Penumpang KRL Mulai Meningkat Pada November 2020

Dwi Bowo Raharjo, Yosea Arga Pramudita

Sabtu, 14 November 2020 | 12:53 WIB
Penumpang KRL Mulai Meningkat Pada November 2020
Antrean penumpang KRL di Stasiun Bogor. (Antara)

Suara.com - KAI Commuter mencatat, ada peningkatan pengguna KRL pada bulan November 2020. Merujuk pada data yang mereka miliki, peningkatan itu berkaitan dengan masyarakat yang mulai beraktivitas kembali -- meski masih dalam suasana pandemi Covid-19.

VP Corporate Communications KAI Commuter, Anne Purba mengatakan pada bulan November 2020, volume angka penumpang menyentuh angka 400 ribu orang pada hari kerja. Kata dia, angka tersebut merupakan yang tertinggi selama pandemi Covid-19.

"Angka ini merupakan yang tertinggi selama pandemi Covid-19, atau sejak Maret 2020," kata Anne dalam keterangannya, Sabtu (14/11/2020).

Namun, lanjut Anne, jumlah tersebut hanyalah 40 persen saja -- jika dibandingkan volume penumpang sebelum adanya pandemi virus corona. Untuk itu, KAI Commuter telah mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat ini dengan menambah jumlah perjalanan KRL dan mengembalikan jam operasional KRL sebagaimana sebelum pandemi.

Tercatat, sejak 19 Oktober 2020 lalu, KAI Commuter telah mengoperasikan 997 perjalanan KRL setiap hari. Armada tersebut melayani penumpang sejak pukul 04.00 WIB sampai 24.00 WIB setiap harinya.

Anne menyebut, jumlah itu lebih banyak dibanding sebelum adanya pandemi Covid-19. Tercatat, sebelum masa pandemi, KAI Commuter mengoperasikan 975 perjalanan setiap harinya.

"Penambahan jumlah perjalanan dan normalisasi jam operasional tersebut diharapkan membuat para pengguna KRL lebih leluasa dalam merencanakan perjalanan sehingga dapat menghindari jam-jam sibuk dimana pengguna cukup padat," jelas dia.

Jam Sibuk

Anne memaparkan, pergerakan penumpang setiap harinya masih terfokus pada jam sibuk. Merujuk pada data Senin (11/11/2020), pergerakan penumpang terjadi pada rentang waktu 07.00 WIB dan 08.00 WIB -- lebih dari 72.000 pengguna menggunakan KRL pada dua jam tersebut.

baca juga

Selanjutnya, pada sore hari mobilitas penumpang terkonsentrasi pada pukul 18.00 WIB. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya lebih dari 40 ribu pengguna dalam kurun waktu satu jam.

Berkenaan dengan itu, KAI Commuter meminta agar para penumpang untuk memanfaatkan fleksibilitas jadwal dengan bepergian di luar jam sibuk tersebut. Anne menyebut, pihaknya juga berharap agar para penumpang melanjutkan metode pengaturan jam kerja sesuai shift -- agar mobilitas para pekerja dapat terbagi dalam rentang waktu yang bebeda.

"Jam kerja bertahap atau sesuai shift juga lebih dimungkinkan dengan operasional KRL yang telah kembali normal," beber dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Berapa Banyak Member dan Staf JKT48 yang Akan Dipecat?

Ada Berapa Banyak Member dan Staf JKT48 yang Akan Dipecat?

Video | Sabtu, 14 November 2020 | 12:10 WIB

Lelah dengan Medsos? Lakukan Cara Ini

Lelah dengan Medsos? Lakukan Cara Ini

Video | Jum'at, 13 November 2020 | 20:10 WIB

Pandemi Covid-19 Tak Langsung Usai Meski Vaksin Selesai Dibuat

Pandemi Covid-19 Tak Langsung Usai Meski Vaksin Selesai Dibuat

Health | Jum'at, 13 November 2020 | 15:49 WIB

Membuat Startup Saat Pandemi, Begini Kiat Sukses dari Pakar

Membuat Startup Saat Pandemi, Begini Kiat Sukses dari Pakar

Jawa Tengah | Sabtu, 14 November 2020 | 10:00 WIB

Terkini

Sederet Pekerjaan Rumah Menkeu Suahasil: Fiskal Daerah Terjepit, MBG-KDMP Disorot

Sederet Pekerjaan Rumah Menkeu Suahasil: Fiskal Daerah Terjepit, MBG-KDMP Disorot

News | Senin, 14 September 2026 | 19:49 WIB

Lebih dari Beasiswa, PNM Bekali Anak Nasabah Mekaar Jadi Future Changemaker

Lebih dari Beasiswa, PNM Bekali Anak Nasabah Mekaar Jadi Future Changemaker

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:48 WIB

Kesegaran Komedi Pengusutan Misteri dalam Film 'The Sheep Detective'

Kesegaran Komedi Pengusutan Misteri dalam Film 'The Sheep Detective'

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 19:47 WIB

Asa Belum Padam, Operasi Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Diperpanjang Tiga Hari

Asa Belum Padam, Operasi Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Diperpanjang Tiga Hari

News | Senin, 14 September 2026 | 19:44 WIB

Gempa M 5,5 Guncang Banten: Benda Gantung Bergoyang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,5 Guncang Banten: Benda Gantung Bergoyang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

News | Senin, 14 September 2026 | 19:41 WIB

Suahasil ke Pelaku Pasar: Kebijakan Purbaya Soal APBN Tetap Dilanjut

Suahasil ke Pelaku Pasar: Kebijakan Purbaya Soal APBN Tetap Dilanjut

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:34 WIB

Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula

Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:32 WIB

Tok! Polisi di Bengkalis Disanksi Demosi 5 Tahun Terkait Penganiayaan Warga

Tok! Polisi di Bengkalis Disanksi Demosi 5 Tahun Terkait Penganiayaan Warga

Riau | Senin, 14 September 2026 | 19:31 WIB

Dunia Usaha Diminta Tak Anggap Lingkungan Sebagai Beban, tapi Investasi

Dunia Usaha Diminta Tak Anggap Lingkungan Sebagai Beban, tapi Investasi

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:31 WIB

Massa Geruduk Kejagung, Tuntut Transparansi Penegakan Hukum Tambang Batu Bara di Kaltim

Massa Geruduk Kejagung, Tuntut Transparansi Penegakan Hukum Tambang Batu Bara di Kaltim

News | Senin, 14 September 2026 | 19:29 WIB

×