Rizal Ramli 'Dikerjai' Jokowi dan JK, Ronnie Rusli Pertanyakan Etikanya

Dany Garjito, Chyntia Sami Bhayangkara

Sabtu, 07 November 2020 | 17:11 WIB
Rizal Ramli 'Dikerjai' Jokowi dan JK, Ronnie Rusli Pertanyakan Etikanya
Ekonom Rizal Ramli dan Pengamat Hukum Tata Negara Refly Harun di Mahkamah Konstitusi, Jakarta. (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Dosen Universitas Indonesia (UI) Ronnie Higuchi Rusli mempertanyakan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan eks Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengerjai Rizal Ramli saat masih menjadi Menko Kemaritiman.

Ia mempertanyakan etika dan kepatutan Jokowi beserta JK sebagai seorang kepala negara yang justru mengerjai anak buahnya sendiri.

Hal itu disampaikan oleh Ronnie melalui akun Twitter miliknya @ronnie_rusli.

"Harus dipertanyakan etikanya dan kepatutannya, 'pantaskah' presiden atau wapres mengerjai pembantunya?" kata Ronnie seperti dikutip Suara.com, Sabtu (7/11/2020).

Ronnie Rusli bela Rizal Ramli yang dikerjai Jokowi-JK (Twitter/ronnie_rusli)
Ronnie Rusli bela Rizal Ramli yang dikerjai Jokowi-JK (Twitter/ronnie_rusli)

Ronnie yang pernah menjadi anak buah Rizal Ramli di Kemenko Kemaritiman mengatakan, kinerja Rizal Ramli ketika memimpin kementerian tersebut sangat baik.

"Penilaian saya, pekerjaan pak RR Kemenko Maritim sangat baik dari record DwT dan Blok Gas Masela jadi di darat. Apa yang terjadi sekarang ya itu akibat dari mengerjai Menkonya," ungkap Ronnie.

Dalam cuitan terpisah, Ronnie membuat perumpamaan terkait kinerja Rizal Ramli.

Menurutnya, jika pemerintahan jokowi menyebut kinerja Rizal Ramli kala itu buruk, maka kinerja menteri Jokowi lainnya jauh lebih buruk.

"Kalau sekelas pak @ramlirizal dianggap pemerintah kinerjanya sebagai Menko Maritim jelek, maka semua kinerja menteri-menteri kabinet saat ini lebih jelek dari kinerja pak Rizal Ramli," ungkapnya.

baca juga

Tak hanya itu, Ronnie juga mengajak publik untuk duduk dan menyaksikan perkembangan selanjutnya. Waktu akan menjawab semua ucapan Ronnie tersebut.

"'Time will tell' sabar dan nonton saja," tukasnya.

Ronnie Rusli bela Rizal Ramli yang dikerjai Jokowi-JK (Twitter/ronnie_rusli)
Ronnie Rusli bela Rizal Ramli yang dikerjai Jokowi-JK (Twitter/ronnie_rusli)

Jokowi-JK Kerjai Rizal Ramli

Eks Wakil Presiden Jusuf Kalla mengisahkan momen ketika dirinya dan Presiden Jokowi mengerjai Rizal Ramli terkait pencopotan dari kabinet. Rizal Ramli saat itu mendesak alasan dirinya dicopot dari Menteri Koordinator Maritim.

Mulanya, Jusuf Kalla menceritakan Jokowi memanggil Rizal Ramli ke Istana Negara untuk menyampaikan Rizal dicopot dari kabinet. Jokowi menjelaskan kepada Rizal pencopotan ini karena ada kebutuhan.

“(Jokowi) Jelaskan demi kebaikan kabinet, (Rizal) akan diganti, dia menolak, apa salah saya? Banyak omongnya,” ujar JK.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

JK: Rizal Ramli Ngomongnya Banyak, Tapi Gak Bisa Pimpin Orang

JK: Rizal Ramli Ngomongnya Banyak, Tapi Gak Bisa Pimpin Orang

Jakarta | Sabtu, 07 November 2020 | 12:27 WIB

Rizal Ramli: Jusuf Kalla Raja Pembohong

Rizal Ramli: Jusuf Kalla Raja Pembohong

Sulsel | Sabtu, 07 November 2020 | 12:25 WIB

Kisah JK dan Jokowi Kerjai Rizal Ramli: Saya Masih Kasihan Sampai Sekarang

Kisah JK dan Jokowi Kerjai Rizal Ramli: Saya Masih Kasihan Sampai Sekarang

Jogja | Sabtu, 07 November 2020 | 10:01 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×