Tertipu Lowongan Pekerjaan, Ibu dan Anak Diperkosa Bergilir Selama 2 Minggu

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Jum'at, 13 November 2020 | 18:41 WIB
Tertipu Lowongan Pekerjaan, Ibu dan Anak Diperkosa Bergilir Selama 2 Minggu
Ilustrasi garis polisi, TKP tindak kejahatan. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang ibu dan putrinya yang baru berusia 4 tahun, dirudapaksa secara bergilir oleh sekawanan pria selama dua pekan, setelah ditipu dengan iming-iming akan diberi pekerjaan.

Menyadur The Sun, Jumat (13/11/2020), insiden yang terjadi di Pakistan ini berawal ketika sang ibu bertemu dengan tiga pria yang berjanji akan memberinya uang dalam jumlah banyak jika mau bekerja dengan mereka.

Percaya dengan omongan para pelaku, perempuan itu lantas mengajak anaknya mendatangi lokasi yang telah disebutkan. Tapi bukan pekerjaan yang didapat, keduanya malah disekap.

Ibu dan anak itu melakukan perjalan dari Karachi menuju Kashmore bersama para pelaku pada 25 Oktober lalu.

Keduanya lalu dikurung di sebuah rumah. Tiga pria itu, dengan kejinya memperkosa sang ibu beserta putrinya secara bergilir.

Ilustrasi kekerasan pada anak. [Shutterstock]
Ilustrasi kekerasan pada anak. [Shutterstock]

Para pelaku melecehkan korban selama dua pekan sebelum akhirnya memperbolehkan sang ibu untuk keluar.

Tak serta merta membebaskan, pelaku rupanya menugaskan si ibu untuk mencari perempuan lain yang akan dijadikan sebagai korban berikutnya.

Agar sang ibu bersedia melakukan tugasnya, para pelaku mengancam akan membunuhnya beserta putrinya yang masih mereka sandera.

Begitu diizinkan keluar, ibu tersebut langsung menuju kantor polisi, alih-alih menuruti omongan pelaku. Dengan berani, ia menceritakan apa yang telah menimpanya selama dua pekan.

baca juga

Polisi langsung melakukan penggerebekan ke lokasi dan menyelamatkan anak kecil itu dari sanderaan kawanan itu. Para pelaku melarikan diri.

Kendati demikian, polisi berhasil menangkap salah satu tersangka yang diidentifikasi sebagai Rafiq Malak. Ia disebutkan tak sengaja melukai diri sendiri saat berupaya kabur.

Para korban kini berada dalam perawatan di rumah sakit, di mana si anak dalam kondisi kritis. Hasil tes mengungkap keduanya juga dipukuli, selain diperkosa.

Serangan terhadap ibu dan anak ini terjadi beberapa bulan setelah Perdana Menteri Pakistan, Imaran Khan, menyerukan pemerkosa dan penganiaya anak untuk dikebiri. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perkosa dan Sebar Foto Telanjang Pacar, Pelajar SMA di Aceh Ditangkap

Perkosa dan Sebar Foto Telanjang Pacar, Pelajar SMA di Aceh Ditangkap

Sumut | Jum'at, 13 November 2020 | 18:00 WIB

Usai Perkosa Caleg Perindo, Ketua KPU Ini Minta Dibelikan iPhone

Usai Perkosa Caleg Perindo, Ketua KPU Ini Minta Dibelikan iPhone

Riau | Jum'at, 06 November 2020 | 14:32 WIB

Pengakuan Ayah Bejat Perkosa Putri Kandung, Lihat Tubuh Anak Habis Mandi

Pengakuan Ayah Bejat Perkosa Putri Kandung, Lihat Tubuh Anak Habis Mandi

Banten | Jum'at, 06 November 2020 | 13:10 WIB

Terkini

Anak Disabilitas Psikososial Alami Hambatan di Sekolah, Apa yang Salah?

Anak Disabilitas Psikososial Alami Hambatan di Sekolah, Apa yang Salah?

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:29 WIB

Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dilakukan 3-4 Orang, Hasil Investigasi Diserahkan ke Polisi

Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dilakukan 3-4 Orang, Hasil Investigasi Diserahkan ke Polisi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:20 WIB

Kemenkes Soroti Lemahnya Sistem Perlindungan Nakes usai Dugaan Intimidasi dr. Icha

Kemenkes Soroti Lemahnya Sistem Perlindungan Nakes usai Dugaan Intimidasi dr. Icha

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:12 WIB

Tarif Transjakarta Diusul Rp 5.000, Transjabodetabek Rp 10.000

Tarif Transjakarta Diusul Rp 5.000, Transjabodetabek Rp 10.000

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:10 WIB

Bukan yang Pertama! Polisi Duga Ada Korban Penyekapan Lain di Percetakan Senen

Bukan yang Pertama! Polisi Duga Ada Korban Penyekapan Lain di Percetakan Senen

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:56 WIB

Dicap 'Lembek' Kritik Pemerintah, Said Didu: Saya Bukan Terwo!

Dicap 'Lembek' Kritik Pemerintah, Said Didu: Saya Bukan Terwo!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:41 WIB

Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan

Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:40 WIB

Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR

Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:32 WIB

Menhut Raja Juli Soal Pertemuan dengan Bupati Kuansing: Amplop Dikembalikan, Tak Ada Pelepasan Hutan

Menhut Raja Juli Soal Pertemuan dengan Bupati Kuansing: Amplop Dikembalikan, Tak Ada Pelepasan Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:30 WIB

Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua, DPR Minta Diusut Transparan

Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua, DPR Minta Diusut Transparan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:24 WIB

×