2028 mendatang sangat bergantung pada kepatuhan seluruh pihak terhadap batas waktu dan tahapan proses hukum yang telah ditetapkan. Risiko penundaan susulan masih sangat terbuka mengingat jadwal persidangan serupa pernah dibatalkan pada 2021 lalu.
Khalid Sheikh Mohammed didakwa sebagai perencana utama aksi pembajakan pesawat komersial yang dihantamkan ke gedung World Trade Center dan Pentagon. Tiga rekan terdakwa yang ikut diadili bersama Mohammed meliputi Walid bin Attash, Ali Abdul Aziz Ali, serta Mustafa al-Hawsawi.
Mengapa Persidangan Kasus 9/11 Membutuhkan Waktu Sangat Lama?
Keempat terdakwa tersebut hingga saat ini tercatat sebagai bagian dari sisa tahanan yang masih diasingkan di pangkalan militer AS, Guantanamo Bay, Kuba. Upaya menyelesaikan perkara melalui jalur kesepakatan pengakuan bersalah sempat digagas namun berujung jalan buntu.
Tahun lalu, pengadilan banding federal menghentikan perjanjian kesepakatan yang sedianya memungkinkan Mohammed terbebas dari ancaman hukuman mati. Kesepakatan yang sempat dirancang tersebut memuat sanksi hukuman penjara seumur hidup tanpa hak bebas bersyarat bagi Mohammed dan dua rekan terdakwahnya.
Rancangan perjanjian itu juga mewajibkan para terdakwa menjawab seluruh pertanyaan menggantung yang diajukan oleh pihak keluarga korban tragedi 9/11. Namun, setelah melewati proses negosiasi intensif selama dua tahun, pemerintahan mantan Presiden Joe Biden memilih untuk membatalkan kesepakatan tersebut.
Tragedi 9/11 merupakan rentetan aksi teror fatal pada 11 September 2001 yang melibatkan penabrakan pesawat pembajakan ke pusat ekonomi dan pertahanan AS. Selain menghantam World Trade Center dan Pentagon, salah satu pesawat yang dibajak jatuh di kawasan perdesaan Pennsylvania setelah penumpang melakukan perlawanan.