alexametrics

Tambah Panas! Ustaz Maaher Serang Gus Miftah: Kemarin Lonte Sekarang Ereksi

Rifan Aditya | Hernawan
Tambah Panas! Ustaz Maaher Serang Gus Miftah: Kemarin Lonte Sekarang Ereksi
Pendapat Maaher soal Presiden Prancis. (Twitter/@ustadzmaaher_)

"Dihadapan Ibu-ibu dan anak-anak kecil lagi cerah nyebut-nyebut ngaceng," kata Ustaz Maaher.

Suara.com - Aksi saling sindir lewat media sosial antara Ustah Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah dan Ustaz Maaher At-Thuwailibi kian memanas.

Usai menyinggung kata lonte, kini Gus Miftah diserang kembali lewat video unggahan Ustaz Maaher.

Ustaz Maaher lewat akun Twitter @ustadzmaaher_ pada Senin (23/11/2020) mengunggah video kolase ceramah Gus Miftah dan Buya Yahya.

Pada unggahan kali ini, Ustaz Maaher menyinggung kata 'ngaceng' yang diidentikkan dengan ereksi pada alat vital.

Baca Juga: Sekolah Akan Dibuka, Walikota Serang: Perketat Protokol Kesehatan

"Dihadapan Ibu-ibu dan anak-anak kecil lagi cerah nyebut-nyebut ngaceng. Opo pantas lambemu [mulutmu] ngono [begitu] Gus? Kyai lah kok cangkeme ngono?" tulis Ustaz Maaher dalam narasinya.

Cuitan Ustaz Maaher Serang Gus Miftah Lagi (Twitter/UstadzMaaher_).
Cuitan Ustaz Maaher Serang Gus Miftah Lagi (Twitter/UstadzMaaher_).

"Terus katanya Islam itu 'tidak perlu dibela'? Kena tampol Buya Yahya! Kalau dikritik nanti kayanya videonya diedit. Alah, ngeles aja kayak Bajaj," sambungnya.

Dalam video berdurasi 1 menit 28 detik itu, awalnya Gus Miftah menyampaikan ceramah mengenai Islam tidak perlu dibela.

"Islam itu tidak perlu dibela. Maka kemudian dia mengatakan kalau begitu bagaimana dengan Ormas yang mengatakan membela Islam. Maka waktu itu saya jawab ini yang namananya jaka sembung bawa golok," kata Gus Miftah.

Kemudian pada bagian berikutnya muncul video saat Buya Yahya menyampaikan ceramah dengan tema yang sama.

Baca Juga: 2021, Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 1 Siap Dukung Arus Mudik Lebaran

Namun, Buya Yahya agaknya memiliki pandangan yang berbeda dengan Gus Miftah apabila melihat dari penggalan video itu.

Komentar