Cerita Para Guru Mengajar dan Sulitnya Infrastruktur Jaringan Saat Pandemi

Bangun Santoso | Stephanus Aranditio | Suara.com

Selasa, 01 Desember 2020 | 05:41 WIB
Cerita Para Guru Mengajar dan Sulitnya Infrastruktur Jaringan Saat Pandemi
Avan Fathurrahman, guru di Sumenep harus memutar otak mengubah metode pembelajaran saat pandemi dan sulitnya jaringan di daerahnya. (Foto: Istimewa)

Suara.com - Pendidikan harus tetap diberikan kepada anak meski pandemi Covid-19 meredam dering bel sekolah di pagi hari, para guru pun tak kehabisan akal untuk terus mengabdi memastikan satu atau bahkan dua generasi tidak kehilangan pembelajaran.

Avan Fathurrahman, seorang guru Sekolah Dasar di Sumenep, Madura bercerita selama sembilan bulan pandemi, dirinya tak pernah mengajar jarak jauh, bukan karena tak takut tertular corona, melainkan karena infrastruktur digital belum memadai untuk belajar online.

"Mau tidak mau saya harus keliling untuk menemani siswa saya satu persatu belajar di rumah masing-masing," ujar Avan.

Dia mengatakan sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama pada Maret 2020, sekolah di Sumenep langsung ditutup dan dirinya selalu membawa papan tulis mini setiap harinya, keliling ke rumah siswa untuk membantu belajar di rumah.

Beberapa pekan kemudian, anak didiknya mulai merasa bosan belajar di rumah karena minim interaksi belajar bersama dengan teman sebayanya.

Avan langsung menyiasatinya dengan mengubah metode pengajaran dengan menggunakan boneka puppet, sehingga anak usia SD tertarik menyimak materi ajar yang disampaikan oleh boneka tersebut.

"Terus mereka tidak lagi bosan, bahkan kalau saya tidak bawa boneka, saya bawa buku seperti biasa itu malah ditanya bonekanya kemana, kadang saya juga bawa mainan lainnya, pakai ular tangga raksasa, saya bermain dengan anak sehingga seolah anak itu bermain sambil belajar," jelasnya.

Semua media pengajaran ini, kata Avan berasal dari kantongnya pribadi, tidak peduli di masa pandemi yang berpengaruh terhadap ekonomi keluarganya, dia tetap memilih berkorban demi anak didiknya.

Lain cerita dengan Wilfridus Kado, guru di Ende, Nusa Tenggara Timur yang sudah mencoba berbagai metode pembelajaran jarak jauh, baik melalui teleconference maupun media sosial.

Namun dia justru menemui anak-anak tidak belajar saat berada di rumah, ada yang membantu orang tua bekerja hingga bermain saat PJJ masih berlangsung.

Oleh sebab itu, sekolah langsung memutuskan untuk menggelar adaptasi kebiasaan baru pembelajaran tatap muka di sekolah namun terbatas.

"Jadi anak ke sekolah dua hari, yang kelas 10 hari senin kamis, kelas 11 selasa jumat, kelas 12 rabu sabtu, pembelajaran sampai sore," ucap Wilfridus.

Menurut guru honorer ini, sistem pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan ini lebih efektif ketimbang PJJ, sebab siswa bisa belajar dengan fokus dan perkembangan berada dalam pengawasan sekolah.

Oleh sebab itu, baik Avan dan Wilfridus menyambut baik rencana pemerintah untuk membuka kembali sekolah per Januari 2021 dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Ini jadi hal yang kami tunggu-tunggu di daerah terutama untuk siswa karena memang selama ini yang paling merindukan suasana sekolah itu ya siswa dan guru, tapi keputusan itu harus dilakukan dengan ketat," kata Avan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seniman Wayang Uwuh: Berkarya dan Peduli Lingkungan di Tengah Pandemi

