Diperiksa Kasus Hajatan, "Raisa" Siap Halau Simpatisan Rizieq di Polda

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 07 Desember 2020 | 10:44 WIB
Diperiksa Kasus Hajatan, "Raisa" Siap Halau Simpatisan Rizieq di Polda
Habib Rizieq Shihab. [YouTube/Front TV]

Suara.com - Sejumlah kendaraan taktis seperti water cannon dan mobik pengurai massa atau lebih dikenal dengan Raisa di area dalam Polda Metro Jaya, Senin (7/12/2020). Keberadaaan kendaraan taktis itu guna mengantisipasi pengerahan massa terkait agenda pemeriksaan Habib Rizieq Shihab, hari ini.  

Pentolan FPI itu rencananya akan diperiksa polisi terkait kasus kerumunan massa saat menggelar pernikahan putrinya di Petamburan, beberapa waktu lalu. Rizieq diduga melanggar protokol kesehatan karena mengundang kerumunan massa dalam hajatan tersebut. 

Selain kendaraan taktis,  area Polda Metro Jaya juga dijaga ketat oleh aparat gabungan dari unsur TNI-Polri.

Sejumlah kendaraan taktis milik Brimob seperti mobi pengurai massa alias Raisa disiagakan di Polda Metro Jaya terkait pemeriksaan Habib Rizieq Shihab. (Suara.com/Bagaskara).
Sejumlah kendaraan taktis milik Brimob seperti mobi pengurai massa alias Raisa disiagakan di Polda Metro Jaya terkait pemeriksaan Habib Rizieq Shihab. (Suara.com/Bagaskara).

Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi sejak pukul 09.30 WIB sebelumnya para personel gabungan tersebut melakukan apel terlebih dahulu. Setelah itu pasukan dikerahkan untuk menjaga sejumlah titik di sekitar Polda Metro Jaya.

Titik yang dijaga aparat diantaranya seperti Jalan Sudirman, Kawasan SCBD, hingga di depan gerbang utama Polda Metro Jaya. Selain itu, sejumlah kendaraan taktis juga disiagakan aparat.

Terpantau mobil water canon, mobil pengurai massa hingga sejumlah motor tril milik satuan Brimob disiagakan.

Sementara itu belum terlihat adanya tanda-tanda kedatangan massa untuk mengawal kehadiran Rizieq dan menantunya di Polda Metro. Begitu juga dengan kehadiran imam besar FPI tersebut di lokasi.

Sebelumnya Sekretaris Bantuan Hukum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar hingga Minggu (6/12) malam belum bisa memastikan apakah Habib Rizieq dan Hanif akan hadir atau tidaknya memenuhi panggilan polisi.

"Besok (hari ini) dikabari ya," kata Aziz saat dihubungi Suara.com.

Agenda pemeriksaan hari ini merupakan tindak lanjut atas penggilan pemeriksaan kedua yang dilayangkan penyidik kepada Rizieq dan Hanif pada Rabu (2/12) lalu.

Dalam perjalanannya, kericuhan sempat terjadi saat penyidik berupaya menyerahkan surat panggilan kedua tersebut.

Ketika itu, sejumlah simpatisan dan Laskar FPI menghadang penyidik tatkala hendak mendatangi kediaman Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat.

Bahkan, sejumlah personel Brimob sempat dikerahkan ke lokasi. Sampai pada akhirnya surat panggilan pemeriksaan kedua itu diterima oleh perwakilan keluarga Rizieq.

Adapun, surat panggilan pemeriksaan kedua itu dilayangkan oleh penyidik setelah sebelumnya Habib Rizieq dan Hanif tidak hadir memenuhi panggilan pemeriksaan pertama pada Selasa (1/12).

Ketika itu, Rizieq tak memenuhi panggilan penyidik dengan alasan masih beristirahat pasca-dirawat di Rumah Sakit Ummi Bogor karena kelelahan. Sedangkan, Hanif beralasan sedang ada acara lain.

