Eksekusi Mati dan Lockdown Kota, Kim Jong Un Mulai Irasional karena Covid19

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Jum'at, 27 November 2020 | 20:42 WIB
Eksekusi Mati dan Lockdown Kota, Kim Jong Un Mulai Irasional karena Covid19
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. (AFP)

Suara.com - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un dikabarkan telah mengeksekusi dua orang dan melakukan lockdown di kota Pyongyang karena takut dengan pandemi virus corona.

Menyadur USA Today Jumat (27/11), hal ini diungkapkan oleh salah satu anggota parlemen Korea Selatan, Ha Tae-keung berdasarkan laporan National Intelligence Service (NIS).

Ha Tae-keung juga mengatakan Korea Utara melarang penangkapan ikan dan produksi garam di laut karena khawatir dengan kontaminasi Covid-9. Hal ini mengindikasikan kondisi Kim Jong Un yang panik dan bertindak irasional.

Ha mengatakan Kim Jong Un mengeksekusi penukar uang terkenal di Pyongyang bulan lalu setelah menahan orang itu atas pertanggung jawaban penurunan nilai tukar.

Dia mengutip NIS yang mengatakan bahwa Korea Utara juga mengeksekusi seorang pejabat penting pada Agustus karena melanggar peraturan pemerintah yang membatasi barang yang dibawa dari luar negeri.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un memimpin pertemuan darurat dalam foto yang dirilis KCNA di Pyongyang, Korea Utara, pada Sabtu (25/2020). [STR / KCNA VIA KNS / AFP]
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un memimpin pertemuan darurat dalam foto yang dirilis KCNA di Pyongyang, Korea Utara, pada Sabtu (25/2020). [STR / KCNA VIA KNS / AFP]

Baik penukar uang maupun pejabat penting yang dieksekusi mati, tidak diidentifikasi namanya.

Selain itu, Korea Selatan juga berhasil menggagalkan peretasan yang dilakukan Korea Utara terhadap pengembang vaksin virus Covid-19 di negaranya..

Menurut pengarahan NIS, Korea Utara juga memerintahkan misi diplomatik luar negeri merekaagar tidak 'macam-macam' dengan Amerika Serikat.

Kim Jong Un memperingatkan duta besar mereka tentang konsekuensi jika komentar atau tindakan mereka terkait dengan AS menyebabkan masalah dalam hubungan dengan Washington.

baca juga

Anggota parlemen Kim Byung-kee mengutip NIS mengatakan bahwa Korea Utara menunjukkan kecemasan karena hubungan persahabatannya dengan Trump menjadi tidak berguna dan harus mulai dari awal dalam menangani pemerintahan Biden yang akan datang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Aman Rawat Pasien Covid-19 di Rumah, Ikuti 6 Langkah ini!

Cara Aman Rawat Pasien Covid-19 di Rumah, Ikuti 6 Langkah ini!

Health | Jum'at, 27 November 2020 | 20:03 WIB

IDAI Beri 7 Tips Tetap Produktif di Masa Pandemi Virus Corona

IDAI Beri 7 Tips Tetap Produktif di Masa Pandemi Virus Corona

Health | Jum'at, 27 November 2020 | 20:06 WIB

Penting! Jangan Langsung Menyetir Usai Terima Vaksin Corona

Penting! Jangan Langsung Menyetir Usai Terima Vaksin Corona

Sumsel | Jum'at, 27 November 2020 | 19:48 WIB

Terkini

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 22:21 WIB

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

Lewat Sinergi BRI Group, Jutaan Perempuan Indonesia Sukses Mandiri Secara Finansial

Lewat Sinergi BRI Group, Jutaan Perempuan Indonesia Sukses Mandiri Secara Finansial

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:10 WIB

KPK Telusuri Siapa Pemberi Perintah Kasus Suap ATR/BPN

KPK Telusuri Siapa Pemberi Perintah Kasus Suap ATR/BPN

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 22:08 WIB

Zulhas Sampai Ucap 'Hoaks' Tiga Kali! Bantah Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas RUU Pemilu

Zulhas Sampai Ucap 'Hoaks' Tiga Kali! Bantah Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas RUU Pemilu

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:05 WIB

Sekarang Beli Tiket Pesawat & Whoosh Bisa Langsung dari BRImo dengan Diskon!

Sekarang Beli Tiket Pesawat & Whoosh Bisa Langsung dari BRImo dengan Diskon!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:00 WIB

Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras

Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:57 WIB

×