Seniman Wayang Uwuh: Berkarya dan Peduli Lingkungan di Tengah Pandemi

Video | Senin, 30 November 2020 | 20:50 WIB

Inovasi di Tengah Pandemi Bisa Kurangi Ketergantungan Alat Kesehatan Impor

Inovasi di Tengah Pandemi Bisa Kurangi Ketergantungan Alat Kesehatan Impor

Health | Senin, 30 November 2020 | 20:23 WIB

Gawat! Perkawinan Anak Melejit Karena Pandemi Covid-19

Gawat! Perkawinan Anak Melejit Karena Pandemi Covid-19

Health | Senin, 30 November 2020 | 17:21 WIB

Pemerintah: Perlawanan Terhadap Covid-19 Masih Terus Berlanjut hingga 2021

Pemerintah: Perlawanan Terhadap Covid-19 Masih Terus Berlanjut hingga 2021

Health | Senin, 30 November 2020 | 16:23 WIB

Pertanyaan Anak SD Ini Malah Bikin Sri Mulyani Bahas soal Utang Negara

Pertanyaan Anak SD Ini Malah Bikin Sri Mulyani Bahas soal Utang Negara

Jogja | Senin, 30 November 2020 | 15:01 WIB

Perusahaan Minuman Ini Berikan Bantuan Restoran Milik Warga Kulit Hitam

Perusahaan Minuman Ini Berikan Bantuan Restoran Milik Warga Kulit Hitam

Video | Senin, 30 November 2020 | 13:45 WIB

Videografis: Manfaat Tidur Cukup untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh

Videografis: Manfaat Tidur Cukup untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh

Video | Senin, 30 November 2020 | 13:54 WIB

Terkini

Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Kelar, DPR ke KNKT: Kok Lama? Ini kan Bukan Pesawat Meledak!

Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Kelar, DPR ke KNKT: Kok Lama? Ini kan Bukan Pesawat Meledak!

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:38 WIB

Polda Metro Jaya Mulai Usut Laporan Dugaan Gelar Palsu Menkes Budi Gunadi Sadikin

Polda Metro Jaya Mulai Usut Laporan Dugaan Gelar Palsu Menkes Budi Gunadi Sadikin

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:30 WIB

Satgas PKH Setor Rp10,2 Triliun ke Kas Negara, Kejagung Klaim Selamatkan Jutaan Hektar Hutan

Satgas PKH Setor Rp10,2 Triliun ke Kas Negara, Kejagung Klaim Selamatkan Jutaan Hektar Hutan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:27 WIB

Geledah Rumah Heri Black, KPK Temukan Bukti Dugaan Perintangan Penyidikan dalam Kasus Bea Cukai

Geledah Rumah Heri Black, KPK Temukan Bukti Dugaan Perintangan Penyidikan dalam Kasus Bea Cukai

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:20 WIB

Iran Gelar Latihan Anti-Helikopter, Siaga Hadapi Serangan AS-Israel

Iran Gelar Latihan Anti-Helikopter, Siaga Hadapi Serangan AS-Israel

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:06 WIB

WNI Tertangkap pada Kasus Jaringan Distributor Konten Asusila Anak di Kapal Pesiar Disney

WNI Tertangkap pada Kasus Jaringan Distributor Konten Asusila Anak di Kapal Pesiar Disney

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:54 WIB

Kesaksian Penumpang Kapal MV Hondius Karantina Massal 42 Hari karena Hantavirus

Kesaksian Penumpang Kapal MV Hondius Karantina Massal 42 Hari karena Hantavirus

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:53 WIB

Legislator PDIP Soroti Kelangkaan Solar Subsidi: Petani Bisa Gagal Panen

Legislator PDIP Soroti Kelangkaan Solar Subsidi: Petani Bisa Gagal Panen

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:49 WIB

Soal Pembubaran Nobar 'Pesta Babi', TB Hasanuddin: Tidak Ada Bukti Film Itu Melanggar UU

Soal Pembubaran Nobar 'Pesta Babi', TB Hasanuddin: Tidak Ada Bukti Film Itu Melanggar UU

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:42 WIB

Oditur Militer Puji Racikan Air Keras Penyerang Andrie Yunus 'Kreatif'

Oditur Militer Puji Racikan Air Keras Penyerang Andrie Yunus 'Kreatif'

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:35 WIB