alexametrics

Lupa Tutup Tempat Sampah, Ratusan Kecoak Serbu Rumah Warga Bukit Batok

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti
Lupa Tutup Tempat Sampah, Ratusan Kecoak Serbu Rumah Warga Bukit Batok
Lupa Tutup Tempat Sampah, Ratusan Kecoa Invasi Rumah Warga Bukit Batok. (Facebook/All Singapore Stuff)

Videp yang beredar di media sosial menunjukkan ratusan kecoak memadati bagian dapur dan bertebaran di lantai.

Suara.com - Seorang warga di Bukit Batok, Singapura, terkejut usai mengetahui rumahnya disantroni kawanan kecoak. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya ratusan.

Menyadur Asia One, Sabtu (14/11/2020), insiden invasi ratusan kecoa ini dilaporkan terjadi akibat si empunya rumah lupa menutup saluran pembuangan sampah.

Dalam rekaman video yang beredar di Facebook pada Rabu (11/12), menunjukkan ratusan kecoa memadati bagian dapur. Serangga itu bertebaran di bagian lantai.

Rombongan hewan itu nampak bergerak ke sana ke mari, sementara beberapa di antaranya terlihat menyelinap masuk ke lemari.

Baca Juga: Terpikat New Rolls-Royce Ghost? Tengok Dulu di Negara Tetangga Kita Ini

Serbuan ratusan kecoak di rumah seorang warga ini rupanya dipicu oleh adanya penyemprotan hama di saluran pembuangan sampah, sebagaimana dilaporkan All Stuff Singapore.

Lupa Tutup Tempat Sampah, Ratusan Kecoa Invasi Rumah Warga Bukit Batok. (Twitter/All Singapore Stuff)
Lupa Tutup Tempat Sampah, Ratusan Kecoa Invasi Rumah Warga Bukit Batok. (Twitter/All Singapore Stuff)

Menanggapi invasi kecoak, Dewan Kota Jurong-Clementi, mengatakan si pemilik rumah lupa menyegel tutup saluran sampah, sebelum penyemprotan hama dilakukan oleh pihak berwenang pada 4 November lalu.

"Dari percakapan kami dengan warga, kami memastikan bahwa tutup saluran sampah di unitnya tidak disegel, memungkinkan hama masuk ke rumahnya selama operasi (penyemprotan) berlangsung," ujar dewan kota, Jumat (13/11).

Pihak dewan kota mengatakan telah ada pemberitahuan yang diumumkan kepada warga sekitar sejak 22 Oktober tentang agenda pengasapan tempat sampah ini.

Dalam pemberitahuan itu, warga diimbau untuk menutup saluran sampah mereka dengan selotip, guna mencegah asap dan hama seperti serangga, masuk ke kediaman mereka.

Baca Juga: Tekan Kasus Aktif Covid-19, Indonesia Bisa Belajar dari Singapura

Lebih jauh, dewan kota menyebut penyemprotan atau fumigasi dilakukan setiap tiga bulan sekali guna mengendalikan populasi hama di saluran sampah.

Komentar