Sementara itu, Aziz menyatakan bahwa kekinian kondisi Rizieq telah membaik. Meski dia belum bisa memastikan apakah pentolan FPI tersebut bisa atau tidak memenuhi penggilan penyidik hari ini.

"Alhamdulillah (kondisi Rizieq) sehat," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menunggu Komentar Jokowi Soal Pemerintahan Sementara Papua Barat

Menunggu Komentar Jokowi Soal Pemerintahan Sementara Papua Barat

Jakarta | Kamis, 03 Desember 2020 | 12:29 WIB

Jokowi Diingatkan Punya Saingan Baru: Tak Ingin Papua seperti Timor Timur

Jokowi Diingatkan Punya Saingan Baru: Tak Ingin Papua seperti Timor Timur

News | Kamis, 03 Desember 2020 | 12:08 WIB

Fadli Zon Sentil Jokowi, Muannas Alaidid: Mestinya Ingatkan HRS Taat Hukum

Fadli Zon Sentil Jokowi, Muannas Alaidid: Mestinya Ingatkan HRS Taat Hukum

Jogja | Kamis, 03 Desember 2020 | 10:44 WIB

Jelang Pemeriksaan Rizieq Shihab, Barracuda dan Water Cannon Disiagakan

Jelang Pemeriksaan Rizieq Shihab, Barracuda dan Water Cannon Disiagakan

Video | Selasa, 01 Desember 2020 | 12:05 WIB

Terkini

BGN Akan Benahi Dapur MBG, Satu Kecamatan Ditargetkan Cukup Dilayani Enam SPPG

BGN Akan Benahi Dapur MBG, Satu Kecamatan Ditargetkan Cukup Dilayani Enam SPPG

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:02 WIB

Kasus Korupsi MBG, Begini Nasib Motor Listrik Hasil Mark Up dan SPPG yang Terafiliasi Dadan Cs

Kasus Korupsi MBG, Begini Nasib Motor Listrik Hasil Mark Up dan SPPG yang Terafiliasi Dadan Cs

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:58 WIB

Alasan BGN Libatkan TNI dalam Jajaran Pimpinan: Butuh Ahli Teritorial!

Alasan BGN Libatkan TNI dalam Jajaran Pimpinan: Butuh Ahli Teritorial!

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:48 WIB

Kejagung Sebut Aliran Dana Dadan Cs Berasal dari Insentif SPPG Rp6 Juta Per Hari

Kejagung Sebut Aliran Dana Dadan Cs Berasal dari Insentif SPPG Rp6 Juta Per Hari

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:47 WIB

Noel Tuding KPK Jadi Alat Oligarki dan Beri Peringatan Keras untuk Prabowo

Noel Tuding KPK Jadi Alat Oligarki dan Beri Peringatan Keras untuk Prabowo

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:36 WIB

Jangan Tunggu Harga Obat Meroket, DPR Desak Pemerintah Percepat Kemandirian Farmasi

Jangan Tunggu Harga Obat Meroket, DPR Desak Pemerintah Percepat Kemandirian Farmasi

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:28 WIB

Ditendang, Dipukul hingga Mati di Laut: Derita ABK Indonesia di Armada Cumi-Cumi Dunia

Ditendang, Dipukul hingga Mati di Laut: Derita ABK Indonesia di Armada Cumi-Cumi Dunia

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:26 WIB

Kode Malaikat, Vokalis, dan Gitaris: Arti Sandi Rahasia Aliran Uang dalam Skandal Imigrasi

Kode Malaikat, Vokalis, dan Gitaris: Arti Sandi Rahasia Aliran Uang dalam Skandal Imigrasi

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:19 WIB

Timwas Sebut Haji 2026 Bagus, Tapi Fasilitas di Mina Masih Jadi PR

Timwas Sebut Haji 2026 Bagus, Tapi Fasilitas di Mina Masih Jadi PR

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:14 WIB

KPK Ungkap Awal Mula Kasus Silmy Karim, Bermula dari Temuan Rp366 Miliar di 96 Rekening

KPK Ungkap Awal Mula Kasus Silmy Karim, Bermula dari Temuan Rp366 Miliar di 96 Rekening

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:08 WIB