Dinilai Pinggirkan Aborigin, Australia Mau Ganti Lirik Lagu Kebangsaan

Siswanto, Deutsche Welle

Jum'at, 13 November 2020 | 11:11 WIB
Dinilai Pinggirkan Aborigin, Australia Mau Ganti Lirik Lagu Kebangsaan
DW

Suara.com - Australia kembali riuh oleh usulan penggantian lirik lagu kebangsaan yang dinilai mendeskreditkan peradaban Aborigin. Jiran di selatan itu sejak lama bergulat mengadopsi kebudayaan asli ke dalam identitas nasional. 

Perdebatan seputar lirik lagu kebangsaan Australia, Advance Australia Fair, kembali menyeruak menyusul desakan dari Perdana Menteri Negara Bagian New South Wales, Gladys Berejiklian.

Dia menilai sudah saatnya lirik bermasalah dalam lagu tersebut diganti untuk lebih mencerminkan keragaman. Lagu kebangsaan itu mengandung kalimat “kita adalah muda dan bebas.”

Namun menurut Gladys, lirik tersebut menghilangkan sejarah panjang peradaban Aborigin yang tergolong paling tua di dunia. Dia mengusulkan untuk mengganti penggalan lirik tersebut menjadi “kita adalah satu dan bebas.”

“Saya kira sudah saatnya kita mengakui puluhan ribu tahun peradaban warga asli di benua ini,” kata PM negara bagian New South Wales itu kepada stasiun televisi Australian Broadcasting Corp, ABC.

“Jadi mengatakan bahwa kita muda dan bebas menafikan hal tersebut.”

Alternatif lain adalah mengganti sepenuhnya lagu kebangsaan. Salah satu kandidat lagu yang paling populer adalah karya band The Seekers’ berjudul I Am Australian yang dirilis 1987 silam.

Lirik lagu tersebut dinilai lebih inklusif dan peka terhadap kebudayaan Aborigin. Saban tahun jiran di selatan merayakan hari kemerdekaan nasional pada 26 Januari, untuk mengenang kedatangan “armada pertama” di pelabuhan Sydney pada 1788, yang kebanyakan mengangkut narapidana kelas berat dan tentara dari Inggris.

Warga asli Aborigin yang sudah mendiami Australia sejak 50.000 tahun silam, mengenang peristiwa itu sebagai “hari invasi”.

baca juga

Glorifikasi kolonialisme dan supremasi atas suku asli Selama beberapa dekade terakhir Australia kesulitan mengakui peradaban Aborigin sebagai bagian dari identitas bangsa.

Namun sejak gelombang protes anti-rasisme, Black Lives Matter, pemerintah mulai serius mendorong pemberdayaan suku asli.

Warga Aborigin Australia yang berjumlah 700.000 orang dari total populasi yang berjumlah 26 juta, saat ini mendiami posisi buncit di hampir semua indikator keberhasilan ekonomi atau sosial.

Rasisme dan diskriminasi yang terjadi selama bertahun-tahun merenggut kesempatan mereka memperjuangkan kesetaraan hak.

“Apakah kita benar-benar menjadi ‘satu’ akan bergantung apakah perubahan simbolik pada lagu kebangsaan dibarengi oleh perubahan pada praktik-praktik di level nasional,” kata Anne Dennis, Ketua Dewan Tanah Adat di New South Wales.

Sejumlah akademisi dan tokoh publik di Australia sejak lama mengritik Advance Australia Fair karena diyakini mengandung glorifikasi kolonialisme terhadap suku asli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Usai Dirawat di RS Polri, Gus Yaqut Dipindahkan Kembali ke Rutan KPK

Usai Dirawat di RS Polri, Gus Yaqut Dipindahkan Kembali ke Rutan KPK

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:48 WIB

Indonesia Punya Potensi Energi Surya Terbesar, Mengapa Pemanfaatannya Masih Minim?

Indonesia Punya Potensi Energi Surya Terbesar, Mengapa Pemanfaatannya Masih Minim?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:43 WIB

Enggar Lukita: Rachmat Gobel Terlalu Baik untuk Dunia Politik

Enggar Lukita: Rachmat Gobel Terlalu Baik untuk Dunia Politik

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:41 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Blak-blakan Soal Penggeledahan Polisi di Tengah Usut Korupsi MBG

Jampidsus Febrie Adriansyah Blak-blakan Soal Penggeledahan Polisi di Tengah Usut Korupsi MBG

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:39 WIB

Akal-akalan Jampidsus? Ngaku Rumah Sentul yang Digeledah Miliknya Sejak Lama, Kok Nggak Masuk LHKPN!

Akal-akalan Jampidsus? Ngaku Rumah Sentul yang Digeledah Miliknya Sejak Lama, Kok Nggak Masuk LHKPN!

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:38 WIB

Bupati Sukoharjo Kena OTT KPK, Uang Miliaran Rupiah Disita

Bupati Sukoharjo Kena OTT KPK, Uang Miliaran Rupiah Disita

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:35 WIB

Pramono Anung Ungkap Komunikasi Terakhir dengan Rachmat Gobel Sepekan Sebelum Wafat

Pramono Anung Ungkap Komunikasi Terakhir dengan Rachmat Gobel Sepekan Sebelum Wafat

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:32 WIB

Jadi Momok, LSAK Desak Prabowo Cabut Perpres Pelindungan Jaksa oleh TNI

Jadi Momok, LSAK Desak Prabowo Cabut Perpres Pelindungan Jaksa oleh TNI

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:28 WIB

Menteri Hukum: Program Pasti Ada Solusi Tak Sekadar Tampung Aduan, Namun Pastikan Penyelesaian

Menteri Hukum: Program Pasti Ada Solusi Tak Sekadar Tampung Aduan, Namun Pastikan Penyelesaian

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:21 WIB

Takziah ke Rumah Duka, Jokowi Kenang Sosok Rachmat Gobel: Menteri yang Bekerja Keras

Takziah ke Rumah Duka, Jokowi Kenang Sosok Rachmat Gobel: Menteri yang Bekerja Keras

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:19 WIB

×